Home Khazanah Islam Bagaimanakah Sosok "Dabbah" Hewan Yang Akan Keluar Menjelang Kiamat

Bagaimanakah Sosok “Dabbah” Hewan Yang Akan Keluar Menjelang Kiamat

Diantara tanda-tanda menjelang dekatnya hari kiamat adalah keluarnya sosok “Dabbah” yang menjadi pertanda bahwa bumi akan segera hancur dalam waktu yang dekat. Binatang ini keluar ketika manusia berada dalam seburuk-buruknya keadaan, sosok ini Allah sebutkan langsung di dalam Al-Qur’an:

وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ

“Dan Apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan makhluk bergerak yang bernyawa dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak yakin dengan ayat-ayat kami.” (QS An-Naml : 82)

Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menerangkan,

هذه الدابة تخرج في آخر الزمان عند فساد الناس وتركهم أوامر الله وتبديلهم الدين الحق. يخرج الله لهم دابة من الأرض فتكلم الناس على ذلك

“Dabbah ini akan keluar di akhir zaman ketikia manusia dalam keadaan rusak dan meninggalkan perintah-perintah Allah dan mengganti agama Allah yang benar. Allah keluarkan kepada mereka dabbah dari bumi kemudian ia akan mengatakan kepada manusia tentang hal tersebut” (3/351)

Dalam sebuah hadist, dari sahabat abdullah bin umar ia berkata,

حفظت من رسول الله صلى الله عليه وسلم حديثا لم أنسه بعد، سمعت من رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: إن أول الآيات خروجا طلوع الشمس من مغربها، وخروج الدابة على الناس ضحى

“Aku menghafal hadist dari rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam yang mana aku tidak akan melupakannya, aku mendengar rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda, diantara tanda-tanda yang paling awal (hari kiamat) adalah keluarnya matahari dari tempat terbenamnya, dan keluarnya Dabbah di waktu dhuha.” (HR Muslim)

Dari keterangan ayat dan hadist ini menunjukan bahwa Dabbah merupakan salah satu dari tanda-tanda kiamat yang nyata, keluarnya dabbah akan menjadi tanda paling utama dari dekatnya hari kehancuran. Binatang ini akan memberikan cap/tanda di dahi setiap orang yang ia temui, jika ia bertemu dengan orang kafir, maka ia akan memberikan tanda pada dahi orang tersebut bahwa ia adalah kafir.

Bagaimana Hakikat Sosok Dabbah?

Dalam hal ini terjadi banyak perselisihan dan perbedaan pendapat dari para ulama seputar bagaimana sebenarnya wujud dabbah yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an, setidaknya ada beberapa pendapat yang masyuhur dikalangan para ulama yang dihimpun oleh Imam Qurtubi dalam tasfirnya, diantaranya:

Pertama, Dabbah adalah anak unta Nabi Shalih,

Imam Al-Qurtubi dalam tafsirnya setelah menyebutkan beberapa pendapat seputar wujud fisik dari dabbah ia berkata,

أولى الأقوال أنها فصيل ناقة صالح وهو أصحها، والله أعلم

“Dan pendapat yang paling utama (kuat), bahwasanya dabbah adalah anak unta nabi shalih, dan ini adalah yang paling shahih, dan Allahlah yang lebih tahu.” (13/325)

Dalam kitab Tadzkirah, imam Al-Qurtubi juga menjelaskan,

وقد قيل إن الدابة التي تخرج هي الفصيل الذي كان لناقة صالح عليه السلام، فلما قتلت الناقة هرب الفصيل بنفسه فانفتح له الحجر فدخل فيه ثم انطبق عليه، فهو فيه إلى وقت خروجه

“Dan ada yang mengatakan bahwa dabbah yang keluar adalah anak unta Nabi Shaleh alaihi salam, ketika untanya dibunuh, maka anak unta tersebut lari dan kemudian terbuka untuknya sebuah batu dan kemudian ia masuk ke dalamnya, dan ia terus berada di dalamnya sampai waktu telah tiba untuk keluar.” (2/822)

Kedua, Dabbah adalah hasil dari sekumpulan binatang yang dijadikan satu.

Ketiga, Dabbah yang dimaksud dalam Al-Qur’an adalah seseorang yang mendakwahkan kepada manusia dan mengingatkan mereka seputar kesalahan dan kesyirikan yang mereka lakukan. Namun pendapat ini dibantah oleh Imam Qurthubi karena tidak berkesesuaian dengan apa yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan Hadist.

Keempat, Dabbah adalah binatang yang berambut tebal, kemudian berkaki panjang serta tingginya 60 hasta, sebagaimana hewan Jassasah yang terdapat dalam hadist tamim Ad-Dari yang terdampar disebuah pulau kemudian ia bertemu dengan hewan yang menyeramkan yang menunjukan ia tempat dimana dajjal dibelelnggu.

Kelima, Dabbah adalah sejenis ular raksasa.

Keenam, Dabbah adalah nama bagi sosok melata yang merayap diatas tanah, ia bukanlah hewan dengan jenis tertentu, akan tetapi bentuknya aneh dan mengerikan.

Imam Abdurahman as-sa’di dalam kitab tafsirnya memberikan komentar seputar bentuk fisik dabbah ia berkata,

وهذه الدابة هي الدابة المشهورة التي تخرج في آخر الزمان وتكون من أشراط الساعة، كما تكاثرت بذلك الأحاديث ولم يذكر الله ورسوله كيفية هذه الدابة، وإنما ذكر أثرها والمقصود منها، وأنها من آيات الله تكلم الناس كلاما خارقا للعادة حين يقع القول على الناس، وحين يمترون بآيات الله فتكون حجة وبرهانا للمؤمنين وحجة على المعاندين

“Hewan dabbah ini sebagaimana telah masyhur bahwa ia akan keluar di akhir zaman dan ia menjadi salah satu dari tanda-tanda hari kiamat, sebagaimana telah banyak hadist-hadist yang menjelaskannya. Allah dan rasulnya tidak menyebutkan ciri-cirinya, akan tetapi menyebutkan pengaruhnya, maksudnya adalah agar manusia tahu bahwa ia adalah termasuk dari tanda-tanda kebesaran Allah, ia akan berkata dengan perkataan yang tidak biasa ketika hari yang ditetapkan telah tiba kepada manusia, dan ketika mereka meragukan kebeneran ayat-ayat Allah, dan itu akan menjadi hujjah dan bukti bagi kaum mu’minin dan balasan bagi para penentang ayat-ayat Allah. (5/603)

Bagaimanapun bentuk dabbah, yang terpenting adalah kita bersiap-siap sebaik mungkin untuk menghadapi hari tersebut, karena orang beriman akan tetap beriman bagaimanapun bentuk dabbah itu, sebagaimana pula orang yang kafir akan tetap kafir bagaimanapun bentuk dabbah tersebut.

Yang menjadi fokus kita adalah memperbanyak amalan dan ketaatan kepada Allah, adapun berita-berita seputar tanda-tanda kiamat ini hendaknya dijadikan sebagai motivasi dan pemicu untuk terus memperbaiki dari serta dibarengi dengan keyakinan bahwa apa yang Allah dan rasulnya beritakan wajib di imani dan akan terjadi. Kita tidak perlu bersusah payah untuk menerka-nerka bagaiaman bentuk Dajjal, bagaimana bentuk dabbah, bagaimana keadaan ketika matahari keluar dari tempat terbenamnya, yang perlu difikirkan adalah bagaimana kita bersiap-siap untuk menemui hari tersebut.

 

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Fase Pensucian Sebelum Masuk Syurga.

Diantara nikmat terbesar yang Allah janjikan kepada hamba-hambanya yang taat adalah nikmat syurga, dimana syurga merupakan pembalasan yang setimpal bagi mereka yang sabar melawan...

Belajar Husnudzan Dari Semut

Husnu “Dzan’’ berasal dari dua kata, pertama “Husnu” yang berarti baik, dan kata “Dzan yang berarti "Prasangka”. Jika keduanya digabungkan, maka memberikan makna prasangka...

Belajar Bahasa Arab Wujud Dari Kesempurnaan Iman Kepada Allah

Berbahasa merupakan salah satu dari sekian banyaknya pilihan manusia untuk mewujudkan keharmonisan di dalam kehidupan mereka. Tentu tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa adalah sarana paling...

Mengingat Nasehat Buya Hamka Bagi Para Pendakwah

Dakwah merupakan metode yang terbaik untuk mengajak hambaNya menuju jalan yang diridai oleh Allah Y. Hal ini salah satu wujud dari jawaban kita terhadap...