Home Tafsir Tafsir Ringkas Perihal Namimah (Adu Domba)

Tafsir Ringkas Perihal Namimah (Adu Domba)

 -[1]- Allah – Ta’ala – berfirman,

هَمَّازࣲ مَّشَّاۤءِۭ بِنَمِیمࣲ

Suka mencela, yang kian kemari menyebarkan fitnah, ” (QS. Al-Qalam : 11)

 Tafsir [1]

“ (Yaitu : orang yang) berjalan diantara manusia dengan menyebarkan fitnah, menceritakan pelbagai omongan orang bertujuan untuk merusak hubungan mereka, saling benci, dan berkelahi. ” ¹

-[2]- Dari Hudzaifah – Radhiyallahu ‘anhu – berkata, “ Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – bersabda ”,

لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ نَمَّامٌ

“ Tidak akan masuk Surga orang yang suka namimah (adu domba) ” [2]

Penjelasan Hadis [3]

Bagi siapapun yang disampaikan berita namimah (adu domba) oleh seseorang, agar tidak mempercayai apa yang diceritakan orang tersebut, dan jangan pula mencari-cari pembenaran dari berita yang dia bawa. Hendaknya yang menerima berita namimah (adu domba) itu melarang orang yang menyampaikan berita tersebut dan mencela perbuatannya, karena Rasulullah- shallallahu ‘alaihi wa sallam – telah memperingatinya.

Barangsiapa yang menganggap halal namimah (adu domba) padahal dia tahu kalau adu domba itu hukumnya haram, maka Allah – Ta’ala – mengharamkan baginya Surga. Dan barangsiapa yang tidak menganggap halal, maka dia berada dalam kehendak Allah, jika Allah mau mengadzabnya, maka dia diadzab, kalau Allah mau mengampuninya, maka dia akan diampuni.

Apa makna Namimah (Adu Domba) itu ?

١. التَّوْرِيْشُ وَالإِغْرَءُ وَرَفْعُ الحَدِيْثِ عَلَى وَجْهِ الإِشَاعَةِ وَالإِفْسَادِ

  1. Menghasut dan memviralkan pembicaraan dengan maksud merusak (hubungan manusia).

٢. تَزْيِيْنُ الكَلاَمِ بِالكَذِبِ

  1. Menghiasi omongan dengan kedustaan.

٣. الَّذِيْ لاَ يُمْسِكُ الأَحَادِيْثَ وَلاَ يَحْفَظُهَا

  1. Orang yang tidak bisa menjaga omongan. [4]

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Bekasi, 17-November-2020

Ragil Juliantoro

Footnote

[1]Taisir Karimir Rahman ” (hal.841), Syaikh Nashir as-Sa’di – Rahimahullah – , cet. Dar Ibn Hazm, & “ Fathul Qadiir ” (hal.1901), Imam Syaukani – Rahimahullah -, cet. Risalah Alamiyyah

[2] HR. Muslim (no.105)

[3] Lihat “ Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhussahlihin ” (hal.50-51), Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly, cet. Dar Ibnu Jauzi

[4] Idem (hal.49)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca surat al Kahfi di hari jumat salah, Benarkah ?

Perlu diketahui bahwa secara umum ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang dianjurkan membaca surat-surat tertentu pada hari jumat, seperti surat Yasin, al Kahfi, dan...

Apa itu Hatibul Layl ?

  حاطب ليل Pencari kayu bakar di malam hari. Sebenarnya gelar ini digagas oleh para kritikus riwayat terhadap sekian banyak ulama dan perawi ketidak mampuannya dalam membedakan...

Istri-istri Nabi Muhammad

Bahwa sudah diketahui bersama, sebagaimana manusia biasa, Nabi juga bisa menikah. Dan perlu diketahui juga, bahwa fitrah dari makhluk adalah Allah jadikan mereka berpasang-pasangan....

Al Hafiz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuthi

Nama beliau Abdurrahman bin al Kamal. Kuniyah beliau Abu al Fadhl, adapun laqob beliau Jalaluddin. Lahir pada malam ahad awal bulan Rajab tahun 849 H...