Home Khazanah Islam 5 Kriteria Dalam Memilih Istri

5 Kriteria Dalam Memilih Istri

Dalam pernikahan, Islam memberikan hak ikhtiar (memilih) kepada setiap orang untuk memilih hidup dengan siapapun yang ia kehendaki. Laki-laki boleh memilih dengan wanita mana ia akan menikah, sementara wanita juga boleh memilih untuk menerima atau juga menolak laki-laki yang berkeinginan untuk menikahinya.  Kebebasan memilih ini sesuai dengan tabi’at manusia, sementara pemaksaan justru bertentangan dengan tabi’at manusia itu sendiri.

Akan tetapi kebebasan memilih ini bukan berarti islam tidak menganggap perkara ini penting, justru di balik kebebasan memilih ini islam memberikan nasehat dan petuah tentang bagaimana seharusnya seseorang menentukan pilihan dalam memilih pasangan hidupnya. Karena tidaklah rasulullah wafat, kecuali ia telah menyampaikan nasehat yang menjadi petunjuk bagi kehidupan umat manusia.

Berikut adalah beberapa kriteria wanita yang baik untuk dijadikan sebagai pasangan hidup.

1. Wanita Yang Baik Agamanya.

Dalam sebuah hadist, rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

تنكح المرأة لأربع: لمالها، ولحسبها، ولجمالها، ولدينها، فاظفر بذات الدين، ترِبت يداك

Perempuan itu dinikahi karena 4 perkara: Karena hartanya, Nasabnya (keturunan), dan karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah seseorang karena agamanya, maka kamu akan beruntung. (Muttafaqun ‘alaihi)

Dalam hadist ini rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam menggambarkan bahwa ada 4 hal yang membuat laki-laki tertarik untuk menikahi wanita, diantaranya adalah karena kecantikan, harta dan nasabnya. Namun rasulullah menekankan agar memilih seseorang karena agamanya, maka apabila ia mendapatkan seseorang yang baik agamanya, maka jangan ia berpaling dan memilih wanita hanya karena hartanya, atau karena kecantikannya saja namun agamanya buruk.

Syaikh wahbah Zuhaili dalam kitabnya “Al-Fiqhu Al-Islami Wa Adilatuhu” berkata,

فالدين يقوى مع مضي العمر، والخلق يستقيم بمرور الزمن وتجارب الحياة

Agama akan menguat seiring berjalannya waktu, dan akhlak akan semakin membaik seiring dengan berlalunya waktu dan pengalaman hidup.

Fisik yang menawan hanya akan bertahan sesaat, wanita yang sudah termiliki akan terlihat biasa-biasa saja seiring berlalunya waktu, jika bukan karena agama dan akhlak yang baik melekat dalam dirinya, niscaya hilang darinya keindahan. Harta juga demikian, harta datang dan pergi, hari ini kaya esok miskin, kebahagian tidak selamanya diukur dari harta, harta yang berlimpah namun pasangan kita miskin agama dan akhlak maka harta tersebut hanya akan menjadi fitnah dan ujian kehidupan.

Namun agama dan akhlak tidak demikian, ia akan bertambah kuat setiap harinya. Jika cantiknya hilang, hartanya hilang, namun agamanya selalu menyertainya, maka keberkahan Allah akan menaunginya. Namun sebaliknya, jika agamanya hilang, harta dan kecantikan hanya akan menjadi musibah.

2. Memilih Wanita Yang Subur

Dalam sebuah hadist rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

تزوجوا الودود الولود، فإني مكاثر بكم الأمم يوم القيامة

Nikahilah wanita yang penyayang dan subur, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan banyaknya kalian (umatku) dihari kiamat nanti. (HR Nasa’i)

Diantara hal yang dibanggakan oleh rasulullah dari umatnya adalah banyaknya jumlah pengikutnya, maka rasulullah bahagia ketika umatnya banyak melahirkan generasi-genarasi yang ta’at yang akan memperjuangkan tegaknya agama islam dari musuh-musuhnya.

Diantara cara untuk mengetahui apakah wanita tersebut subur atau tidak adalah dengan melihat keluarganya. Seperti ibunya, melihat saudari-saudari perempuannya dan saudara-saudara laki-lakinya, melihat bibi-bibinya, melihat nenek-neneknya, jika kesemuanya mudah memiliki keturunan, maka wanita tersebut juga termasuk wanita yang subur dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala.

3. Memilih Gadis Dari Janda.

Sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya rasulullah apakah dia sudah menikah atau belum, kemudian menikah dengan gadis atau janda, maka sabahat jabir menjawab bahwa ia menikahi janda, maka rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

فهلا بكراً تلاعبها وتلاعبك؟

Mengapa engkau tidak memilih gadis, sehingga engkau bisa bersenang-senang dengannya? (Muttafaqun alaihi)

Anjuran memilih gadis ketimbang gadis perawan dalam hadist diatas bukanlah kewajiban, rasulullah mengutamakan gadis karena beliau mengatahui bahwa jabir adalah laki-laki  perjaka, bukan duda. Karena pada kebiasaannya laki-laki perjaka akan lebih memilih gadis, agar tentunya bisa lebih bersenang-senang dengannya.

Kemudian gadis akan lebih  menerima kekurangan suaminya, karena memang ia belum memiliki masa lalu dan pengalaman berumah tangga sebelumnya dengan laki-laki lain. Sementara janda tentunya sudah memiliki masa lalu, oleh karena itu setiap laki-laki dituntut untuk lebih bisa memahami janda apabila ia lebih memilihnya ketimbang gadis.

Namun semuanya kembali pada kebutuhan setiap orang, sahabat Jabir memilih janda karena ia memiliki adik-adik yang berada dibawah naungannya, ia memilih janda karena janda lebih berpengalaman dalam mengurus rumah tangga dan diharapkan bisa turut membantunya untuk mengurus adik-adiknya.

4. Dari keturunan Yang Baik

Hal ini sangat penting sekali, karena tabiaat seseorang itu terbentuk dari lingkungan di mana ia hidup di dalamnya. Jika ia hidup dan besar dalam keluarga yang baik, maka perangainya akan baik, namun jika ia hidup dan besar dari keluarga yang buruk, maka perangainya akan buruk, dan perangai itu biasanya warisan keluarga.

Oleh karena itu para ulama mewanti-wanti agar tidak menikahi anak dari hasil zina, atau keturunan dari keluarga yang gemar atau sering tertuduh berzina, karena hal ini bisa saja terjadi pada keturunannya di kemudian hari. Maka hendaklah seseorang cukup jeli dalam masalah ini agar tidak terjadi penyesalan dikemudian hari.

5. Memilih wanita yang Cantik.

Rasulullah salallahu alaihi wasalam pernah ditanya tentang ciri-ciri wanita terbaik, maka rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam berkata,

التي تسره إن نظر، وتطيعه إن أمر

Wanita yang apabila dilihat menyenangkan, dan apabila diperintah ia patuh (HR An-Nasa’i)

Perlu diketahui bahwa cantik disini tidak hanya dibatasi pada wajah saja, karena kecantikan wanita itu bisa datang dari segala arah, dan semua wanita akan cantik di mata laki-laki yang mencintainya meskipun seluruh laki-laki didunia ini bersepakat untuk mengatakan bahwa ia tidak cantik.

Ada wanita yang mungkin wajahnya tidak terlalu menarik, namun ia unggul dari segi fisik yang indah, maka dia cantik. Ada wanita yang mungkin wajahnya biasa saja, namun kulitnya putih, maka dia cantik. Namun terkadang ada wanita yang wajahnya cantik, namun tidak dengan fisiknya, maka akan ada yang mengatakan bahwa dia tidak cantik.

Oleh karena itu cantik relatif, tergantung mata siapa yang memandang. Yang rasulullah inginkan adalah agar seseorang mencari wanita yang indah dan cantik di pandang oleh matanya sendiri, bukan mata orang lain, karena pandangan setiap orang akan selalu berbeda-beda.

Hal ini sangat penting, oleh karena itu wanita sangat-sangat dianjurkan untuk selalu berpenampilan baik dan bersih di hadapan suaminya. Agar ketika suaminya melihatnya, ia akan merasa tentram dan nyaman, sehingga  bertambahlah keharmonisan di antara keduanya, dan dapat saling bahu menbahu untuk saling membahagiakan satu-sama lain.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...