Home Muamalah Sudah Tahu Keutamaan Bertaubat? Apa Hukum Taubat Dari Dosa, Tapi Masih Terus...

Sudah Tahu Keutamaan Bertaubat? Apa Hukum Taubat Dari Dosa, Tapi Masih Terus Mengerjakan Dosa Lainnya?

Sebagaimana ketaatan memiliki pengaruh dan dampak kebaikan bagi kehidupan seorang hamba, maka demikian pula maksiat, ia mempunyai dampak yang membinasakan dan menghancurkan kehidupan seorang hamba.

Apa sih pengaruh dan dampak ketaatan bagi seorang hamba? Apakah Alloh hanya sekedar memerintahkan perbuatan baik? apakah kewajiban yang Alloh syariatkan hanya sekedar untuk dikerjakan?

Sekali-kali tidak, Sebab segala sesuatu yang Alloh perintahkan pasti mendatangkan manfaat bagi seorang hamba, dan tidaklah Alloh Subhaanahu wata’aalaa melarang sesuatu, kecuali di dalamnya terdapat mudhorat dan kerugian.

Ketaatan kepada Alloh Subhaanahu wata’aalaa merupakan cahaya yang menyinari wajah dan hati, penyebab kelapangan rezeki, dan mendatangkan kecintaan Alloh, juga kecintaan di antara manusia.

Berkata Ibnu ‘Abbas –Rodiyallohu ‘Anhumaa– :

أن للحسنة ضياء في الوجه، ونوراً في القلب، وقوة في البدن، وسعة في الرزق، ومحبة في قلوب الخلق

“Sesungguhnya dampak dari perbuatan baik ialah dapat menyinari wajah, cahaya bagi hati, kekuatan untuk jasmani, keluasan Rezeki, dan kecintaan di antara makhluk.”(Al-waabil As-shoyyib, hlm 30)

Ibnul Qoyyim –Rohimahulloh– pernah berkata:

أَنَّ رِضَاءَهُ فِي سُؤَالِهِ وَطَاعَتِهِ، وَإِذَا رَضِيَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَكُلُّ خَيْرٍ فِي رِضَاهُ، كَمَا أَنَّ كُلَّ بَلَاءٍ وَمُصِيبَةٍ فِي غَضَبِهِ

“Sesungguhnya Keridhoan Alloh terletak pada permohonan (Doa) dan ketaatan kepada-Nya, Jika Alloh Tabaaroka wata’aalaa Ridho, Maka seluruh kebaikan akan berada dalam Keridhoan-Nya, sebagaimana Setiap bencana dan musibah (terjadi) di sebabkan karena kemaksiatan kepada Alloh dan murka-Nya.”(Ad-daa’ waddawaa’, hlm 18)

Lantas apa dampak buruk kemaksiatan ?

Banyak, di antaranya coba renungkan apa yang pernah di katakan Imam Ibnul Qoyyim -Rohimahulloh- :

وَمِنْ عُقُوبَاتِ الذُّنُوبِ: أَنَّهَا تُضْعِفُ فِي الْقَلْبِ تَعْظِيمَ الرَّبِّ جَلَّ جَلَالُه

“Di antara akibat perbuatan dosa ialah: Sesungguhnya Dosa itu menjadikan dalam hati seseorang lemah dalam mengagungkan  Rabb Jalla Jalaaluh.”(Ad-daa’ waddawaa’, hlm 69)

Beliau juga berkata :

وَمِنْ عُقُوبَاتِهَا: أَنَّهَا تَمْحَقُ بَرَكَةَ الْعُمُرِ، وَبَرَكَةَ الرِّزْقِ، وَبَرَكَةَ الْعِلْمِ، وَبَرَكَةَ الْعَمَلِ، وَبَرَكَةَ الطَّاعَةِ

“Di antara dampak maksiat ialah, Menghapus keberkahan umur, keberkahan rezeki, keberkahan ilmu dan amal, serta menghapus berkahnya ketaatan”.( Ad-daa’ waddawaa’, hlm 84)

Betapa rugi dan binasanya diri, kalau kita membiarkannya terus menerus berbuat maksiat tanpa memohon ampun serta bertaubat kepada Alloh ‘Azza wa Jalla.

Keutamaan Bertaubat

Apa sih keutamaan bagi orang yang bertaubat? apa selama ini yang kita tahu bahwa keutamaan bertaubat hanya sekedar dihapuskan dosa-dosa yang kita kerjakan jika kita bertaubat ?

Sungguh bagi orang-orang yang bertaubat kepada Alloh akan mendapatkan berbagai keutamaan yang sangatlah banyak, berikut beberapa keutamaan bertaubat kepada Alloh Subhaanahu wata’aalaa:

Pertama, Taubat mendatangkan kecintaan Alloh ‘Azza wa Jalla, walaupun pelakunya taubat dari dosa yang kembali terulang.

Alloh Subhaanahu wata’aalaa berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلتَّوَّ ٰ⁠بِینَ وَیُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِین

Artinya : “Sungguh, Allah menyukai orang yang taubat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”(QS. Al-Baqarah: 222)

Di sebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir: “Alloh mencintai orang-orang yang bertaubat” yakni: dari dosa yang mereka kerjakan meskipun dosa tersebut terulang kembali.”(Tafsir Al-Qur’an Al-‘adzim, 1/588)

Kedua, Orang yang bertaubat menjadikan pelakunya kembali dalam kemuliaan di sisi Alloh ‘Azza wa Jalla.

Alloh Subhaanahu wata’aalaa berfirman :

وَهُوَ ٱلَّذِی یَقۡبَلُ ٱلتَّوۡبَةَ عَنۡ عِبَادِهِۦ وَیَعۡفُوا۟ عَنِ ٱلسَّیِّـَٔاتِ وَیَعۡلَمُ مَا تَفۡعَلُونَ

Artinya: “Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.”(QS. Asy-syura: 25)

Al-imam As-sa’di -Rohimahulloh- menyebutkan dalam tafsirnya: “Maksud dari وَیَعۡفُوا۟ عَنِ ٱلسَّیِّـَٔاتِ ”   “ ialah: Alloh Subhaanahu wata’aalaa menghapus dosa-dosa orang yang bertaubat, juga menghapus dampak dari perbuat aib dosa-dosanya, serta menghapus hukuman atas kesalahan-kesalahannya, dan membuat ia kembali mulia di sisi-Nya, seakan-akan ia tidak pernah berbuat kemaksiatan sesama sekali, dan Alloh mencintai serta memberikan taufik untuknya dalam perkara yang mendatangkan kebahagiaan untuknya.”(Taaisirul kariim Ar-rahman, hlm 758).

Ketiga, Merupakan Sebab seorang hamba masuk ke dalam Syurga dan terhindar dari Neraka.

Alloh Subhaanahu wata’aalaa menyebutkan tentang hal ini dalam firman-Nya:

إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَـٰلِحࣰا فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ یَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ وَلَا یُظۡلَمُونَ شَیۡـࣰٔا

Artinya: “Kecuali orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dizhalimi (dirugikan) sedikit pun.”(QS. Maryam: 60)

Imam Ibnu Katsir berkata: “Kecuali orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan kebajikan”, Yaitu: Kecuali orang yang kembali mendirikan sholat dan meninggalkan perbuat syahwat, Karna sesungguhnya Alloh menerima taubatnya, dan Alloh menjadikan akhir dari urusannya dengan kebaikan, menjadikan ia pewaris Syurga Na’iim. Oleh karena itu, Alloh Subhaanahu wata’aalaa berfirman: “maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dizhalimi (dirugikan) sedikit pun.” Hal itu di sebabkan karna taubat menghapus (menutupi) dosa-dosa sebelumnya, sebagaimana terdapat dalam hadits lainnya, “Orang yang bertaubat dari dosa sama seperti orang tidak berdosa.”(Tafsir Al-Qur’an Al-‘adzim: 5/246)

Keempat, Taubat merupakan sebab dari rahmat Alloh Ta’aalaa.

Alloh Tabaaroka wata’aalaa berfirman:

وَٱلَّذِینَ عَمِلُوا۟ ٱلسَّیِّـَٔاتِ ثُمَّ تَابُوا۟ مِنۢ بَعۡدِهَا وَءَامَنُوۤا۟ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعۡدِهَا لَغَفُورࣱ رَّحِیمࣱ

Artinya: ”Dan orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan, kemudian bertobat dan beriman, niscaya setelah itu Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Di sebutkan dalam At-tafsir Al-muyassar tentang penafsiran ayat ini:

“Dan orang-orang yang berbuat kejahatan berupa kekufuran dan kemaksiatan, kemudian berbalik kepada keimanan dan mengerjakan amal sholeh,  setelah bertaubat dengan taubat nasuha, maka sesungguhnya Robbmu benar-benar Maha Pengampun terhadap perbuatan perbuatan mereka, tanpa menyingkap aib perbuatan-perbuatan tersebut,  juga maha Penyayang pada mereka, serta Maha Penyayang bagi siapa saja yang sama seperti mereka dari orang-orang yang bertaubat.”(At-tafsir Al-muyassar: 1/169)

Selain dari keutamaan-keutamaan bertaubat di atas, masih banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan terkait orang-orang yang bertaubat, oleh karena itu semoga menjadi motivasi yang kuat bagi kita untuk selalu bertaubat dan memohon ampun dari dosa-dosa yang kita kerjakan.

Taubat Muqoyyad

Taubat Muqoyyad maksudnya adalah, taubat dari salasatu jenis dosa tertentu yang pernah di kerjakan.

Lantas bagaimana hukum bertaubat dari dari dosa, lalu masih terus mengerjakan  dosa  lainnya ?

Berkaitan dengan hal ini, berikut nukilan ringkas dari perkataan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-‘Utsaimin -Rohimahulloh-, beliau berkata:

Para Ulama -Rohimahumulloh- berbeda pendapat dalam masalah ini, apakah diterima taubat orang yang mengerjakan suatu dosa bersamaan dengan terus-menerus mengerjakan dosa lainnya.

Sebagian dari para Ulama berpendapat: taubat orang yang melakukan suatu dosa meskipun ia terus melakukan dosa lainnya adalah taubat yang sah, taubatnya diterima dari perbuatan dosa tersebut, dan dosanya yang lain bagaimanapun masih tetap ada padanya.

Ulama lainnya berpendapat: tidak diterima taubat orang yang melakukan suatu dosa sedangkan ia masih terus mengerjakan dosa lainnya.

Di antara para Ulama ada yang merinci: jika dosa yang ia kerjakan adalah dosa yang sejenis dari dosa yang ia bertaubat darinya, maka taubatnya tidaklah diterima, jika bukan bagian dari dosa yang sejenis(dosa besar, pen) maka taubatnya diterima.

Contohnya, orang yang bertaubat dari dosa riba, akan tetapi “Wal ‘iyaadzu billah” Ia juga meminum Khamr dan terus-menerus melakukannya. Maka taubat yang seperti ini tidaklah diterima, bagaimana mungkin ia bertaubat sedangkan ia masih terus bermaksiat ?

Sebagian Ulama lagi berkata: “ justru taubat yang demikian adalah taubat yang sah, karena perbuatan riba adalah perkara lain yang berbeda dengan perbuatan meminum khamar.

Yang Shohih dalam permasalahan ini ialah, bertaubat dari suatu dosa dan terus-menerus mengerjakan dosa lainnya adalah taubat yang sah, akan tetapi pelakunya tidak disebut bertaubat secara mutlak, dan tidak berhak mendapatkan pujian sebagaimana pujian bagi orang-orang yang taubat secara mutlak, karna ia belum bertaubat secara sempurna, tapi taubatnya merupakan “taubat naaqishoh” (taubat yang cacat, pen).(Syarhu Riyadhu As-sholihin, 1/93)

Demikian, semoga Alloh ‘Azza wa Jalla memberikan Taufik-Nya kepada kita semua.

Wallohu a’alam bisshowaab.

Tolitoli, 23 Jumada al-Ula 1442 H.

Abriansyah Lc.
Alumni Imam Muhammad Bin Saud Islamic University (LIPIA Jakarta) Fakultas Syariah Jurusan Perbandingan Madzhab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...