Home Aqidah Jin Itu Tidak Ada, Benarkah?

Jin Itu Tidak Ada, Benarkah?

Diantara sebagian manusia baik dari umat-umat terdahulu maupun hari ini, masih ada diantara mereka yang mengingkari tentang wujud Jin. Kebanyakan orang-orang yang mengingkari wujud Jin adalah orang-orang dari kelompok-kelompok menyimpang dalam Islam. Seperti sebagian orang dari kelompok muktazilah dan Jahmiah serta Qadariah dan para ahli filsafat.

Imam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Majmu’ al-Fatawa menerangkan,

وَجُمْهُورُ طَوَائِفِ الْكُفَّارِ عَلَى إثْبَاتِ الْجِنِّ أَمَّا أَهْلُ الْكِتَابِ مِنْ الْيَهُودِ وَالنَّصَارَى فَهُمْ مُقِرُّونَ بِهِمْ كَإِقْرَارِ الْمُسْلِمِينَ وَإِنْ وُجِدَ فِيهِمْ مَنْ يُنْكِرُ ذَلِكَ وَكَمَا يُوجَدُ فِي الْمُسْلِمِينَ مَنْ يُنْكِرُ ذَلِكَ كَمَا يُوجَدُ فِي طَوَائِفِ الْمُسْلِمِينَ الغالطون وَالْمُعْتَزِلَةِ مَنْ يُنْكِرُ ذَلِكَ وَإِنْ كَانَ جُمْهُورُ الطَّائِفَةِ وَأَئِمَّتُهَا مُقِرِّينَ بِذَلِكَ

“Mayoritas sekte agama dari kaum kafir menetapkan adanya Jin, adapun ahlu kitab dari Yahudi dan Nashrani maka juga menetapkan sebagaimana yang ditetapkan oleh kaum muslimin meskipun diantara mereka ada yang mengingkarinya sebagaimana dalam tubuh umat islam yang terpeleset juga ada yang mengingkarinya seperti kaum mu’tazilah meskipun pemimpin-pemimpin mereka menetapkan adanya Jin”.(10/19)

Selain dari sebagian orang dari kaum muktazilah, diantara orang-orang yang mengingkari tentang wujud jin adalah sebagian orang dari sekte Qadariah, Jahmiah dan juga dari kalangan ahli filsafat.

Ini tentunya sangat berseberangan dengan apa yang selama ini dijelaskan dalam islam bahwa Jin benar-benar ada dan berwujud, adapun keterbatasan mata manusia untuk melihatnya bukan berarti itu menunjukan bahwa mereka tidak ada. Maka orang-orang yang mengingkari hal ini adalah orang-orang yang terpeleset dan menyimpang. Imam Ibnu Taimiyah menjelaskan,

جميع طوائف المسلمين يقرون بوجود الجن، وكذلك جمهور الكفار كعامة أهل الكتاب، وكذلك عامة مشركي العرب وغيرهم

Seluruh sekte dari kaum muslimin mentepakan adanya Jin, dan demikian pula mayoritas kaum kafir dari ahli kitab, dan demikian pula mayoritas kaum musyrikin arab dan selainnya. (’Alamul jin wa syayathin/14)

Imam Al-Haramain juga menjelaskan

أن العلماء أجمعوا في عصر الصحابة والتابعين على وجود الجن والشياطين، والاستعاذة بالله تعالى من شرورهم

Bahwa para ulama telah bersepakat di zaman para sahabat dan tabi’in tentang wujudnya jin dan syaithan, dan meminta perlindungan dari Allah terhadap segala keburukan mereka (’Alamul jin wa syayathin/14)

Adapun diantara dalil-dalil yang menunjukan tentang eksistensi Jin adalah,

Dalil Dari Al-Qur’an

Terdapat banyak sekali dalil dalam Al-Qur’an yang menunjukan eksistensi Jin dan sekutunya, diantaranya firman Allah ta’ala,

قل أوحي إلي أنه استمع نفر من الجن فقالوا إنا سمعنا قرآنا عجبا

Katakanlah (Muhammad) “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan Jin telah mendengarkan (bacaan Al-Qur’an). Lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan”(QS Al-Jin : 1)

Ayat ini menunjukan bahwa Jin dahulu sering mendengar bacaan Al-Qur’an, bahkan bukan hanya mendengar mereka juga takjub dengan mukjizat ini. Bahkan tidak berhenti disitu, setelah mendengar ayat-ayat ini mereka pulang dan menyampaikan kepada kaumnya apa yang mereka dengar dari Muhammad dan mengajak kaumnya untuk beriman. Karena memang risalah Nabi Muhammad tidak hanya dikhususkan untuk umat manusia saja, akan tetapi juga bagi umat Jin.

Dalam ayat lain Allah ta’ala juga berfirman,

وأنَّه كان رجالٌ من الإنس يعوذون برجالٍ من الجن فزادوهم رهقاً

Dan sesungguhnya beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari kalangan Jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan ketakutan (QS Jin : 6)

Diantara bentuk kesyirikan yang dilakukan oleh musyrikin arab di waktu itu adalah mereka apabila melewati lembah atau singgah disuatu tempat ketika dalam perjalanan, mereka meminta perlindungan dari Jin-jin yang tinggal ditempat itu agar tidak mengganggu mereka.

Inilah beberapa Ayat dalam Al-Qur’an yang menerangkan dan menetapkan eksistensi atau kewujudan jin disekitar kita, bahwa mereka juga memiliki kehidupan dan memiliki alam seperti apa yang kita miliki.

Dalil Dari Hadist.
  1. Rasulullah melihat Jin.

Dalam sebuah hadist rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

إِنَّ الشَّيْطَانَ عَرَضَ لِي فَشَدَّ عَلَيَّ لِيَقْطَعَ الصَّلاَةَ عَلَيَّ، فَأَمْكَنَنِي اللَّهُ مِنْهُ، فَذَعَتُّهُ وَلَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أُوثِقَهُ إِلَى سَارِيَةٍ حَتَّى تُصْبِحُوا

Sesungguhnya syaithan menampakkan wujudnya kepadaku semalam, maka ia mengganguku agar aku membatalkan shalatku. Maka Allah memberiku kemampuan terhadapnya dan akupun menangkapnya, maka aku berniat untuk mengikatnya pada salah satu tiang masjid sampai esok pagi agar kalian bisa melihatnya (HR Bukhari)

Dalam hadist ini rasulullah benar-benar menangkap Jin itu dan mencekiknya, bahkan rasulullah ingin mengikatnya di salah satu tiang masjid agar keesokan harinya para sahabat bisa melihat sosok jin dan dijadikan mainan oleh anak-anak. Namun rasulullah tidak mengikatnya dan kemudian melepaskannya karena beliau tidak ingin umat manusia melampui kemampuan Nabi sulaiman yang dapat berbicara dan menundukan Jin.

2. Sahabat Melihat Jin

Diantaranaya dalah sahabat Abu hurairah yang pernah ditugaskan untuk menjaga zakat, maka kemudian ia didatangi oleh pencuri yang ingin mencuri zakat selama tiga malam berturut-turut. Sampai akhirnya orang tersebut menasehati Abu hurairah agar apabila ingin terbebas dari gangguan jin ketika tidur maka hendaknya ia membaca ayat kursi ketika beranjak tidur. Karena dengan bacaan itu Allah akan menjaganya dan setan akan menjauh darinya sampai pagi.

Maka kemudian keesokan harinya Ia menceritakan apa yang ia alami semalam semalam kepada rasulullah. Maka kemudian rasulullah memberitahunya bahwa yang mengajarkannya do’a itu adalah Jin.

Dan benar bahwasanya Jin bisa terlihat apabila dia merubah dirinya kedalam bentuk yang bisa terlihat. Oleh karena itu datang dalam  banyak hadist bahwa Jin terkadang merubah dirinya dalam bentuk ular, kalajengking, anjing hitam dan sebagainya.

3. Beberapa Binatang Dapat melihat Jin.

Dalam hadist lain, dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu belaiu berkata,

إذا سمعتم صياح الديكة، فاسألوا الله من فضله، فإنها رأت ملكاً، وإذا سمعتم نهيق الحمار، فتعوذوا بالله من الشيطان، فإنه رأى شيطاناً

Jika kalian melihat ayam berkokok, maka berdo’alah kepada Allah, karena sesungguhnya ia sedang melihat malaikat, dan apabila kalian mendengar pekikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah karena ia sedang melihat syaithan. (HR Abu dawud)

Salah satu kelebihan Iblis adalah ia mampu merubah bentuknya agar bisa dilihat manusia, ia bisa merubah bentuknya persis menyerupai manusia, dan juga merubah bentuknya persis menyerupai binatang. Terkadang ia menampakkan dirinya kepada orang tertentu dalam keadaan tertentu, dan terkadang ia masih dalam bentuk aslinya namun beberapa makhluk Allah dari golongan binatang bisa melihatnya.

Meskipun kita tidak bisa melihatnya secara kasat mata atau menyengajakan diri untuk melihatnya, bukan berarti mereka tidak ada. Mereka ada disekitar kita, mengawasi kita dan menunggu kelengahan kita supaya mereka bia menjerumuskan kita dan menjadi bagian dari golongan yang akan menjadi penghuni neaka jahannam bersama Iblis dan sekutunya.

Namun diantara mereka juga ada Jin-Jin muslim yang baik dan beriman, mereka hidup disekitar kita, namun mereka tidak mengganggu kita. Karena memang risalah rasulullah tidak hanya untuk umat manusia melainkan juga untuk umat Jin, karena Allah tidaklah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembahnya.

Previous articleAsal Muasal Jin
Next articleDimana Tempat Tinggal Jin?
Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Fase Pensucian Sebelum Masuk Syurga.

Diantara nikmat terbesar yang Allah janjikan kepada hamba-hambanya yang taat adalah nikmat syurga, dimana syurga merupakan pembalasan yang setimpal bagi mereka yang sabar melawan...

Belajar Husnudzan Dari Semut

Husnu “Dzan’’ berasal dari dua kata, pertama “Husnu” yang berarti baik, dan kata “Dzan yang berarti "Prasangka”. Jika keduanya digabungkan, maka memberikan makna prasangka...

Belajar Bahasa Arab Wujud Dari Kesempurnaan Iman Kepada Allah

Berbahasa merupakan salah satu dari sekian banyaknya pilihan manusia untuk mewujudkan keharmonisan di dalam kehidupan mereka. Tentu tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa adalah sarana paling...

Mengingat Nasehat Buya Hamka Bagi Para Pendakwah

Dakwah merupakan metode yang terbaik untuk mengajak hambaNya menuju jalan yang diridai oleh Allah Y. Hal ini salah satu wujud dari jawaban kita terhadap...