Home Fiqih Besarnya Pahala Dari Mengiring Jenazah Sampai Ke Liang Kubur

Besarnya Pahala Dari Mengiring Jenazah Sampai Ke Liang Kubur

Mengiringi Jenazah atau menghantarkannya sampai ke tempat peristirahatannya adalah hak si mayit dan merupakan kewajiban bagi orang-orang yang masih hidup. Hal ini sebagaimana sabda rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata,

سمعت رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقول: ((حق المسلم على المسلم ست))، قيل: ما هن يا رسول الله؟ وذكر منها : وإذا مات فاتبعه

Aku mendengar rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam berkata: “Hak seorang muslim terhadap saudarnya ada 6” kemudian rasulullah menyebutkan diantaranya: “Jika salah seorang dari kalian meninggal maka iringilah dia (sampai ke liang lahat)”. (HR Muttafaqun ‘alaihi)

Para ulama telah bersepakat bahwa mengiring Jenazah merupakan Fardhu kifayah, artinya apabila sebagian orang sudah mengerjakannya maka telah gugur kewajiban bagi yang lain, namun apabila semua orang bersepakat untuk mennggalkannya maka semua orang menanggung dosa yang sama.

Fadhilah Ikut Menghantarkan Jenazah sampai ke Liang lahat.

Pertama, Menjalankan Kewajiban dengan memenuhi hak saudaranya untuk dihantarkan ke tempat pembaringan terkahirnya di dunia.

Kedua, Meraih Pahala Sebesar Gunung Uhud

Dalam sebuah Hadist rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

من اتبع جنازة مسلم إيماناً واحتساباً وكان معه حتى يُصلى عليها ويفرغ من دفنها فإنه يرجع من الأجر بقيراطين، كل قيراط مثل أحد، ومن صلى عليها ثم رجع قبل أن تدفن؛ فإنه يرجع بقيراط

“Barang siapa yang ikut menghantarkan Jenazah muslim karena keimanan dan juga sebagai renungan dan ia membersamainya sampai ikut menyolatkannya, dan ikut menghantarkannya hingga dikuburkan, maka sesungguhnya ia pulang dengan membawa pahala 2 qirath, dan setiap qirath ukurannya seperti gunung uhud, dan barang siapa yang ikut menyolatkan jenazah kemudian ia kembali (kerumahnya) dan tidak ikut menguburkannya; maka ia kembali dengan membawa pahala 1 Qirath saja.” (HR Muttafaqun ‘alaihi)

Dalam menghantarkan Jenazah, ada 3 keadaan yang mana pahalanya berbeda-beda.

  1. Ikut menyolatkan saja, namun tidak ikut menghantarakannya, maka ia mendapatkan satu Qirath. Ukuran pahala satu Qirath adalah sebesar gunung Uhud.

2. Ikut menyolatkan serta ikut menghantarkan Jenazah sampai ke liang lahat, maka ia akan mendapatkan ganjaran pahala 2 Qirath sebagaimana Hadist di atas. Adapun ukuran 2 Qirath adalah sebesar 2 Gunung uhud.

3. Ikut menyolatkan dan menghantarkan Jenazah kemudian ikut mendoakan kebaikan baginya. Maka yang ketiga ini tentunya pahalanya lebih besar dibandingkan keadaan sebelumnya, hal ini karena berkesesuaian dengan sunnah yang diajarkan oleh rasulullah. Dalam sebuah hadist, Utsman bin Affan berkata,

كان النبي – صلى الله عليه وسلم – إذا فرغ من دفن الميت وقف عليه فقال: استغفروا لأخيكم وسلوا له التثبيت؛ فإنه الآن يسأل

Nabi salallahu ‘alaihi wasalam apabila telah selesai dari menguburkan mayit, maka kemudian ia berdiri di sisinya dan berkata “Mintakanlah ampun untyuk saudara kalian ini, dan mintakanlah agar Allah tetapkan hatinya, karena sekarang ia sedang ditanya”. (HR Abu Dawud)

Ketiga, Memudahkan Jalan Menuju Syurga.

Dalam sebuah hadist, Abu Hurairah menceritakan bahwa rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

 ((من أصبح اليوم منكم صائماً؟)) قالو أبو بكر: أنا. قال: ((فمن اتبع منكم اليوم جنازة؟)) قال أبو بكر: أنا، قال: ((فمن أطعم منكم اليوم مسكيناً؟)) قال أبو بكر: أنا، قال: ((فمن عاد منكم اليوم مريضاً؟)) قال أبو بكر: أنا، فقال رسول الله – صلى الله عليه وسلم -: ((ما اجتمعن في امرئ إلا دخل الجنة))

“Siapa yang hari ini berpuasa?” Abu bakar menjawab “Saya”. Kemudian rasulullah bertanya: “Siapa yang hari ini ikut menghantarkan Jenazah?” Abu Bakar menjawab “Saya”. Kemudian rasulullah bertanya kembali : “Siapa yang hari ini memberi makan orang miskin”? Abu bakar menjawab:”Saya”. Rasulullah bertanya lagi: “Siapa yang hari ini menjenguk orang sakit”? Abu bakar menjawab : “saya”. Maka kemudian rasulullah berkata “Siapa yang gemar melakukan hal-hal ini, maka ia akan masuk syurga. (HR Muttafaqun ‘alaihi)

Semua amal baik pada dasarnya akan memudahkan seseorang untuk masuk syurga, akan tetapi jika rasulullah mengkhusukan beberapa amalan tertentu, maka itu menunjukan bahwa amalan-amalan tersebut mempunyai nilai dan fadhilah yang lebih besar dibandingkan amalan-amalan lainnya. Terlebih apabila ternyata amalan-amalan tersebut berhubungan dengan menunaikan kewajiban kepada saudara sesama muslim, tentu hal ini lebih diutamakan.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...