Home Fiqih Kapan Waktu Melaksanakan Shalat Taubat?

Kapan Waktu Melaksanakan Shalat Taubat?

Para ulama bersepakat tentang pensyariatan shalat taubat bagi orang-orang yang telah melakukan dosa.  Hal ini tentunya sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Abu bakar ia berkata,

سَمِعت رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم يَقُول:  مَا من عبد يُذنب ذَنبا فيُحسِنُ الطّهُور ثمَّ يقوم فَيصَلي رَكْعَتَيْنِ ثمَّ يسْتَغْفر الله إِلَّا غفر الله لَهُ

Aku mendengar rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda, “Tidaklah seorang hamba telah berbuat dosa, kemudian ia menyempurnakan wudhu’nya, kemudian ia bangkit untuk melaksanakan shalat 2 raka’at kemudian ia meminta ampun kepada Allah kecuali Allah akan mengampuninya.” (HR Ahmad)

Dalam hadist ini rasulullah menjelaskan bahwa orang yang melakukan dosa, maka jika ia ingin benar-benar di ampuni oleh Allah maka hendaknya ia mengambil air wudhu’ lalu kemudian shalat 2 rakaat dan meminta ampun kepada Allah atas dosa yang telah ia lakukan.

Para ulama menjelaskan bahwa bertaubat dari dosa adalah wajib dan harus disegerakan, adapun menyempurnakannya dengan 2 raka’at shalat taubat adalah sunnah (dianjurkan) dan bukan kewajiban. Artinya ketika seseorang berbuat dosa kemudian ia mencukupkan diri dengan bertaubat saja tanpa mengerjakan 2 rakaat shalat taubat maka itu tidak mengapa baginya.

Menyegerakan taubat adalah sebuah keharusan yang tidak boleh ditawar-tawar, meskipun yang dilakukannya dosa kecil sekalipun. Kemudian dianjurkan baginya untuk mengerjakan amal-amal kebajikan ketika bertaubat, dan yang paling afdhal adalah dengan melaksanakan dua rakaat shalat taubat, dan menjadikannya sebagai wasilah agar Allah ta’ala menerima taubatnya.

Imam Ibnu arabi ketika menjelaskan hadist diatas beliau berkata,

وَفِيه اسْتِيفَاء وُجُوه الطَّاعَة فِي التَّوْبَة، لِأَنَّهُ نَدم فطهر بَاطِنه، ثمَّ تَوَضَّأ، ثمَّ صلى، ثمَّ اسْتغْفر

“Dan ini meruapakan bentuk kesungguhan dalam bertaubat, karena ia menyesal kemudian ia mensucikan batinnya, kemudian ia berwudhu’, kemudian shalat, kemudian memohon ampun”. (Shalatu taubah fil fiqhi al-islami hal. 164)

Orang yang bertaubat, kemudian berwudhu lalu menunaikan 2 rakaat shalat taubat, maka ini menunjukan kesungguhannya dalam bertaubat ketimbang hanya mencukupkan diri dengan bertaubat saja. Semakin seseorang memperlihatkan kesungguhannya dalam bertaubat kepada Allah maka semakin sungguh pula Allah menerima taubatnya.

Kapan Waktu Shalat Taubat?

Dianjurkan untuk mengerjakan shalat taubat ketika seseorang telah melakukan dosa, kemudian ia menyesal dan bertekad untuk menghapus dosanya. Namun para ulam a berselisih pendapat tentang mana yang harus didahulukan, apakah shalat terlebih dahulu baru kemudian bertaubat atau bertaubat dahulu baru kemudian shalat?

Dalam masalah ini ada 3 pendapat dikalangan para ulama,

Pertama, Hendaknya ia shalat terlebih dahulu baru kemudian bertaubat sebagaimana urutan di dalam hadist Abu Bakar diatas.

Kedua, Yang lebih tepat adalah mengerjakan shalat 2 rakaat setelah bertaubat terlebih dahulu

Ketiga, Boleh melakukan kedua-duanya, baik bertaubat terlebih dahulu baru kemudian shalat, atau shalat terlebih dahulu baru kemudian bertaubat.

Adapun pendapat yang paling tepat adalah pendapat pertama, yakni melaksanakan shalat taubat terlebih dahulu baru kemudian bertaubat. Sebenarnya ketiga pendapat diatas tidak saling bertentangan, Karena hakikatnya taubat ada 2

  1. Taubat Lisan.

Yang dimaksud dengan taubat lisan adalah mengutarakan penyesalah terhadap Allah atas segala dosa yang telah ia perbuat kemudian memohon ampun agar Allah menghapuskan dosanya dan tidak menghukumnya dengan dosa tersebut. Maka taubat ini afdhalnya dilakukan setelah melaksanakan 2 raka’at shalat taubat terlebih dahulu, dan taubat lisan inilah yang dimaksudkan dalam hadist untuk dikerjakan setelah shalat 2 raka’at.

2. Taubat Hati.

Taubat hati adalah tekad dan niat untuk bertaubat setelah melakukan dosa, maka tentu hal ini dilakukan sebelum shalat, karena seseorang tidak mungkin shalat 2 rakaat taubat kecuali sudah ada dalam hatinya niat dan tekad untuk bertaubat. Niat ini juga bagian dari taubat, atau lebih tepat disebut dengan taubat hati, maka ia letaknya sebelum shalat, adapun taubat setelah shalat 2 rakaat taubat dalah taubat lisan.

Adapun pelasanaan shalat taubat maka sama dengan shalat-shalat sunnah lainnya, dikerjakan dengan 2 rakaat lengkap syarat dan rukunnya sebagaiamana shalat pada umumnya. Shalat ini juga disyariatkan untuk dikerjakan sendirian, karena tidak termasuk shalat yang boleh untuk dikerjakan secara berjama’ah.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...