Home Khazanah Islam Mendoakan Anak Semasih Dalam Penantian.

Mendoakan Anak Semasih Dalam Penantian.

Di dalam pendidikan Nabi saw. kepada umatnya ialah mendoakan kebaikan generasi yang akan datang.

Hal ini dikuatkan di dalam riwayat tentang kisah Rasulullah saw. tatkala melakukan perjalanan menuju Thaif untuk menyampaikan risalah dakwah. Sudah kita ketahui bersama bahwa Nabi saw. ditolak dan disakiti. Namun hal yang menarik dari kisah dakwah beliau di Thaif adalah Nabi saw. tetap mendoakan kebaikan kepada mereka walaupun hujatan yang didapat.

Sebagai mana doanya yang masyhur,

 أرجو أن يخرج الله من أصلابهم من يعبد الله وحده ولا يشرك به شيئا

“Aku berharap semoga Allah melahirkan dari anak keturunan mereka orang-orang yang menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya.” (HR. Bukhori, No: 2992)

Poin kedua ialah Rasulullah saw. memberikan petunjuk etika dalam berhubungan intim. Bahwa siapapun yang hendak mendatangi istrinya maka disunnahkan untuk membaca doa.

Sebagai mana doanya

بسم الله، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْـتَنَا

“Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari setan, dan jauhkan setan untuk mengganggu apa yang Engkau rezekikan kepada kami.”

Poin ketiga adalah memilih suami sholeh atau istri sholehah. Sebagai mana Allah berfirman dalam Al-Qur’an,

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu,” (An Nur :32)

Ayat diatas dijelaskan dengan hadits Nabi saw.

تخيروا لنطفكم ، فانكحوا الأكفاء و أَنكحوا إليهم

“Pilihlah wanita untuk nuthfah kalian (yang baik agamanya dan baik perangainya), maka nikahilah orang-orang sepadan (kafa’ah), dan hendaklah nikahkan lah (wanita) dengan mereka.”

Kilas Faedah,

1. Doa salah satu senjata ampuh untuk mendapatkan anak sholeh.
2. Waktu berdoa tidak hanya di pasca pernikahan.
3. Meminta didoakan kepada orang-orang sholeh.
4. Memilih pasangan yang baik merupakan bentuk keharusan.
5. Anak Sholeh termasuk rezeki Allah seperti di dalam doa ketika berhubungan.

*Catatan:
Kafa’ah yang dimaksud hadits diatas adalah memiliki kesamaan dalam agama, harta, nasab, dan kedudukan.

Wallahu ‘alam

Sumber: Athfaalul Muslimin Kaifa Rabbaahum Nabi al-Amin saw, hal 14.

Riza Ashfari Mizan
Alumni Imam Muhammad Bin Sa'ud Islamic University (LIPIA Jakarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Mengenal Kitab Tafsir Jalalail

Tafsir Jalalain termasuk tafsir yang ringkas, tapi ia tergolong di dalam kelas menengah. Tafsir Jalalail memiliki kesamaan dengan tafsir Ibnu Katsir dalam tingkat memahaminya....

Kenapa Hujan Menjadi Berkah ?

  Pertama, Allah menyebutkan dalam surat Qaf ayat 9 yang berbunyi: وَنَزَّلنَا مِنَ ٱلسَّمَاۤءِ مَاۤء مُّبَـٰرَكا فَأَنبَتنَا بِهِ جَنَّـٰت وَحَبَّ ٱلحَصِیدِ "Dan Kami telah turunkan dari langit...

Bahaya Namimah

Islam menyariatkan kepada pemeluknya agar melakukan hubungan baik antara sesama muslim yang lainnya. Ini merupakan salah satu tujuan adanya maqosid asy syariah al khomsah....

Baca surat al Kahfi di hari jumat salah, Benarkah ?

Perlu diketahui bahwa secara umum ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang dianjurkan membaca surat-surat tertentu pada hari jumat, seperti surat Yasin, al Kahfi, dan...