Home Fiqih Hukum Mengusap Wajah Setelah Qunut, Bolehkah?

Hukum Mengusap Wajah Setelah Qunut, Bolehkah?

Diantara hal yang sering dilakukan oleh orang-orang setelah membaca do’a adalah mengusapkan wajahnya dengan kedua tangganya, hal ini sudah menjadi kebiasaan dan hampir dilakukan oleh semua orang. Tak terkecuali bahwa kebiasaan ini juga sering kita dapati dalam shalat, yakni ketika selesai membaca do’a qunut, lalu apakah hal ini dibenarkan dalam syariat? atau ini hanya kebiasaan yang seharusnya tidak dilakukan?

Dalam masalah ini ada 2 pendapat yang masyhur dikalangan para ulama,

1. Tidak dianjurkan untuk mengusap wajah ketika selesai Qunut.

Ini adalah pendapat yang masyhur dalam Madzhab Syafi’i meskipun sebagian ulama syafi’iyah membolehkan untuk mengusap wajah setelah selesai dari qunut, akan tetapi pendapat yang dipilih oleh mayoritas ulama madzhab Syafi’i adalah tidak dianjurkannya untuk mengusap wajah ketika selesai dari qunut. Imam Nawawi dalam kitabnya Majmu’ syarah al-Muhadzab menerangkan,

قال البيهقي لست أحفظ في مسح الوجه هنا عن أحد من السلف شيئا وإن كان يروى عن بعضهم في الدعاء خارج الصلاة فأما في الصلاة فهو عمل لم يثبت فيه خبر ولا أثر

Dan berkata Imam al-Baihaqi : “ Aku sama sekali tidak menghafal dari seorangpun dari generasi salaf bahwa ada pensyariatan mengusap wajah (setelah qunut), meskipun ada yang meriawayatkan dari sebagian salaf tentang kebolehan mengusap wajah dalam do’a diluar shalat, adapun di dalam shalat maka itu adalah amalan yang tidak ada keterangan dan contohnya dari para salaf”. (3/500)

Kemudian Imam Nawawi melanjutkan nukilannya,

فالأولى أن لا يفعله ويقتصر على ما نقله السلف عنهم من رفع اليدين دون مسحهما بالوجه في الصلاة

“Maka yang lebih utama adalah tidak mengerjakannya, dan kita mencukupkan dengan apa yang dinukil dari para salaf dari hanya mengangkat kedua tangan dengan tanpa mengusapkan keduanya di wajah ketika shalat”. (3/501)

Dalam Madzhab syafi’i mengusap wajah setelah berdo’a dibedakan hukumnya sesuai dengan keadaan, jika do’a tersebut dibaca diluar shalat maka dibolehkan untuk mengusapkan kedua tangannya setelah selesai berdo’a. Adapun do’a-do’a yang dibaca dalam shalat, meskipun dianjurkan untuk mengangkat tangan  seperti do’a qunut, namun tidak dianjurkan untuk mengusapkan kedua tangannya setelah selesai darinya.

2. Mengusap Wajah Setelah Qunut Dibolehkan.

Ini adalah pendapat yang masyhur dalam Madzhab Hambali. Sama Halnya dalam Madzhab syafi’i, para ulama dalam madzhab Hambali juga berselisih pendapat di dalamnya, sebagian dari mereka tidak menganjurkan untuk mengusap wajah setelah qunut, akan tetapi pendapat yang dipilih dalam madzhab hambali adalah dibolehkannya untuk mengusap wajah setelah Qunut. Imam Ibnu Qudamah dalam kitabnya Al-Mughni menjelaskan,

وَلِأَنَّهُ دُعَاءٌ يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِيهِ، فَيَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ، كَمَا لَوْ كَانَ خَارِجًا عَنْ الصَّلَاةِ

“Dan kerena qunut adalah do’a yang dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan di dalamnya, maka dibolehkan untuk mengusap kedua wajahnya dengan kedua tanggannya, hal ini sebagaimana bolehnya mengusap wajah ketika berdo’a diluar shalat”. (2/114)

Permasalahan ini masuk kedalam ranah khilafiyah dikalangan para ulama, sebagain membolehkan dan sebagian tidak membolehkan, akan tetapi dalam hal ini pendapat yang lebih tepat adalah tidak dianjurkannya untuk mengusap wajah setelah selesai dari qunut karena memang tidak diriwayatkan keterangan serta contohnya dari dari para salaf. Wallahu a’lam.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Fase Pensucian Sebelum Masuk Syurga.

Diantara nikmat terbesar yang Allah janjikan kepada hamba-hambanya yang taat adalah nikmat syurga, dimana syurga merupakan pembalasan yang setimpal bagi mereka yang sabar melawan...

Belajar Husnudzan Dari Semut

Husnu “Dzan’’ berasal dari dua kata, pertama “Husnu” yang berarti baik, dan kata “Dzan yang berarti "Prasangka”. Jika keduanya digabungkan, maka memberikan makna prasangka...

Belajar Bahasa Arab Wujud Dari Kesempurnaan Iman Kepada Allah

Berbahasa merupakan salah satu dari sekian banyaknya pilihan manusia untuk mewujudkan keharmonisan di dalam kehidupan mereka. Tentu tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa adalah sarana paling...

Mengingat Nasehat Buya Hamka Bagi Para Pendakwah

Dakwah merupakan metode yang terbaik untuk mengajak hambaNya menuju jalan yang diridai oleh Allah Y. Hal ini salah satu wujud dari jawaban kita terhadap...