Home Khazanah Islam Menghindari Kematian?

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman

كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian”.  (Q.S. Ali Imran : 85)

Salah satu hal yang paling ditakuti manusia adalah kematian, berapa banyak orang yang berusaha semaksimal mungkin untuk menghindarinya. Berapa banyak yang tidak mau memilih trasportasi udara karena takut pesawatnya jatuh dan kemudian tidak ada peluang untuk selamat. Berapa banyak pula yang enggan memilih transportasi laut hanya karena takut tenggelam dan mati.

Alasan terbesar banyak orang menghindari kematian adalah karena mereka takut dengan kehidupan setelah kematian, hal itu karena mereka menganggap bahwa bekal mereka belum cukup sehingga tidak siap untuk mati. Namun lucunya, mereka sadar bahwa mereka belum memiliki bekal namun tidak berusaha untuk mempersiapkan bekalnya dan justru lalai dengan dunia dengan angan-angan bahwa mereka akan mati ketika usia tua, sehingga masih banyak waktu di kemudian hari sembari mencoba semaksimal mungkin untuk menghindari kematian di usia dini.

Namun hal ini hanyalah angan-angan semata karena beberapa Hal:

1. Setiap Orang Punya Ajal (Batas waktu) masing-masing

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman,

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

”Setiap Umat memilki ajal (batas waktu), dan Apabila ajalnya tiba maka mereka tidak akan bisa meminta penundaan atau percepatan sesaat pun”. (QS Al-A’raf : 34)

Imam al-Qurtubi di dalam kitab Tafsirnya menjelaskan makna “Ajal” beliau berkata,

أَيْ وَقْتٌ مُؤَقَّتٌ

”(Ajal) yakni waktu  yang telah ditentukan”. (7/202)

Dalam ayat di atas secara jelas Allah menegaskan bahwa setiap manusia memiliki ajal untuk kematiannya, umurnya sudah ditetapkan dan matinya juga sudah ditetapkan. Tidak ada orang yang mampu memperlambat kematiannya sedetik-pun meskipun ia mampu membeli rumah sakit termahal dan tercanggih di dunia sekalipun, apabila ajalnya tiba maka tidak ada satupun yang bisa menolongnya atau memperlambat kematiannya.

Dengan ini maka tidak ada orang yang bisa mengatur kapan kematiannya, karena setiap orang punya waktunya masing-masing, dan waktu itu tidak bisa bergeser sedetik-pun sesuai apa yang Allah tuliskan untuknya.

2. Tidak Mungkin Bersembunyi Dari Kematian

Di dalam Al-Qur’an Allah ta;ala berfirman.

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

‘Dimanapun kamu berada, kematian akan mendapatimu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh.” (QS An-Nisa 78)

Manusia tidak bisa menghindari kematian, dimanapun dia berada maka kematian akan mendapatinya. Orang yang tidak naik pesawat karena takut pesawatnya jatuh dan kemudian mati, maka percayalah ia akan mati dengan cara yang lain. Seseorang yang menghundari tinggal di dekat laut hanya karena takut mati karena tsunami, maka percayalah bahwa dia akan mati dengan cara yang lain.

Seseorang yang memilih berdiam di dalam rumah seumur hidup dan tidak keluar rumah karena takut mati, maka dia akan mati dengan banyak sebab, bisa saja Allah kirimkan gempa bumi, Allah kirimkan banjir, atau hal yang paling sederhana adalah kirimkan penyakit dan kemudian ia mati dengan sebab itu. Maka kesimpulan besarnya adalah manusia tidak akan pernah bisa lari dan bersembuni dari kematian sekalipun ia berlindung dan bersembunyi dibalik tembok yang kokoh nan kuat, kematian punya banyak cara untuk menemukannya

Pada akhirnya kita semuanya akan menemui apa yang kita lari padanya, Allah ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ

Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari (QS. Qaf : 19)

Pada saat sakaratul maut itu tiba, sebenarnya setiap orang berusaha menghindarinya, tapi karena ajal telah tiba maka yang terjadi harus terjadi, tidak mungkin dipercepat atau diperlambat.

Sejatinya setiap hari, setiap detik berlalu pada hakikatnya itu menunjukan bahwa kematian semakin mendekat, harusnya setiap nafas yang masih Allah berikan bisa dimanfaatkan untuk mencari bekal. Kehidupan setelah kematian lebih panjang dari kehidupan dunia yang waktunya bisa dihitung dengan jari, hanya sebentar dan tak akan abadi.

Kemudian hendaknya setiap orang tidak perlu takut berlebihan sehingga membatasi dirinya terlalu sempit karena takut kematian, harusnya ajal yang Allah berikan kepada kita justru menjadi penenang, hal itu karena kita tidak akan mati sebelum ajalnya tiba. Kita tidak akan  mati karena kecelakaan pesawat, mobil, atau kapal kecuali bila ajalnya telah tiba.

Previous article3 Jenis Api Dalam Islam
Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...