Home Khazanah Islam Fase Pensucian Sebelum Masuk Syurga.

Fase Pensucian Sebelum Masuk Syurga.

Diantara nikmat terbesar yang Allah janjikan kepada hamba-hambanya yang taat adalah nikmat syurga, dimana syurga merupakan pembalasan yang setimpal bagi mereka yang sabar melawan hawa nafsunya serta godaan dunia dan memilih untuk fokus beramal baik demi kehidupan yang lebih baik dan abadi di akhirat kelak.

Tentunya tidak sembarang orang bisa dengan mudah masuk ke syurga-Nya Allah, karena syurga tidak diciptakan untuk para pelaku maksiat yang hatinya dipenuhi dengan  noda hitam kemaksiatan. Orang yang masuk syurga adalah orang-orang pilihan, orang-orang yang hatinya bersih.

Orang-orang yang taat, sebelum masuk syurga maka akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, hal ini dikarenakan syarat utama masuk syurga adalah hati yang bersih. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman,

يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“Yaitu hari dimana harta dan anak-anak tidak lagi berguna. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS As-Syu’ara’ 88-89)

Tiket utama masuk syurga adalah hati yang bersih, orang-orang yang Allah takdirkan masuk syurga, maka sebelum mereka masuk syurga Allah akan melihat ke dalam hati-hati mereka, jika ternyata di dalam hati mereka masih tersisa bercak-bercak kotoran, maka Allah akan membersihkan dan menghilangkann kotoran-kotoran tersebut supaya ketika mereka masuk syurga tidak ada lagi secuil-pun sifat keburukan di dalam hati mereka.

Hal ini sebagaimana Firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an,

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ

“Dan kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka.” ( Q.S. Al-A’raf : 43)

Sebelum mereka masuk syurga, Allah terlebih dahulu mencabut sifat dendam dari dalam diri mereka, tentu tujuan utamanya adalah agar mereka masuk syurga dalam sebaik-baik keadaan, bukan hanya keadaan fisik namun juga keadaan hati.

Imam al-Qurtubi dalam kitab tafsirnya meriwatkan dari Ali bin Abi thalib bahwasanya ia berkata,

أَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا وَعُثْمَانُ وَطَلْحَةُ وَالزُّبَيْرُ مِنَ الَّذِينَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيهِمْ:” وَنَزَعْنا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ

“Aku berharap agar aku dan Usman serta Thalhah dan Zubair termasuk kedalam orang-orang yang Allah firmankan di dalam ayat-Nya “Dan kami cabut dari hati mereka sifat dendam”. (Tafsi al-Qurtubi 7/208)

Imam Al-Qurtubi juga dalam kitab tafsirnya juga mengatakan,

نَزْعُ الْغِلِّ فِي الْجَنَّةِ أَلَّا يَحْسُدَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا فِي تَفَاضُلِ مَنَازِلِهِمْ

“Diantara alasan penvabutan sifat dendam di syurga adalah agar tidak ada sifat hasad diantara penduduk syurga satu sama lain dikarenakan perbedaan kedudukan mereka di dalam syurga”. ((Tafsi al-Qurtubi 7/208)

Orang-orang di syurga kedudukannya berbeda-beda, karena seseorang akan dibalas sesuai dengan amal perbuatannya, semakin baik amalannya maka tentu kedudukannya di syurga juga semakin tinggi. Ketika sifat dendam itu dicabut, maka tidak akan ada dengki dan permusuhan jika ternyata di syurga nanti banyak orang-orang yang kedudukannya lebih tinggi dari yang lainnya.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan kehidupan dan sifat manusia di dunia, banyak yang hatinya dipenuhi dengan dendam dan dengki apabila ia mendapati orang-orang disekitarnya memiliki kehidupan atau kedudukan yang lebih baik.

Kemudian setelah Allah berfirman tentang pencabutan sifat dendam itu dari dada orang-orang yang hendak masuk syurga, Allah lalu berfirman,

تجري مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهارُ وَقالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدانا لِهذا وَما كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلا أَنْ هَدانَا اللَّهُ لَقَدْ جاءَتْ رُسُلُ رَبِّنا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوها بِما كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Di bawahnya (syurga) mengalir sungai-sungai, Mereka kemudian berkata” Segala puji bagi Allah yang telah menunjukan kami syurga ini. Kami tidak akan mendapatkan petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukan kami. Sesungguhnya rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran. Diserukan kepada mereka, “Itulah syurga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan“. (QS al-A’raf 43)

Pada akhirnya Allah mempersilahkan orang-orang yang hatinya sudah bersih untuk masuk ke syurga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai dengan segala kenikmatan yang telah Allah janjikan kepada mereka atas apa yang telah mereka kerjakan selama di dunia.

Dan pada akhirnya  pula benarlah sabda Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam,

إنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada fisik dan harta kalian, akan tetapi Allah melihat kepada hati-hati dan amal kalian.” (HR Bukhari-Muslim)

Foksulah untuk memperbaiki hati, Allah dan Malaikat-Nya tidak perduli dengan seberapa indah parasmu, seberapa kayanya hartamu, jika kamu tidak taat maka neraka adalah balasanmu. Demikian pula setan, mereka tidak peduli dengan seberapa indah parasmu dan seberapa banyak hartamu, fokus mereka hanya satu yakni mengajak sebanyak-banyaknya manusia untuk menjadi bahan bakar api nereka tanpa memandang statusmu.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...