Home Fiqih Fiqih Berpakaian Dalam Shalat

Fiqih Berpakaian Dalam Shalat

Shalat adalah ibadah yang agung, ibadah yang menghubungkan seorang hamba kepada raab-Nya. Ketika ia shalat, maka ia sedang menghadap rabb-Nya, memuji-Nya, membaca firman-Nya dan berdo’a kepada-Nya. Maka hendaklah setiap orang mengusahakan untuk berada dalam sebaik-baik keadaan ketika menghadap rabb-Nya.

Diantara hal yan harus diusahakan oleh setiap orang ketika menghadap rabb-Nya adalah berpenampilan sebaik mungkin dan membiasakan hal ini disetiap shalat. Hal ini mulai sering dianggap remeh oleh kebanyakan orang, mereka tidak memperhatikan pakaian mereka ketika shalat dan shalat dengan pakaian seadanya.

Bahkan kita lebih sering mendapati banyak orang yang lebih memperhatikan penampilannya ketika hendak bekerja atau hendak menghadiri perkumpulan, namun mereka berpenampilan biasa-biasa saja ketika hendak bertemu dengan rabb-Nya, tentu ini adalah terbalik. Hendaknya setiap orang lebih memperhatikan penampilannya ketika shalat, karena ia bukan saja sedang menutup auratnnya, namun ia sedang bermunjat dihadapan pemilik alam semesta.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu  yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS Al-A’raf : 31)

Ayat ini menunjukan kewajiban untuk menutup aurat dengan pakaian ketika hendak shalat, dan juga kewajiban untuk mengenakan pakaian sebaik mungkin.

Imam Ibnu Katsir dalam tasfirnya menjelaskan,

ولهذه الآية وما ورد في معناها من السنة يستحب التجمل عند الصلاة

Dan pada ayat ini dan juga dari sunnah-sunnah yang semisalnya bahwa dianjurkan untuk berpenampilan baik disetiap shalat. (3/402)

Dalam sebuah hadist Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang menyukai untuk berpakaian bagus, lalu apakah ini termasuk perbuatan riya’? maka rasulullah menjawab,

إن الله جميل يحب الجمال، الكبر بطر الحق وغمط الناس

Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan, sementara sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain (HR Muslim)

Imam syaukani berkata,

الحديث يدل على أن محبة لبس الثوب الحسن والنعل الحسن وتخير اللباس الجميل ليس من الكبر في شيء، هذا مما لا خلاف فيه فيما أعلم

Hadist ini  menunjukan bahwa gemar memakai pakaian yang bagus dan alas kaki yang bagus dan memilih pakaian yang bagus bukanlah termasuk perbuatan menyombongkan diri, dan ini tidak diperselisihkan oleh para ulama sepanjang pengetahuan saya. (Nai al-Author 2/142)

Akan tetapi perlu digaris bawahi bahwa yang dimaksud dengan pakaian bagus disini adalah pakaian yang sopan, bersih dan wangi, bukan pakaian yang mahal. Karena hari ini banyak orang yang gemar mengoleksi pakaian yang mahal, terlalu berlebihan dalam membeli pakaian, bahkan mungkin pakaian tersebut di beli hanya untuk pamer dan bukan bagian dari kebutuhan, tentu hal ini adalah hal yang tercela.

Hendaknya setiap orang tidak menganggap sepele permasalahan pakaian ini, masih banyak diantara saudara-saudara kita yang kurang menaruh perhatian di dalamnya, banyak yang shalat dengan pakaian seadanya, atau dengan pakaian yang sudah dipakai berhari-hari, atau dengan pakaian yang tidak sopan.

Namun berbeda cerita ketika mereka hendak bekerja di kantor, atau menghadiri walimah dan perkumpulan-perkumpulan. Mereka akan memilih pakaian terbaiknya, bersolek dan berdandan sebaik mungkin, padahal mereka hanya akan bertemu salah satu dari hamba Allah, dan kemudian ketika hendak bertemu pencipta-Nya, ia berpenampilan seadanya, ini sangat memprihatinkan.

Membiasakan diri dengan pakaian yang baik ketika hendak shalat bukan saja akan menguntungkan diri sendiri karena tentu ia akan mendapat pahala disisi Allah. Akan tetapi lebih dari itu, penampilan yang baik akan membuat orang lain senang ketika berada didekatnya.

Terlebih ketika shalat berjama’ah di masjid, tentu kita akan saling berdekatan dengan orang lain, jika pakaian kita bersih dan wangi maka ini akan menyenangkan hati mereka. Namun jika sebaliknya, bau, tidak rapi, tidak sopan, maka ini tentunya akan mengganggu dan membuat orang yang shalat disebelah kita tidak nyaman.

Kemudian hendaknya tidak membeda-bedakan shalat, jangan hanya berpenampilan bagus ketika shalat berjama’ah, namun ketika shalat dirumah berpakaian seadanya. Namun harus disadari bahwa kita berpakaian rapi dan bagus karna Allah, bukan karena pandangan manusia.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...