Home Fiqih Larangan Untuk Duduk Sampai Jenazah Dikuburkan.

Larangan Untuk Duduk Sampai Jenazah Dikuburkan.

Diantara kewajiban orang yang masih hidup terhadap saudaranya yang telah terlebih dahulu wafat adalah sebagaimana yang telah disyariatkan dalam islam dari memandikan, mengkafani kemudian menshalatkannya.

Setelah jenazah dishalatkan, maka kemudian jenazah dihantar ke pembaringan terakhirnya untuk dikuburkan dan itu merupakan kewajiban terakhir bagi orang yang masih hidup. Bahkan orang yang ikut menyolatkan kemudian ikut menghantar jenazah sampai diletakkan diliang kubur maka ia akan mendapat pahala yang besar sebagaimana sabda rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam:

من صلى علىَ جَنازَةٍ فلَهُ قيراط ومن اتبَعَ حَتَّى تُوْضَعَ فِيْ القبر فقِيْرَطانِ

“Barang siapa yang menshalatkan jenazah maka baginya pahala satu qirath, dan barang siapa yang menghantarkannya hingga jenazah itu diletakkan diliang kubur maka baginya pahala 2 qirath.” (HR Muslim)

Pahala satu Qirath dalam hadist diatas besarnya seukuran dengan gunung Uhud, maka dua qirath adalah seukuran 2 gunung uhud.

Hukum Duduk Bagi Pengantar Jenazah Sebelum Diletakkan Di Liang Kubur.

Mayoritas ulama memakruhkan bagi pengantar jenazah untuk duduk sebelum jenazah diletakkan didalam liang kubur, hal ini sebagaimana dalam sebuah hadist dari Abu hurairah bahwasanya rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

من تبع جنازة فلا يقعدن حتى توضع

“Barang siapa yang menghantar jenazah maka janganlah duduk hingga jenazahnya diletakkan didalam liang kubur.” (HR Bukhari)

Dalam hadist lain dari Abu hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata,

مَا رَأَيْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهِدَ جِنَازَةً قَطُّ فَجَلَسَ حَتَّى تُوضَعَ

“Kami tidak pernah melihat rasulullah menghadiri (pemakaman) jenazah kemudian ia duduk kecuali sampai jenazah itu diletakkan diliang kubur.” (HR An-Nasa’i)

Imam Ibnu Hajar dalam Kitabnya Fathu al-Bari berkata,

فَقَالَ أَكْثَرُ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ بِاسْتِحْبَابِهِ

“Maka telah bependapat kebanyakan para sahabat dan para tabi’in tentang dianjurkannya berdiri (sampai jenazah diletakkan diliang kubur).” (3/179)

Imam Nawawi dalam kitabnya Majmu’ syarah al-Muhadzab berkata,

قد ذكرنا ان مذهبنا في ذلك وبه قال مالك وأحمد وقال أبو حنيفة يكره له القعود حتى توضع الجنازة

“Dan kami telah sebutkan bahwa madzhab kami (madzhab syafi’i) dan ini juga yang dikemukakan oleh Imam malik, Ahmad dan juga Abu Hanifah bahwa dimakruhkan untuk pengntar jenazah duduk sampai jenazah diletakkan diliang kubur.” (5/280)

Para ulama memandang bahwa dengan berdiri maka itu merupakan bentuk penghormatan terhadap si jenazah serta merupakan bentuk pengagungan terhadap perkara kematian, sementara duduk dianggap kurang menghormati jenazah, sehingga mereka lebih menganjurkan untuk berdiri.

Bahkan para ulama memandang bahwa lebih afdhalnya adalah tidak duduk sampai si jenazah sudah terkubur dengan tanah, bukan saja hanya diletakkan diliang kubur. Adapun bagi yang punya udzur (halangan) untuk berdiri, seperti sedang sakit atau cacat fisiknya yang membuatnya kesulitan untuk berdiri maka tidak ada kemakruhan baginya untuk duduk.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...