Home Muamalah Anjuran Untuk Memberikan Harta Yang Terbaik

Anjuran Untuk Memberikan Harta Yang Terbaik

Islam mengajarkan kepada pemeluknya agar senantiasa berlaku baik kepada sesama manusia.

Hal ini sesuai dengan kaidah yang disampaikan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dari sahabat Abu Ya’la Syaddad bin Aus,

إن اللهَ كَتب الإحسان على كل شيئٍ

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku baik atas segala sesuatu.” (HR. Muslim)

Pada hadits di atas menerangkan bahwa kebaikan mencangkup semua aspek kehidupan dan sosial. Dan kebaikan itu tidak hanya sebatas dalam sisi luar saja, namun masuk dalam hal-hal yang paling terdalam.

Diantara kebaikan yang sering dikerjakan oleh manusia umumnya adalah memberikan sedekah atau hadiah kepada orang lain.

Hal ini bisa menumbuhkan rasa cinta kita kepada sesama saudara. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,

وتهادَوا تحابُّوا

“Dan saling memberikan hadiahlah kalian, maka kalian saling mencintai.” (HR. Imam Malik )

Namun perlu diketahui bersama bahwa dalam memberikan hadiah tidak hanya pemberian semata. Semua itu perlu diukur dalam kacamata Islam.

Hendaklah pemberian tersebut diberikan dari harta yang terbaik dari kita. Harta yang terbaik bukan berarti harus mewah dan sangat bagus. Namun, maksud dari itu ialah harta yang dikeluarkan dari rezeki yang halal dan lagi baik. Semua itu sesuai kadar kemampuannya.

Allah عز وجل berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 267,

يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنوا أَنفِقوا مِن طَيِّباتِ ما كَسَبتُم وَمِمّا أَخرَجنا لَكُم مِنَ الأَرضِ

“Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Infakkanlah harta yang halal lagi baik yang telah kalian peroleh. Dan berinfaklah dari tumbuh-tumbuhan bumi yang telah Kami keluarkan untukmu.”

Kemudian Allah عز وجل melanjutkan perkataanNya yang mana Ia memberikan peringatan kepada kita agar menghindari dari pemberian yang buruk,

وَلا تَيَمَّمُوا الخَبيثَ مِنهُ تُنفِقونَ وَلَستُم بِآخِذيهِ إِلّا أَن تُغمِضوا فيهِ

” Dan janganlah kalian sengaja memilih harta yang jelek untuk diinfakkan. Seandainya harta yang jelek itu diberikan kepada kalian, niscaya kalian tidak mau menerimanya kecuali dengan menutup mata dan terpaksa menerima karena kejelekannya. Bagaimana mungkin kalian rela memberikan sesuatu kepada Allah padahal kalian sendiri tidak mau menerimanya?! “

Lalu Allah عز وجل menutup perkataanNya dengan memuji diriNya dan mengingatkan kepada kita bahwa Allah Maha Kaya atas apa yang sudah kalian perbuat,

وَاعلَموا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَميدٌ

“Dan ketahuilah bahwa Allah tidak membutuhkan infak kalian. Dia Maha Terpuji di dalam Żat dan tindakan-Nya.”

Allahu ‘alam bish showab.

Riza Ashfari Mizan
Alumni Imam Muhammad Bin Sa'ud Islamic University (LIPIA Jakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca surat al Kahfi di hari jumat salah, Benarkah ?

Perlu diketahui bahwa secara umum ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang dianjurkan membaca surat-surat tertentu pada hari jumat, seperti surat Yasin, al Kahfi, dan...

Apa itu Hatibul Layl ?

  حاطب ليل Pencari kayu bakar di malam hari. Sebenarnya gelar ini digagas oleh para kritikus riwayat terhadap sekian banyak ulama dan perawi ketidak mampuannya dalam membedakan...

Istri-istri Nabi Muhammad

Bahwa sudah diketahui bersama, sebagaimana manusia biasa, Nabi juga bisa menikah. Dan perlu diketahui juga, bahwa fitrah dari makhluk adalah Allah jadikan mereka berpasang-pasangan....

Al Hafiz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuthi

Nama beliau Abdurrahman bin al Kamal. Kuniyah beliau Abu al Fadhl, adapun laqob beliau Jalaluddin. Lahir pada malam ahad awal bulan Rajab tahun 849 H...