Home Khazanah Islam Inilah Alasan Kenapa Kamu Harus Sharing Ilmu

Inilah Alasan Kenapa Kamu Harus Sharing Ilmu

Diantara amalan yang pahalanya tidak terputus setelah wafat adalah mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain. Dalam sebuah hadist, rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

إذا مات الإنسان انقطع عنه عمله إلا من ثلاثة: إلا من صدقةٍ جاريةٍ، أو علم ينتفع به، أو ولدٍ صالحٍ يدعو له

“Jika seseorang wafat, maka akan terputus darinya amalannya kecuali dari 3 Hal: Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang mendo’akannya” (HR Muslim)

Rasulullah menyebutkan di antara amalan yang pahalanya tidak terputus adalah mengajarkan ilmu yang bermanfaat, hal ini dikarenakan ilmu akan menetap pada diri orang yang diajarkan, selama orang tersebut mengamalkan apa yang telah diajarkan, maka orang yang mengajarkan akan mendapat bagian pahala darinya tanpa mengurangi pahala orang yang mengerjakan.

Semisal seseorang mengajarkan saudaranya membaca Al-Qur’an sampai mahir, maka ketika ia membaca Al-Qur’an, orang yang mengajarkannya akan mendapatkan pahala dari bacaannya tanpa mengurangi pahala si pembaca. Inilah yang dimaksud dengan amal jariyah, amal yang terus mengalir meskipun orang yang mengerjakannya sudah wafat. Hal ini sebagaimana sabda rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam:

من علَّم علماً فله أجر من عمل به، لا ينقص من أجر العامل

“Barang siapa yang mengajarkan suatu ilmu, maka ia akan mendapatkan pahala dari orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” (HR Ibnu Majah)

Dalam hadist lain ketika dalam perang khaibar, rasulullah menasehati Ali bin Abi Thalib dan berkata,

فوالله لأن يهدي الله بك رجلاً واحداً خير لك من أن يكون لك حُمْرُ النَّعم

“Demi Allah, dengan Allah memberikan hidayah kepada seseorang dengan sebabmu, itu lebih baik dari unta merah yang engkau miliki.” (HR Muttafqun ‘alaihi)

Unta merah adalah jenis unta yang paling berharga dan paling mahal di antara unta-unta lainnya, tidak semua orang mampu memiliki unta jenis ini kecuali orang-orang kaya. Namun disisi Allah, menunjukan jalan kebaikan kepada orang lain yang menjadi sebab ia mendapat hidayah dari Allah, maka itu lebih baik dari apapun. Karena dengan seseorang menunjukan jalan kebaikan kepada saudaranya, maka ia akan mendapatkan pahala dari apa yang dikerjakan oleh saudaranya tersebut.

Bahkan para ulama menjelaskan bahwa pahala mengajarkan ilmu lebih utama ketimbang pahala sedekah. Orang yang bersedekah unta kepada orang lain, maka ia hanya akan mendapatkan pahala ketika untanya masih hidup, namun jika untanya mati maka terputuslah pahalanya.

Berbeda dengan ilmu, ilmu akan terus mengalir sampai hari kiamat, karna ketika kita mengajarkan ilmu kepada seseorang, maka ia akan mengajarkan kembali kepada orang lain, kemudian orang tersebut akan mengajarkannya lagi kepada orang lain dan begitu seterusnya tidak ada batasnya. Maka selama ilmu tersebut masih diajarkan, maka selama itu pula pahala akan mengalir kepada orang yang mengajarkan.

Selain mendapatkan ganjaran pahala yang besar, orang yang mengajarkan ilmu juga akan mendapat perlakuan istimewa dari makluk-makhluk Allah yang lain, dalam sebuah hadist rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

إن الله وملائكته وأهل السموات والأرضين، حتى النملة في جحرها، وحتى الحوت، لَيُصلُّون على مُعَلِّم الناس الخير

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya dan juga penduduk langit dan bumi, sampai semut di sarangnya, dan ikan sekalipun, mereka semua mendoakan kebaikan kepada orang yang mengajarkan kebaikan.” (HR Tirmidzi)

Orang yang megajarkan ilmu mendapatkan 2 kemuliaan yang istimewa,

Pertama, Mendapatkan pahala jariyah dari orang-orang yang mengamalkan apa yang telah ia ajarkan.

Kedua, Ia senatiasa didoakan oleh makhluk-makhluk Allah yang lain, dan hal ini akan menambah keberkahan dalam hidupnya.

Di zaman ini wasilah untuk menuntut ilmu sangat banyak dan di dapati dimana-mana, banyak kajian-kajian keilmuan diadakah di masjid-masjid dan terbuka untuk umum, bahkan setiap masjid berlomba-lomba dalam menyebar luaskan dakwah dan ilmu kepada masyarakat umum.

Bahkan semakin pesatnya perkembangan teknologi juga turut serta menjadi wasilah dan wadah untuk berbagi ilmu. Banyak kajian-kajian yang sudah direkam dan kemudian diunggah di sosial media agar semakin memudahkan orang lain untuk belajar dan mengaji. Hal ini tentunya sangat memudahkan semua orang, sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak belajar.

Selain belajar, sosial media juga menyuguhkan fasilitas agar setiap orang bisa saling sharing dan berbagi video, audio dan segala bentuk file lainnya. Hal ini wajib dimanfaatkan oleh setiap orang untuk berbagi kebaikan dengan gemar mengunggah hal-hal positif, ilmu dan dakwah di akun sosial media mereka. Mudah-mudahan dengan hal tersebut ada banyak saudara-saudara kita yang mendapatkan hidayah, maka kita akan termasuk ke dalam orang-orang yang berbagi ilmu dan kebaikan kepada umat dan mendapatkan janji dan kemuliaan dari Allah atas setiap usaha baik kita dalam menyebarkan ilmu.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...