Home Tafsir Menghayati Kandungan Surat Yusuf Ayat 86

Menghayati Kandungan Surat Yusuf Ayat 86

by: Riza Ashfari Mizan

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالى berfirman,

قَالَ إِنَّمَآ أَشْكُوا۟ بَثِّى وَحُزْنِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya”.

Di antara pelajaran hidup yang bisa kita ambil ialah

  1. Pada hakekatnya manusia akan mengalami masa-masa sulit, seperti halnya yang dirasakan oleh nabi Ya’qub.
  2. Kata إِنَّمَا, jika dilihat dari sisi bahasanya (balagah) menunjukkan kata “al hasr” yaitu batas. Artinya, keluhan dan keresahan Ya’qub diserahkan hanya kepada Allah semata. Atau bisa dikatakan bahwa keluh kesah urusannya dengan cara mengadu kepada Allah سبحانه وتعالى.
  3. Mengadukan keluh kesah kepada Allah سبحانه وتعالى merupakan kesempurnaan dari tauhid kita. Adapun meninggalkannya bentuk dari ketidak sempurnaan iman seorang hamba.
  4. Apa yang dirasakan oleh Ya’qub berupa ujian hati. Karena bats dan huzn berkaitan dengan amalan hati.
  5. Kata batssi di sana rasa kesedihan, kekhawatiran, was-was yang amat mendalam yang sifatnya perasaan kekhawatiran yang telah ia rasakan, atau kesedihan yang sudah ia alami di masa lalu. Dan makna lain dari batssi ialah suatu musibah yang menimpa seorang hamba yang mana ia tidak dapat menyembunyikannya. Oleh karena itu, ia merupakan kesedihan yang amat dalam dan paling susah untuk dipikul.
  6. Sedangkan kata huzni ialah perasaan, kesedihan, dan kegundahan yang amat mendalam, baik apa yang sudah terjadi, atau yang akan datang.
  7. Jika diperhatikan kembali, makna batssi dan huzni ada kaitannya dengan waktu. Artinya Ya’qub mengajarkan kita bahwa salah satu bentuk kesempurnaan iman kita kepada Allah ditandai dengan adanya rasa berserah diri dan mempercayai urusan kita kepada Allah semata. Karena masa lalu, sekarang, dan mendatang semuanya dalam genggaman Allah.
  8. Sabar yang baik ketika sabar mengadukan keluh kesah, kegundahan, dan kegalauan hanya kepada Allah semata dengan cara berdoa.
  9. Harapan terbesar digantungkan kepada Allah, karena tidak akan memberika kerugian bagi pelakunya.
  10. Dan hendaknya bagi seorang Mukmin yakin bahwa Allah yang akan menyelesaikan  semua urusannya. Karena Allah Maha Mengetahui  tentang kelembutan dan kebaikan-Nya serta pahala yang Dia berikan atas kesabaran terhadap suatu musibah.

Itulah yang Allah janjikan kepadanya, Allah berfirman:

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَوا۟ وَّنَصَرُوٓا۟ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيم

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.” (QS. Al Anfal:74)

Jika kita mengambil makna majasi pada ayat di atas adalah orang beriman yang selalu menyerahkan semua urusannya kepada Allah, orang berhijrah yang senantiasa meninggalkan aduan-aduan kepada manusia, orang berjihad yang selalu memerangi sikap buruknya setiap muncul rasa untuk mengadu kepada manusia, dan orang penolong yang selalu mengingatkan kepada teman, kerabat, dan keluarganya agar mengadukan keluh kesahnya hanya kepada Allah.

Maka Allah katakan itulah Mukmin yang sebenarnya. Baginya tempat yang mulia disisi Tuhan mereka, ampunan dariNya, dan Allah berikan rizkun karim yaitu surga.

Allahu ‘alam bish showab

Riza Ashfari Mizan
Alumni Imam Muhammad Bin Sa'ud Islamic University (LIPIA Jakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca surat al Kahfi di hari jumat salah, Benarkah ?

Perlu diketahui bahwa secara umum ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang dianjurkan membaca surat-surat tertentu pada hari jumat, seperti surat Yasin, al Kahfi, dan...

Apa itu Hatibul Layl ?

  حاطب ليل Pencari kayu bakar di malam hari. Sebenarnya gelar ini digagas oleh para kritikus riwayat terhadap sekian banyak ulama dan perawi ketidak mampuannya dalam membedakan...

Istri-istri Nabi Muhammad

Bahwa sudah diketahui bersama, sebagaimana manusia biasa, Nabi juga bisa menikah. Dan perlu diketahui juga, bahwa fitrah dari makhluk adalah Allah jadikan mereka berpasang-pasangan....

Al Hafiz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuthi

Nama beliau Abdurrahman bin al Kamal. Kuniyah beliau Abu al Fadhl, adapun laqob beliau Jalaluddin. Lahir pada malam ahad awal bulan Rajab tahun 849 H...