Home Khazanah Islam Kemuliaan Menangis Karena Allah

Kemuliaan Menangis Karena Allah

Takut kepada Allah adalah kewajiban yang harus tertanam dalam hati setiap manusia. Bagaimana tidak takut, sementara Allah lah yang menghidupkan, Allah pula yang mematikan, Allah berhak untuk memasukkan siapa saja kedalam surga-Nya, dan Allah juga berhak untuk memasukkan siapa saja yang dikehendaki-Nya untuk menjadi bahan baku api neraka.

Maka selayaknya manusia takut akan kuasa Allah, ketakutan ini tentunya akan membuat manusia lebih taat dan menjauhi maksiat, karena maksiat yang dilakukannya akan berakibat pada murka Allah dan mendekatkannya pada kebinasaan.

Air mata yang jatuh karena ketakutan kepada Allah dan karena mengingat Allah akan menghantarkan manusia pada kedudukan yang mulia, diantaranya,

1. Tidak Tersentuh Api Neraka

Dalam sebuah hadist, Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

لا يلج النار رجل بكى من خشية الله حتى يعود اللبن في الضرع

Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah sampai air susu kembali ke tempat keluarnya (HR Tirmidzi)

Dalam hadist ini Allah memberikan penjelasan bahwa seseorang yang menangis karena takut kepada Allah pasti tidak akan masuk neraka, hal ini Allah tegaskan dengan perumpamaan bahwa seseorang yang menangis karena takut kepada Allah baru akan masuk neraka apabila air susu masuk kembali ke tempatnya semula, dan ini adalah sesuatu yang mustahil. Maka, sebagaimana air susu mustahil kembali ke tempatnya semula setelah ia keluar darinya, maka mustahil pula orang yang menangis karena takut kepada Allah untuk masuk ke dalam neraka.

Hal ini juga ditegaskan oleh hadist lain, dalam sebuah hadist rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

عينان لا تمسّهما النار: عين بكت من خشية الله، وعين باتت تحرس في سبيل الله

Ada dua mata yang tidak akan tersentuh Api neraka, (Yakni): Mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang begadang dalam rangka berjaga di dalam jihad kepada Allah. (HR Tirmidzi)

Dua mata yang disebutkan dalam hadist diatas Allah janjikan bahwa keduanya tidak akan tersentuh oleh Api neraka,

Pertama, Mata yang menangis takut karena Allah.

Kedua, Mata yang berjaga/begadang dalam Jihad kepada Allah. Mata-mata ini adalah mata yang berjaga-jaga dari serangan musuh. Biasanya mereka berjaga ketika dalam kondisi peperangan, Sebagian mereka memantau keadaan agar apabila ada musuh yang mendekat maka mereka akan mengabarkan kepada yang lainnya agar bersiap-siap untuk berperang.

2. Mendapatkan Naungan Allah.

Dalam sebuah hadist rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

سبعة يظلّهم الله في ظلّه يوم لا ظلّ إلا ظلّه (وذكر منهم) رجل ذكر الله خالياً ففاضت عيناه

Ada 7 Golongan di hari kiamat yang akan mendapatkan naungan dari Allah dimana di hari itu tidak ada naungan selain naungan Allah, (kemudian rasulullah menyebutkan salah satu dari mereka) Yakni seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian, kemudian ia mennagis. (Muttafaqun ‘alaihi)

Di hari kiamat nanti tidak ada yang bisa kita harapkan kecuali Allah, tidak ada naungan kecuali naungan Allah dan tidak ada pertolongan kecuali pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala. Maka naungan Allah di hari itu adalah sebaik-baik balasan bagi orang yang selama di dunia pipinya basah karena takut kepada Allah, pipinya basah karena mengingat besarnya kasih sayang dan nikmat Allah kepadanya.

3. Mendapat Pujian Dari Allah

Dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an, Allah memuji orang-orang yang menangis karena Allah. Diantaranya Allah ta’ala memuji orang-orang yang menangis ketika mendengarkan Firman-Nya,

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’ ( Al-Isra’ : 109)

Dalam Ayat lain Allah ta’ala berfirman,

إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَن خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

Dan apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang maha pengasih kepada mereka, maka mereka tunduk sujud dan menangis. (QS Maryam 85)

Dalam ayat-ayat diatas Allah memuji mereka dengan menceritakan keadaan mereka yang menangis karena Allah. Karena tangisan orang-orang yang bertakwa adalah bukti cinta dan ketakutan mereka terhadap Allah. Betapa bahagianya mereka yang Allah puji di dalam Al-Qur’an, dan bukan mustahil jika kita juga termasuk orang-orang yang Allah puji karena rasa takut kita kepada Allah.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...