Home Khazanah Islam Air Mata Buaya Di Dalam Al-Qur'an

Air Mata Buaya Di Dalam Al-Qur’an

Air mata buaya adalah istilah yang sudah populer ditengah masyarakat yang bermakna simpati buatan. Air mata ini merupakan emosi palsu dari seseorang yang pura-pura bersedih kemudian mengeluarkan air mata untuk menipu orang lain, padahal pada fitrahnya air mata itu sebenarnya adalah bahasa hati yang tulus.

Istilah ini diambil dari anekdot kuno bahwa buaya menangis untuk menarik mangsanya, maka ketika mangsanya mendekat maka ia langsung menerkamnya.

Filosofi ini kemudian dipakai oleh orang-orang yang di dalam hatinya terdapat sifat kemunafikan untuk mengecoh dan menipu lawannya untuk tujuan tertentu. Mereka menangis untuk menutupi kebohongannya supaya orang-orang menyangka bahwa ia bertutur jujur, atau mereka menangis hanya untuk menarik simpati dan belas kasihan orang lain. Dan lihatlah berapa banyak orang yang sudah tertipu dengan air mata palsu ini.

Air mata bukanlah bukti kejujuran dari sebuah perkataan. Bahkan dalam Al-Qur’an Allah sudah menyinggung hal ini dalam kisah Nabi Yusuf alaihisalam dan juga saudara-saudaranya, Allah ta’ala berfirman:

وجاءوا أباهم عشاء يبكون

“Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis.” (Yusuf : 16)

Setelah mereka menjalankan tipu daya yang mereka rencanakan dengan membuang Nabi Yusuf di sebuah sumur kemudian mengotori bajunya dengan darah seolah-olah Yusuf telah dimakan oleh serigala, mereka berusaha menutupinya; mereka datang kepada ayah mereka pada awal malam untuk meminta maaf, mereka berpura-pura menangis agar menampakkan kesedihan atas kepergian saudara mereka.

Padahal tangisan itu adalah tangisan palsu, tangisan itu hanyalah senjata untuk mengambil simpati ayah mereka dan orang-orang disekitarnya.

Imam Qurtubi ketika menjelaskan ayat ini beliau berkata,

قَالَ عُلَمَاؤُنَا: هَذِهِ الْآيَةُ دَلِيلٌ عَلَى أَنَّ بُكَاءَ الْمَرْءِ لَا يَدُلُّ عَلَى صِدْقِ مَقَالِهِ، لِاحْتِمَالِ أَنْ يَكُونَ تَصَنُّعًا، فَمِنَ الْخَلْقِ مَنْ يَقْدِرُ عَلَى ذَلِكَ، وَمِنْهُمْ مَنْ لَا يَقْدِرُ

Telah berkata para ulama, ayat ini merupakan dalil bahwasanya air mata (tangisan) seseorang bukanlah bukti dari benarnya perkataannya, karena mungkin saja air mata itu adalah air mata buatan, dan diantara sebagian manusia ada yang punya kemampuan untuk melakukannya dan ada pula yang tidak. (Tafsir al-Qurtubi 9/145)

Hendaklah setiap orang lebih teliti dalam menghadapi hal ini, karena tidak semua air mata menjadi bukti benarnya perkataan atau perbuatan seseorang. Apalagi dizaman fitnah ini, banyak orang yang menghalalkan segala cara demi tujuan tertentu sekalipun mereka harus menipu banyak orang.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...