Home Khazanah Islam Taubatmu Tidak Diterima Ketika 3 Waktu Ini Mendatangimu

Taubatmu Tidak Diterima Ketika 3 Waktu Ini Mendatangimu

Bertaubat kepada Allah dari setiap dosa disyariatkan dalam setiap waktu, baik dosa tersebut baru saja dilakukan atau dosa-dosa yang telah lampau. Diantara cara yang diajarkan dalam islam untuk bertaubat kepada Allah adalah dengan melakukan shalat taubat. Shalat ini sama seperti shalat-shalat sunnah lainnya, hanya saja shalat ini diniatkan untuk meminta ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Dalam sebuah hadist, dari sahabat Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu ia berkata,

سَمِعت رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم يَقُول:  مَا من عبد يُذنب ذَنبا فيُحسِنُ الطّهُور ثمَّ يقوم فَيصَلي رَكْعَتَيْنِ ثمَّ يسْتَغْفر الله إِلَّا غفر الله لَهُ

Aku mendengar Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam berkata, “Tidaklah seorang hamba melakukan dosa, kemudian ia bersuci dan kemudian ia berdiri untuk mengerjakan dua rakaat shalat kemudian ia beristighfar kecuali Allah akan mengampuninya (HR Tirmidzi)

Kemudian Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam membaca ayat  dalam suarat Al-Imran,

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Dan (juga) orang-orang yang apabila telah mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, maka mereka (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampun atas segala dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak akan meneruskan perbuatan dosa itu sedang mereka mengetahui. (QS Al-Imran : 35)

Maka hendaknya setiap orang menyegerakan taubat sesegera mungkin, karena semua dosa anak adam akan diampuni oleh Allah sebelum 3 hal ini terjadi:

1. Datangnya Kematian

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الآنَ

Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang diantara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. (QS. An-Nisa 18)

Ima Al-Qurtubi dalam tafsirnya menjelaskan,

نَفَى سُبْحَانَهُ أَنْ يُدْخِلَ فِي حُكْمِ التَّائِبِينَ مَنْ حَضَرَهُ الْمَوْتُ وَصَارَ فِي حِينِ الْيَأْسِ، كَمَا كَانَ فِرْعَوْنُ حِينَ صَارَ فِي غَمْرَةِ الْمَاءِ وَالْغَرَقِ فَلَمْ يَنْفَعْهُ مَا أَظْهَرَ مِنَ الْإِيمَانِ، لِأَنَّ التَّوْبَةَ فِي ذَلِكَ الْوَقْتِ لَا تَنْفَعُ، لِأَنَّهَا حَالُ زَوَالِ التَّكْلِيفِ

Allah subhanahu wa ta’ala menafikan untuk memasukkan kedalam golongan orang-orang yang diterima taubatnya orang-orang yang sedang berada disaat-saat (menjelang) kematian, Hal ini sebagaimana Fir’aun dulu ketika ia tenggelam di dalam air maka tidak bermanfaat baginya apa yang ia tampakkan dari keimanannya (kepada Allah), karena taubat disaat saat ini tidak bermanfaat baginya, karena saat-saat ini telah hilang segala kewajiban darinya. (Tafsir al-Qurtubi : 5/93)

Disaat saat kematian ada di depan mata, maka lidah tak mampu berucap lagi, dan disaat saat inilah taubat seseorang tidak akan diterima. Maka hendaklah setiap orang menyegerakan taubat sebelum saat saat kematian ini mendatanginya.

2. Datangnya Adzab

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا سُنَّتَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَ

Maka iman mereka setelah mereka telah melihat azab kami tidak berguna lagi bagi mereka. Itulah (ketentuan) Allah yang telah berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang kafir. (QS. Al-Ghafir : 85)

Imam Al-Qurtubi dalam tafsinya menjelaskan,

لما رأوا عذاب الله في الدنيا لم ينفعهم الإيمان عند ذلك

Ketika mereka melihat adzab Allah di dunia maka sudah tidak bermanfaat lagi iman mereka dikala itu.

Kemudian beliau melanjutkan,

قد نزل بهم سنته التي قد مضت في خلقه، فلذلك لم يقلهم ولم يقبل توبتهم في تلك الحال

Telah turun kepada mereka sunatullah (Adzab) yang juga telah menimpa orang-orang terdahulu, oleh karena itu Allah menerima taubat mereka disaat itu (Tafsir at-Thabari, 21/424)

Orang yang melihat adzab Allah turun, maka pada saat itu Allah tutup pintu taubat baginya, karna adzab yang Allah turunkan memang bertujuan untuk membinasakan mereka, lalu bagaimana mungkin Allah menerima taubat sementara Allah membinasakan mereka.

Adzab Allah bisa turun sewaktu-waktu sebagaimana kematian, orang yang sudah bertaubat maka tidak perlu cemas dan ketakutan ketika saat-saat itu datang karena ia akan diwafatkan sementara ia tidak membawa dosa dikarenakan sering menyegerakan taubat.

3. Matahari Terbit Dari Barat

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْساً إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْراً

Pada hari datangnya Sebagian ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi Iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia belum mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. (QS. Al-An’am 158)

Para ulama Tafsir menjelaskan bahwa makna “ Sebagian ayat dari tuhanmu” adalah terbitnya matahari dari barat. Dan ini adalah salah satu ayat atau tanda-tanda besar sebelum kiamat benar-benar ditegakkan, maka pada saat-saat ini taubat tidak akan diterima Allah. Hal ini senada dengan sabda rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam,

من تَابَ من قبل أَن تطلع الشَّمْس من مغْرِبهَا تَابَ الله عَلَيْهِ

Barang siapa yang bertaubat sebelum terbitnya matahari dari arah barat maka Allah akan mengampuninya.  (HR Bukhari)

Orang-orang yang mendapati hari kiamat dengan mata mereka, maka bisa dipastikan bahwa mereka adalah seburuk-buruk umat, karena keimanan mereka suah tidak bermanfaat, serta pintu taubat mereka sudah ditutup.

Inilah 3 Hal yang apabila telah terjadi, maka tidak akan diterima iman seseorang, yakni ketika datang kepadanya kematian, kemudian terbitnya matahari dari barat dan juga datangnya adzab.

Setiap orang hendaknya menyegerakan apa yang tidak boleh diperlambat, dan tidak boleh memperlambat apa yang harus disegerakan. Allah maha pengampun, tidak ada dosa yang tidak diampuni oleh Allah, dan tidak ada taubat yang disia-siakan oleh Allah.

Dalam Majmu’ al Fatawa Ibnu Taimiyah berkata,

فَإِذا أذْنب فالتوبة وَاجِبَة على الْفَوْر، وَهُوَ مَنْدُوب إِلَى أَن يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، ثمَّ يَتُوب

Apabila seseorang berdosa, maka segera bertaubat adalah wajib baginya, dan ia sianjurkan untuk shalat 2 rakaat kemudian bertaubat. (23/215)

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...