Home Khazanah Islam Mimpi Itu Ada 3 Macam, Apa Saja?

Mimpi Itu Ada 3 Macam, Apa Saja?

Mimpi atau bunga tidur merupakan bagian dari kejadian yang dirasakan oleh setiap orang dalam tidurnya. Mimpi merupakan gambaran atau cerita yang tercipta ketika tidur, mimpi terkadang terasa begitu nyata sehingga terkadang kita merasa sedih, bahagia, bahkan sampai ketakutan. Semua orang yang tidur pasti bermimpi meskipun setelah terbangun tidak semua orang mampu mengingat apa yang dimimpikannya ketika tidur.

Dalam Islam mimpi seseorang terkadang bukan hanya sebagai bunga tidur, sebagaimana mimpinya para Nabi dan Rasul yang merupakan wahyu dari Allah untuk mereka. Hal ini sebagaimana kisah mimpi Nabi Yusuf yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an,

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَٰجِدِينَ

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”. (QS Yusuf:4)

Mendengar mimpi yang dialami oleh anaknya itu, Ayah Nabi Yusuf yang merupakan seorang Nabi pula mengetahui bahwa itu adalah isyarat dari Allah bahwa suatu saat nanti anaknya tersebut akan menjadi orang besar dan orang berpengaruh.

Dalam kisah lain yang lebih masyhur sebagaimana kisah mimpinya Nabi Ibrahim yang di dalam mimpi tersebut ia melihat dirinya sedang menyembelih putranya sendiri, yakni Nabi Ismail alaihissalam. Setelah memimpikan hal tersebut beberapa kali, Nabi Ibrahim menyadari bahwa itu adalah wahyu dari Allah yang harus ditunaikan olehnya.

Dalam sebuah hadist  rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam juga bersabda.

لَمْ يَبْقَ مِنَ النُّبُوَّةِ إِلاَّ المُبَشِّرَاتِ، قَالُوْا: وَمَا المُبَشِّرَاتُ؟ قَالَ: الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ

“Tidak tersisa dari kenabian kecuali kabar-kabar gembira.’ Para sahabat bertanya, ‘Apa kabar gembira tersebut?’ Beliau menjawab, ‘Mimpi yang baik.’” (HR. Bukhari)

Dari kisah diatas ternyata mimpi itu terkadang bukanlah bunga tidur semata, bisa jadi mimpi mimpi tersebut adalah wahyu atau pesan dari Allah untuk hamba-hambanya.

Pembagian Mimpi.

Mimpi terkadang menimbulkan beberapa sensasi, seperti bahagia, sedih, bahkan juga terkadang mimpi terlihat sangat menakutkan. Berikut adalah pembagian mimpi yang harus diketahui dengan seksama.

1. Mimpi Yang Baik

Mimpi yang baik adalah mimpi yang datangnya dari Allah sebagaimana mimpinya para Nabi dan Rasul yang merupakan kabar gembira serta wahyu dari Allah. Mimpi ini juga dirasakan oleh hamba-hamba Allah yang lainnya dan merupakan nikmat dari Allah. Hal itu karena Allah menampakkan  sesuatu yang baik, dan tentunya itu akan membuat hati tenang, lebih bersemangat dan gembira.

2. Mimpi Yang Buruk.

Mimpi yang buruk datangnya dari permainan syaithan, mereka menampakkan hal-hal buruk di dalam mimpi seseorang dengan tujuan untuk mengganggunya dan menakut-nakutinya. Hal yang bisa dilakukan agar terhindar dari mimpi-mimpi yang demikian adalah dengan meminta perlindungan kepada Allah sebelum tidur dengan do’a-do’a yang diajarkan oleh rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam.

Mimpi-mimpi yang buruk ini tidak akan membahayakan siapapun yang memimpikannya karna itu hanya permainan syaithan, maka tidak perlu untuk menceritakannya kepada orang lain atau bahkan mencari orang-orang yang dianggap mampu membuka tabir mimpi, karena itu adalah hal yang sia-sia dan menyelisihi syariat Islam. Cukuplah ia meminta perlindungan dari Allah  dan tidak perlu menceritakannya kepada orang lain. Dalam sebuah hadist Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

إذا رأى أحدكم رؤيا يحبها فإنما هي من الله تعالى فليحمد الله عليها وليحدث بها وفي رواية فلا يحدث بها إلا من يحب وإذا رأى غير ذلك مما يكره فإنما هي من الشيطان فليستعذ من شرها ولا يذكرها لأحد فإنها لا تضره

“Jika salah seorang dari kalian bermimpi hal yang baik maka itu datangnya dari Allah, maka hendaknya ia bersyukur kepada-Nya dan menceritakannya kepada orang lain. Namun apabila ia mengalami mimpi yang buruk yang membuatnya ketakutan maka itu datangnya dari syaithan maka hendaknya ia meminta perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut dan janganlah ia menceritakannya kepada yang lain karena itu tidak akan membahayakannya.” (HR Bukhari-Muslim)

3. Mimpi Biasa

Mimpi ini merupakan mimpi yang lumrah terjadi dan tidak memiliki tujuan atau makna apapun. Mimpi ini biasanya sangat erat dengan keadaan emosi dan fikiran seseorang. Ketika seseorang terlalu sering menyibukkandiri dengan memikirkan sesuatu maka apa yang ia fikirkan akan terbawa sampai kedalam mimpi, seseorang yang sedang jatuh cinta maka akan sangat sering memimpikan orang yang dicintainya karena hati dan fikirannya sering memikirkannya ketik sadar.

Mimpi ini adalah mimpi yang lumrah terjadi, tidak ada tujua dibalik mimpi tersebut dan mimpi inilah yang lebih dekat disebut dengan bunga tidur.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Fase Pensucian Sebelum Masuk Syurga.

Diantara nikmat terbesar yang Allah janjikan kepada hamba-hambanya yang taat adalah nikmat syurga, dimana syurga merupakan pembalasan yang setimpal bagi mereka yang sabar melawan...

Belajar Husnudzan Dari Semut

Husnu “Dzan’’ berasal dari dua kata, pertama “Husnu” yang berarti baik, dan kata “Dzan yang berarti "Prasangka”. Jika keduanya digabungkan, maka memberikan makna prasangka...

Belajar Bahasa Arab Wujud Dari Kesempurnaan Iman Kepada Allah

Berbahasa merupakan salah satu dari sekian banyaknya pilihan manusia untuk mewujudkan keharmonisan di dalam kehidupan mereka. Tentu tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa adalah sarana paling...

Mengingat Nasehat Buya Hamka Bagi Para Pendakwah

Dakwah merupakan metode yang terbaik untuk mengajak hambaNya menuju jalan yang diridai oleh Allah Y. Hal ini salah satu wujud dari jawaban kita terhadap...