Home Fiqih Larangan Keluar Masjid Setelah Adzan

Larangan Keluar Masjid Setelah Adzan

Diantara Fungsi adzan adalah mengundang orang-orang agar meringankan kakinya untuk menghadiri shalat berjama’ah di masjid. Dan diantara adab ketika berhadir di masjid setelah Shalat tahiyatul masjid adalah dengan tidak keluar dari masjid setelah adzan selesai dikumandangkan.

Hal ini karena keluarnya dari masjid dikhawatirkan akan membuatnya sibuk dengan perkara lain sehingga ia terlambat untuk mengerjakan shalat jama’ah atau justru keluarnya dari masjid setelah adzan akan menyibukkannya dan membuatnya tidak kembali untuk menghadiri shalat berjama’ah di masjid, terlebih lagi apabila kesibukannya itu hanya sebatas perkara dunia.

Telah diriwayatkan sebuah hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

إذا نودي للصلاة أدبر الشيطان وله ضراط حتى لا يسمع التأذين

Jika adzan dikumandangkan syetan berlari menjauh, dan ia memiliki (melepaskan) kentut agar tidak mendengar suara adzan. (HR Bukhari)

Imam Ibnu Bathol mengomentara hadist ini dan berkata,

يشبه أن يكون الزجر عن خروج المرء من المسجد بعد أن يؤذن من هذا المعنى؛ لئلا يكون متشبهًا بالشيطان الذي يفرّ عند سماع الأذان

Bisa jadi larangan untuk keluar masjid setelah adzan dikumandangan itu karna hal ini, Yakni agar tidak serupa dengan perilaku syaithan yang lari ketika mendengar suara adzan. (Jami’ li ahkamil masjid)

Orang yang keluar setelah adzan dikhawatirkan serupa dengan perilaku syaithan yang lari ketika mendengar adzan, terlebih jika ternyata ia keluar dari masjid hanya untuk keperluan duniawi yang tidak mendesak, tentu ini perbuatan yang terlarang.

Dalam hadist lain dari Abu Tsa’tsa’ ia bercerita

كنا قعودًا في المسجد مع أبي هريرة -رضي الله عنه- فأذن المؤذن، فقام رجل من المسجد يمشي، فاتبعه أبو هريرة بصره حتى خرج من المسجد، فقال أبو هريرة: أما هذا فقد عصى أبا القاسم صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Kami sedang duduk-duduk dimasjid bersama Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, maka Muadzin mengumandangkan adzan, maka kemudian seseorang bangun dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari masjid, maka Abu hurairah terus memantaunya sampai ia keluar dari masjid. Maka Abu Hurairah berkata, “Orang ini telah menyelisihi Ayah si Qasim, (Muhammad) salallahu ‘alaihi wasalam. (HR Muslim)

Hal ini menunjukan larangan untuk keluar dari Majid setelah adzan dikumandangkan, tentunya Abu hurairah tidak menghukumi laki-laki itu telah menyelisih rasulullah kecuali ia tahu bahwa perbuatan itu dilarang oleh rasulullah, dan tidak mungkin bagi Abu hurairah untuk menghukumi secara pribadi kecuali karna rasulullah telah melarang hal ini. Abu hurairah juga pernah meriwayatkan bahwa rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam pernah bersabda,

لا يسمع النداء في مسجدي هذا، ثم يخرج منه إلا لحاجة، ثم لا يرجع إليه إلا منافق

Tidaklah seseorang mendengar adzan dimasjidku ini, kemudian ia keluar kecuali karena hajat, kemudian ia tidak kembali (ke masjid) kecuali ia adalah orang munafik (HR Thabrani)

Imam at-Tirmidzi ketika mengomentari hadist ini beliau berkata,

وعلى هذا العمل عند أهل العلم من أصحاب النبي -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- ومن بعدهم، ألا يخرج أحد من المسجد بعد الأذان إلا من عذر؛ أن يكون على غير وضوء أو أمر لا بد منه

Dan berdasarkan hadist ini, maka amalan dari para ahli ilmi dari para sahabat rasulullah dan yang datang setelahnya, untuk tidak keluar dari masjid setelah adzan kecuali karena udzur, seperti ketika ia harus berwudhu’ atau suatu hajat yang mendesak. (Jami’ li ahkami shalat 83)

Larangan keluar dari masjid berlaku ketika seseorang keluar dari masjid tanpa keperluan yang mendesak atau karena udzur tertentu. Adapun jika terdapat udzur, seperti harus berwudhu’ atau tiba-tiba mendapat kabar bahwa buruk tentang keluarga dan harus segera pulang, atau hal lainnya yang dianggap mendesak dan penting, maka hal-hal ini dikecualikan dari larangan.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...