Home Khazanah Islam Do’a Iblis Yang Dikabulkan

Do’a Iblis Yang Dikabulkan

Iblis merupakan makhluk Allah yang terlaknat, ia merupakan makhluk pertama yang membangkang terhadap perintah Allah. Dulu iblis termasuk dalam golongan malaikat yang mulia, namun ketika Allah menciptakan Adam dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya, maka mereka semua bersujud kecuali Iblis.

Iblis merasa bahwa dia lebih mulia dari Adam, tidak selayaknya ia bersujud kepada adam yang tidak lebih mulia darinya, bahkan  kesombongan dari perkataan Iblis Allah abadikan dalam Al-qur’an.  Allah ta’ala berfirman,

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Iblis berkata, “Aku lebih baik daripadanya, karena engkau ciptakan aku dari api, sementara engkau ciptakan dia dari tanah” (As-shaad 76)

Maka kemudian Allah berkata,

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ . وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ

“(Allah) berfirman, “Kalau begitu keluarlah kamu dari syurga! Sesungguhnya kamu adalah makluk yang terkutuk”. Dan sungguh, kutukanku tetap atasmu sampai hari pembalasan” (As-shaad: 77-78)

Sejak saat itu Allah melaknat iblis dan mengeluarkannya dari syurga, terlepaslah darinya kemulian dan berganti menjadi kehinaan sepanjang masa. Akan tetapi tidak cukup sampai disini, Iblispun mengatur siasat agar bukan hanya ia saja yang terlaknat, melainkan ia ingin mengajak sebanyak-banyaknya anak cucu adam yang merupakan musuh yang menjadi sebab ia terusir dari syurga agar sama-sama kekal dan menjadi teman abadi didalam neraka Jahannam.

Maka Iblis kemudian meminta kepada Allah agar ditangguhkan usianya, do’a Iblis ini Allah abadikan dalam firmanNya,

قال رب فأنظرني إلى يوم يبعثون

“(Iblis) berkata “wahai tuhanku tangguhkan aku sampai hari dimana mereka dibangkitkan” (As-shaad 78)

Iblis berdo’a agar ia ditangguhkan sampai hari dimana para manusia dan makhluk lainnya dibangkitkan dari kubur mereka. Itu artinya iblis meminta untuk diabadikan dan dikekalkan, karena jika ia tetap hidup sampai hari pembangkitan, itu artinya  iblis tidak akan tersentuh kematian dihari kiamat, karena setelah hari kebangkitan tidak akan ada kematian, dan hari kebangkitan terjadi setelah hari kiamat.

Kemudian Allah berfirman,

قال فإنك من المنظرين . إلى يوم الوقت المعلوم

“(Allah) berfirman, “Maka kamu termasuk golongan yang diberikan penangguhan”. “Sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya” (As-shaad 80-81)

Dan dengan hikmah Allah, do’a Iblis dikabulkan, Allah mengabulkan permintaan Iblis agar usianya ditangguhkan, akan tetapi bukan ditangguhkan sebagaimana permintaan Iblis, tetapi ditangguhkan sampai hari kiamat. Karena ketika hari kiamat, semua makluk Allah yang bernyawa harus merasakan kematian.

Maka sampai hari ini iblis masih hidup, dan dia akan menjalankan rencananya dan membalaskan dendamnya terhadap nenek moyang umat manusia yakni Adam alaihisaalam. Iblis tidak ridha tinggal sendirian didalam neraka, ia ingin agar semua anak cucu adam masuk dan kekal bersamanya dineraka, dengan itu maka tercapailah cita-citanya, hal ini sebagaimana perkataan Iblis yang Allah abdikan dalam Al-Qur’an,

قال فبعزتك لأغوينهم أجمعين

(Iblis) berkata, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semua”. (As-shaad 82)

Inilah sumpah dan jani iblis, cita-cita terbesarnya. Maka layaklah kutukan dan celaan ditujukan padanya, karena seharusnya setelah ia melakukan kesalahan ia bisa bertaubat dan Allah akan mengampuninya, akan tetapi kesombongan dan keangkuhannya, ia memilih untuk tetap membangkang dan tenggelam dalam kehinaan sepanjang masa.

Dari kisah Iblis ini, kita bisa mengambil beberapa hikmah,

Pertama, Kesombongan adalah pangkal dari segala kebinasan, sombong akan membinasakan pemiliknya, Karena kesombongan adalah selendang Allah, maka tidak mungkin seorang makluk yang lemah mencoba untuk memakai selendang Allah kecuali akan datang kepadanya kebinasan.

Kedua, bersanya rahmat Allah kepada makhluknya. Sekalipun Iblis makhluk yang terkutuk, namun dengan hikmahnya Allah masih sudi mengabulkan do’anya. Jika do’a iblis masih terkabulkan, maka apa yang menghalangi kita untuk terus berdo’a?

Ketiga, Allah mengekalkan Iblis bukan karena Allah menginginkan keburukan bagi hamba-hambanya, akan tetapi Allah ingin menjadikan iblis sebagai ujian bagi hamba-hambanya agar terlihat dari mereka mana hamba-hamba yang benar-benar beriman, hamba-hamba yang mampu menahan godaan dan fitnah yang dibawa oleh Iblis.

Oleh karena itu, setelah iblis bersumpah untuk menyesatkan semua anak cucu adam, Iblis kemudian berkata,

إلا عبادك منهم المخلصين

Kecuali Hamba-hambamu yang terpilih” (As-Shaad 83)

Hamba-hamba Allah yang terpilih adalah mereka yang benar-benar beriman, maka mereka akan terselamatkan dari hasad iblis dan gangguan Iblis.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...