Home Fiqih Hukum Shalat Tahiyatul Masjid

Hukum Shalat Tahiyatul Masjid

Kata Tahiyat artinya adalah menghormati, sementara tahiyatul masjid berarti menghormati masjid.  Maka shalat tahiyatul masjid adalah shalat yang dikerjakan untuk menghormati masjid. Diantara adab yang harus diperhatikan oleh setiap orang terhadap rumah Allah adalah ketika masuk ke dalam masjid hendaknya ia tidak duduk terlebih dahulu, akan tetapi hendaknya ia mengerjakan shalat tahiyatul masjid.

Adapun perintah mengerjakan shalat tahiyatul masjid sebagaimana hadist dari Abu Qatadah ia mendengar bahwa rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

إذا دخل أحدكم المسجد فلا يجلس حتى يصلي ركعتين

Apbila salah seorang dari kalian masuk ke masjid, maka janganlah duduk sampai ia mengerjakan 2 shalat 2 raka’at. (HR Bukhari-Muslim)

Hukum Shalat Tahiyatul Masjid

Mayoritas Ulama berpendapat bahwa hukum shalat tahiyatul masjid adalah sunnah. Namun ada segelintir ulama yang berpendapat bahwa shalat tahiyatul masjid adalah wajib.

Imam Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathu al-Bari berkata,

اتفق أئمة الفتوى على أن الأمر في ذلك للندب

Para imam-imam fatwa telah bersepakat tentang perintah dalam shalat tahiyatul masjid adalah sunnah. (1/537)

Imam Nawawi dalam kitabnya Majmu’ Syarh al-Muhadzab menjelaskan,

فأجمع العلماء على استحباب تحية المسجد ويكره أن يجلس من غير تحية بلا عذر

Para ulama telah bersepakat tentang kesunnahan shalat tahiyatul masjid, dan diamkruhkan untuk duduk tanpa mengerjakan shalat tahiyatul masjid tanpa udzur (4/52)

Diantara dalil yang menunjukan kesunnahan shalat tahiyatul masjid adalah:

1. Dalam sebuah hadist Abdullah bin bisrin bahwa ketika rasulullah sedang berkhutbah pada shalat jum’at ada seorang sahabat yang datang terlambat, lalu sahabat itu hendak melakukan shalat tahiyatul masjid lalu tiba-tiba rasulullah menegurnya dan berkata,

اجلس فقد آذيت

Duduklah, engkau sudah terlambat! (HR Abu daud dan Nasa’i)

Dalam hadist ini rasulullah memerintahkannya untuk duduk dan melarangnya untuk melaksanakan shalat tahiyatul masjid, dan ini menunjukan bahwa shalat tahiyatul masjid adalah sunnah dan bukan wajib. Jikalah shalat tahiyatul masjid adalah wajib maka tidak mungkin rasulullah menyuruhnya untuk duduk.

2. Anas bin Malik menceritakan bahwa ada seorang arab badui mendatangi rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam dan kemudian ia bertanya tentang shalat apa yang wajib baginya, maka rasulullah menjawab,

الصلوات الخمس

Shalat lima waktu,

Maka orang tersebut bertanya lagi, apakah ada yang lain selain shalat 5 waktu ya rasulullah?, maka rasulullah menjawab,

لا، إلا أن تطوّع

Tidak ada, kecuali engkau mau menambahnya dengan melaksanakan shalat sunnah. (HR Bukhari-Muslim)

Hadist ini menunjukan bahwa shalat yang wajib hanyalah shalat 5 waktu saja, adapun selainnya maka tergolong dalam shalat-shalat sunnah.

Ini adalah beberapa hadist yang menunjukan bahwa shalat tahiyatul masjid adalah bagian dari shalat-shalat sunnah. Akan tetapi bukan berarti kita bermudah-mudahan dan menganggapnya hal biasa, justru shalat-shalat sunnah inilah yang akan menjadi penyempurna bagi kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam shalat-shalat fardhu yang kita kerjakan.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...