Home Khazanah Islam 3 Keutamaan Shalat, Wajib Tahu

3 Keutamaan Shalat, Wajib Tahu

Shalat merupakan ibadah yang paling agung, karna amalan ibadah pertama yang akan dihisab oleh Allah ta’ala di hari perhitungan nanti adalah shalat, jika shalatnya baik maka ibadah lainnya juga baik dan jika shalatnya buruk, maka ibadah lainnya juga akan buruk.

Ibadah shalat diwajibkan kepada umat muslim pada tahun ke 5 sebelum Hijrah rasulullah ke madinah pada peristiwa isra’ dan mi’raj. Ibadah shalat baru diwajibkan kepada setiap  yang sudah mencapai usia baligh (dewasa). Namun untuk pembiasaan dan latihan maka anak-anak sudah harus diperintahkan untuk mengerhakan shalat sejak usia 7 tahun, ini bertujuan untuk melatih kedisiplinan mereka sejak dini, sehingga ketika sudah tiba waktu baligh, mereka sudah terbiasa untuk mengerjakan shalat.

Ketika Allah menjadikan shalat adalah ibadah yang paling agung, maka sudah tentu di dalam ibadah agung ini terdapat banyak sekali kelebihan dan faidah-faidah yang bisa didapatkan oleh orang yang mendirikannya, berikut adalah beberapa faidah yang akan senantiasa menaungi orang-orang yang gemar mendirikan shalat karna Allah ta’ala:

1. Menjadi Sebab Penggugur Dosa.

Dalam sebuah Hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

أرأيتم لو أن نَهَراً بباب أحدكم، يغتسل فيه كل يوم خمس مرات، هل يَبْقى من دَرَنه شيء؟ قالوا: لا يبقى من درنه شيء. قال: فكذلك مَثَل الصلوات الخمس، يمحو الله بهن الخطايا

Apa pendapat kalian jika ada sungai di depan rumah salah seorang dari kalian, kemudian ia mandi disungai itu setiap hari sebanyak 5 kali, apakah masih tersisa kotoran dari tubuhnya? Maka para sahabat berkata: “Tidak tersisa sedikitpun kotoran ditubuhnya”. Maka rasulullah berkata: demikian pula perumpamaan shalat 5 waktu, Allah menghapus dengannya dosa-dosa. (HR Bukhari)

Hal ini senada dengan Hadist dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu, bahwa ia mendengar rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

ان العبد اذا قام يصلى أتي بذنوبه فجعل على عاتقه، فكلما ركع او سجد تساقط عنه

Sesungguhnya seorang hamba ketika mendirikan shalat, maka didatangkan dosa-dosanya dan diletakkan diatas pundaknya, maka ketika ia rukuk atau sujud dosa itu akan berjatuhan dari pundaknya. (HR Thabrani)

Betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hambanya, ketika hanya dengan shalat maka semua dosa-dosa berguguran, coba bayangkan jika kita menambah dengan shalat-shalat sunnah, maka tentu semakin banyak dosa yang berguguran dan semakin bersih pula diri kita dari kotoran-kotoran yang melekat karena disebabkan oleh maksiat-maksiat yang kita perbuat.

2. Menjadi Sebab Untuk Meraih Kemenangan dan Keberhasilan Dunia Akhirat

Shalat mengajak setiap orang untuk menuju kemenangan, kemenangan disini maksudnya adalah kemenangan dan keberhasilan meraih syurga Allah ta’ala dari gangguan musuh-musuhnya dari golongan Jin dan syaithan. Oleh karena itu Allah berfirman dalam Al-Qur’an,

قد أفلح المؤمنون . الذين هم في صلاتهم خاشعون

Sungguh telah beruntung (menang) orang-orang yang shalat. Yaitu orang-orang yang khusu’ dalam shalat mereka.” (Al-mu’minun 1-2)

Maka inilah makna lafal “Hayya ‘ala sholah, hayya ‘alal falaah” (mari shalat, mari menuju kemenangan) yang setiap hari dilantunkan oleh muadzin unuk mengajak kita shalat, mereka mengajak untuk meraih kemengan.

Imam Al-Qurtubi dalam kitab tafsirnya ketika menjelaskan ayat ini beliau menukil satu riwayat dari Anas bin Malik bahwa rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam pernah bersabda,

لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ جَنَّةَ عَدْنٍ وَغَرَسَ أَشْجَارَهَا بِيَدِهِ قَالَ لَهَا تَكَلَّمِي فَقَالَتْ قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

Ketika Allah menciptakan syurga adnan kemudian menanam pepohonannya dengan tangannya sendiri maka Allah berkata kepada pohon-pohon itu : “Bicaralah” maka pohon-pohon itu menjawab “ Telah beruntung orang-orang yang mendirikan shalat”. (Tafsir al-Qurtubi 12/102)

3. Shalat Adalah Sumber Ketenangan.

Dalam sebuah hadist, pernah suatu ketika rasulullah sedang bersedih dan bimbang, maka rasulullah memerintahkan sahabat Bilal untuk menjadi Imam dan berkata,

أرحنا بها يا بلال

Istirahatkanlah kami dengan shalat ini wahai Bilal (HR Abu Dawud)

Rasulullah mendapatkan ketenangan dari shalat, karena memang shalat berisi dzikir-dizikir, dan dzikir-dzikir itulah yang akan membuat hati menjadi tenang. Hal ini jelas sebagaimana firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Yakni orang-orang yang beriman dan hati mereka tentram dengan mengingat Allah, sesungguhnya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”. (Ar-ra’du : 28)

Mengingat Allah akan selalu membuat hati menjadi tenang, bagaimana mungkin tidak tenang jika semua urusan kita sudah diatur oleh Allah, hari ini sedih dan gundah, esok akan ada jalan keluar. Bagaimana tidak tenang, jika Allah selalu membersamai kita. Terlebih lagi shalat adalah saat-saat terdekat kita dengan Allah, maka mengingatnya di saat-saat ini tentu akan jauh membuat hati kita menjadi lebih tentram dan damai.

Dalam surat Al-Ma’arij Allah ta’ala berfirman,

إن الإنسان خلق هلوعاً، إذا مسه الشر جزوعاً، وإذا مسه الخير منوعاً إلا المصلين، الذين هُمْ عَن صَلاَتِهِم دَآئَمُوْنَ

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah.  Dan apabila mendapat kebaikan harta ia kikir. Kecuali orang-orang yang shalat. Mereka yang selalu senantiasa melaksanakan shalat”. (Al-Ma’arij : 19-23)

Dalam ayat ini Allah menjelaskan beberapa sifat manusia yang hatinya bermasalah, diantaranya seperti orang yang banyak mengeluh ketika ditimpa kesusahan, kemudian mereka suka berkeluh kesah. Namun sifat-sifat buruk ini dikecualikan dari orang-orang yang gemar mendirikan shalat. Ya, karna shalat mewariskan ketenangan disetiap hati orang-orang yang mendirikannya.

Imam At-Thabari dalam kitab tafsirnya menjelaskan ayat ini dan berkata,

إلا الذين يطيعون الله بأداء ما افترض عليهم من الصلاة، وهم على أداء ذلك مقيمون لا يضيعون منها شيئا، فإن أولئك غير داخلين في عداد من خلق هلوعا

Kecuali orang-orang yang ta’at kepada Allah dengan menunaikan segala apa yang Allah wajibkan kepada mereka dari perintah shalat, dan mereka mengerjakannya dengan baik dan tidak menyia-nyiakan sedikitpun dari shalat mereka, maka sesungguhnya mereka tidaklah termasuk dari golongan orang-orang yang diciptakan dalam keadaan suka berkeluh kesah. (23/611)

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...