Home Khazanah Islam 5 Keutamaan Puasa Di Bulan Ramadhan

5 Keutamaan Puasa Di Bulan Ramadhan

Bulan ramadhan merupakan bulan yang paling ditunggu oleh seluruh kaum muslimin, di bulan ini terkumpul banyak sekali kebaikan, hal ini karena bulan ramadhan merupakan penghulu segala bulan, maka tak heran jika Allah mengistimewakan bulan ini dibandingkan bulan-bulan yang lain.

Diantara amalan terkhusus yang ada di bulan ramadhan adalah puasa ramadhan, puasa ini dilaksanakan sebulan penuh dan inilah yang membedakannya dengan puasa dibulan-bulan lain. Amalan istimewa ini memiliki banyak keutamaan, berikut diantara keutamaan puasa di bulan ramadhan yang tidak boleh dilewatkan oleh kaum muslimin,

1. Bulan Penjaga Dari Kemaksiatan

Bulan ramadhan seakan-akan menjadi baju besi bagi setiap mu’min yang menghalanginya serta menjaganya dari panah-panah setan, orang yang berpuasa cenderung lebih mampu mengontrol emosinya serta menghadirkan sifat malu untuk berbuat kemaksiatan di depan khahalayak ramai. Alhasil, sekalipun ia belum bisa meninggalkan kemaksiatan, setidaknya ia malu untuk melakukan  maksiat secara terang-terangan di depan umum.

Dalam sebuah hadist, rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَلاَ يَرْفثْ وَلاَ يَجْهَلْ، وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ، فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائمٌ

“Puasa adalah pelindung, maka hendaklah orang yang berpuasa tidak berkata keji dan buruk, dan apabila ada yang mengajaknya bertengkar atau mencacinya, maka katakanlah ‘Aku sedang berpuasa”. (HR Bukhari)

Di dalam hadist di atas Allah menjelaskan diantara sifat-sifat orang yang berpuasa adalah mampu menjaga lisannya dari perkataan yang buruk dan keji. Kemudian Allah juga mengajarkan hamba-Nya untuk mampu mengontrol emosi dengan baik, apabila ada orang-orang yang hendak mendatangkan keburukan baginya, maka jalan selamat yang ia tempuh adalah menahan diri.

2. Pahala Yang Berlimpah.

Bulan ramadhan adalah tempat untuk memanen ladang pahala, semua orang bisa memperolehnya dengan sebanyak-banyaknya, apa yang akan didapatkan di bulan ini dari kebaikan-kebaikan maka jumlahnya akan berlipat-lipat dari apa yang ia dapatkan di bulan-bulan lain.

Dalam sebuah hadist rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda.

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ – تَعَالَى – مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ، يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي، الصِّيَامُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا

“Dan demi jiwaku yang berada di Tangan-Nya, bau mulutnya orang yang berpuasa di sisi Allah  jauh lebih harum ketimbang bau minyak kesturi, ia meninggalkan makanannya dan syahwatnya karena Aku, dan puasanya untuk-Ku dan Akulah yang akan memberinya balasan, dan setiap kebaikan akan digandakan 10 kali lipat.” (HR. Bukhari)

Dalam hadist ini rasulullah sampai bersumpah untuk menekankan bahwa bau mulut orang yang berpuasa jauh lebih harum dri minyak kesturi, tentu hal ini menunjukan betapa agungnya ibadah ini. Dan dalam hadist ini juga terkandung makna keikhlasan sesungguhnya, yakni ketika seseorang ikhlas meninggalkan makanannya dan syahwatnya demi Allah, padahal dua hal ini merupakan hal yang paling dicintai olehh setiap orang, maka ketika ia meninggalkannya demi Allah, maka itulah puncak dari keikhlasan ibadah kepada rabb-Nya.

3. Pintu Khusus Di Syurga

Sebagaimana kita ketahui bahwa syurga memiliki banyak pintu, orang yang gemar shalat maka ia akan masuk melalui pintu shalat, demikian juga orang yang berpuasa dengan ikhlas dan sabar maka ia akan masuk melalui pintu khusus di dalam syurga, yakni pintu puasa.

إِنَّ فِي الجَنَّة بَابًا يُقَالُ لَهُ: الرَّيَّانُ، يدْخُلُ مِنْهُ الصَّائمونَ يومَ القِيامةِ، لاَ يدخلُ مِنْه أَحدٌ غَيرهُم

“Sesungguhnya di syurga ada satu pintu yang disebut ‘rayyan’ akan masuk ke dalamnya orang-orang yang berpuasa di hari kiamat, dn tidak masuk ke dalamnya keculi mereka”. (Muttafaqun Alaihi)

Dan inilah di antara keutamaan puasa dibulan ramadhan, ketika Allah memberikan jalan khusus menuju syurga, yakni melalui pintu “ar-rayyan” pintu yang khusus di masuki oleh orang-orang yang gemar berpuasa dan menahan diri terhadap segala hal yang merusak puasanya.

5. Puasa Menumbuhkan Rasa Syukur

Puasa mengajarkan kita rasa syukur, hal ini dapat dlihat dari dua hal.

Pertama, ketika seseorang berpuasa maka dia akan menahan diri dari makanan dan syahwatnya selama beberapa waktu sampai tubuhnya lemas, maka saat waktu berbuka tiba betapa bahagianya ia karena tubuhnya bisa kembali mengunyah sesuap makanan yang akan menguatkan tubuhnya, maka pada saat-saat inilah rasa syukurnya akan muncul, berbeda di hari-hari yang lain ketika ia bisa mengunyah makanan kapanpun maka rasa syukurnya pun berkurang.

Kedua, Ketika berpuasa dan di saat-saat dalam kondisi lemas dan kelaparan maka ia akan merasakan bagaimana keadaan orang-orang fakir dan miskin yang kelaparan karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan, maka rasa syukurnya tumbuh dan rasa berbaginya juga tumbuh.

5. Mengendalikan Syahwat.

Syahwat seseorang berkobar ketika ia dalam keadaan bebas, tak terkecuali ketika seseorang dalam keadaan kenyang maka ia akan lebih mudah melakukan kemaksiatan, hal itu dikarenakan ia tidak disibukkan dengan hal apapun. Berbeda keadaan dengan orang yang kelaparan, maka laparnya itu akan menyibukkannya dari hal lain, otomatis ia akan memilih diam dari pada harus berbuat maksiat, karena maksiat akan terasa hambar ketika perut lapar.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca surat al Kahfi di hari jumat salah, Benarkah ?

Perlu diketahui bahwa secara umum ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang dianjurkan membaca surat-surat tertentu pada hari jumat, seperti surat Yasin, al Kahfi, dan...

Apa itu Hatibul Layl ?

  حاطب ليل Pencari kayu bakar di malam hari. Sebenarnya gelar ini digagas oleh para kritikus riwayat terhadap sekian banyak ulama dan perawi ketidak mampuannya dalam membedakan...

Istri-istri Nabi Muhammad

Bahwa sudah diketahui bersama, sebagaimana manusia biasa, Nabi juga bisa menikah. Dan perlu diketahui juga, bahwa fitrah dari makhluk adalah Allah jadikan mereka berpasang-pasangan....

Al Hafiz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuthi

Nama beliau Abdurrahman bin al Kamal. Kuniyah beliau Abu al Fadhl, adapun laqob beliau Jalaluddin. Lahir pada malam ahad awal bulan Rajab tahun 849 H...