Home Khazanah Islam Nasehat Emas Tentang Waktu

Nasehat Emas Tentang Waktu

Waktu adalah sesuatu yang tidak mungkin diulang, apa yang telah terlewatkan tidak mungkin kembali, bahkan uangmu pun tak akan mampu membeli waktu. Dalam banyak ayat, Allah ta’ala mewanti-wanti hamba-hambanya agar senantiasa memperhatikan waktu, dan memanfaatkan setiap waktu dalam kebaikan dan ketaatan sebelum waktu itu pergi.

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman,

وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لا تُنصَرُونَ * وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ العَذَابُ بَغْتَةً وَأَنتُمْ لا تَشْعُرُونَ

Dan kembalilah kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong. Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu (Al-Qur’an) dari tuhanmu sebelum datang adzab kepadamu secara mendadak, sedang kamu tidak menyadarinya” (QS Az-Zumar: 54-55)

Dalam ayat diatas Allah memerintahkan hamba-hambanya agar bersegera untuk kembali kepada Allah sebelum datangnya adzab secara tiba-tiba. Karena ketika adzab datang kepadanya maka ia sudah tidak mungkin memperbaiki segalanya, dan tidak mungkin lagi baginya meminta untuk mengulang waktu agar bisa mempersiapkan diri sebelum adzab menimpanya.

Disinilah pentingnya menghargai waktu, kita tidak pernah mengetahui kapan adzab, musibah dan kematian menghampiri kita, maka sesingkat apapun waktu itu hendaknya selalu diisi dengan kebaikan, atau minimal tidak melakukan dosa di dalamnya.

Berapa banyak orang yang menyesal dan bersedih atas keadaannya di hari ini, itu semua karena dulu ia sering menyia-nyiakan waktu, apa yang telah pergi maka ia akan pergi selamanya, dan yang tersisa hanyalah butiran-butiran air mata yang berbalut dengan penyesalan.

Hal ini sebagaimana tergambar dalam keadaan orang-orang yang sudah wafat, Allah ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an,

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلاَّ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, Kembalikanlah aku (ke dunia).  Agar aku bisa berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan”. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan. (QS Al-Mu’minun : 99-100)

Cita-cita orang yang sudah mati hanyalah satu, mereka ingin dihidupkan kembali dan dikembalikan kedunia hanya agar mereka bisa melakukan kebajikan-kebajikan yang telah mereka tinggalkan dahulu ketika mereka hidup. Namun nasi sudah menjadi bubur, angan-angan mereka termentahkan dan tak mungkin terjadi. Maka hendaknya kita yang masih hidup selalu bersyukur, karena kehidupan kita adalah cita-cita yang diharapkan oleh milyaran manusia yang sudah wafat.

Dalam sebuah hadist, rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس: الصحة والفراغ

Dua nikmat yang sering dilalaikan oleh umat manusia, (yakni) nikmat sehat dan waktu luang (HR Bukhari)

Hadist diatas menunjukan bahwa orang yang tidak memanfaatkan nikmat sehat dan nikmat waktu luang maka ia termasuk orang-orang yang telah terlalaikan.  Maka barang siapa yang masih memiliki kesehatan dan waktu luang hendaknya ia bersyukur dengan keduanya. Adapun cara terbaik untuk bersyukur dengan kedua nikmat tersebut adalah dengan memanfaatkanya untuk mengerjakan ketaatan. Selagi jasad masih sehat perbanyaklah ibadah sebelum sakit bertamu, dan selagi masih punya waktu luang maka luangkanlah untuk kebaikan sebelum kesibukan bertamu.

Tidak ada yang kekal di dunia ini, semua punya masanya. Kesehatamu sementara, esok pasti akan sakit. Waktu luangmu juga sementara, esok kamu akan sibuk. Semua hanya menunggu waktu, maka manfaatkanlah setiap waktumu dengan baik, atau kamu akan dibuat menyesal oleh waktu.

Dalam sebuah sya’ir dikatakan.

اغتنم في الفراغ فضل ركوع … فعسى أن يكون موتك بغتة

كم صحيح رأيت من غير سَقم ٍ … ذهبت نفسه الصحيحة فلتة

Manfaatkanlah waktu luangmu meski hanya untuk ruku’ sekali saja,

Karna bisa saja mati mendatangimu secara tiba-tiba.

Berapa banyak orang yang sehat tanpa sakit,

Lalu kemudian jiwanya pergi dengan tiba-tiba.

Hendaknya setiap orang tidak menyepelekan waktu, sebisa mungkin untuk mengisi waktunya dengan kebaikan, jika tidak mampu setidaknya jangan melakukan dosa sekecil apapun. Waktu berlalu begitu cepat, semakin hari semakin dekat dengan akhirat, persiapkan diri semaksimal mungkin karena kematian datang dengan tiba-tiba. Jangan menunda untuk beramal baik sampai esok hari, karena esok mungkin masih datang, tapi siapa yang menjamin bahwa esok kamu masih ada?

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...