Home Khazanah Islam 6 Adab Buang Hajat Yang Sering Dilupakan

6 Adab Buang Hajat Yang Sering Dilupakan

Diantara bukti kesempurnaan ajaran islam, islam memperhatikan seluruh aktivitas umatnya. Diantara hal kecil yang tidak luput dari perhatian islam adalah adab-adab dalam buang hajat. Islam mengajarkan adab-adab buang hajat untuk mewujudkan akhlak yang mulia dalam diri setiap umatnya.

Diantara adab-ada yang harus diperhatikan ketika buang hajat adalah:

Pertama, Tidak masuk kedalam tempat buang hajat dengan membawa sesuatu yang bertuliskan lafal Allah atau segala sesuatu yang berhubungan denganNya.

Dalam sebuah hadist dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ وَضَعَ خَاتَمَهُ

“Adapun Rasulullah apabila masuk kedalam tempat buang hajat maka beliau menanggalkan cincinnya” (HR Abu Dawud)

Sebagaimana diketahui bahwa cincin milik rasulullah tertulis didalamnya  محمد رسول الله (Muhammad utusan Allah). Oleh sebab itu rasulullah pun menanggalkannya sebelum masuk kedalam tempat buang hajat. Perlu diketahui bahwa ketidakbolehan masuk kedalam tempat buang hajat dengan membawa sesuatu yang bertuliskan lafal Allah bersifat makruh (tidak dianjurkan) bukan haram secara mutlak.

Kemudian para ulama memberikan catatan bahwa apabila seseorang membawa barang yang bertuliskan lafal Allah kemudian meninggalkannya diluar maka takut hilang, maka dalam keadaan seperti ini boleh baginya untuk membawanya masuk kedalam tempat buang hajat. Hal ini merupakan pengecualian yang dilandaskan pada kaidah,

أنَّ الكراهة تزول مع الحاجة

“Kemakruhan (Larangan) itu hilang bersamaan dengan adanya kebutuhan”

Kedua, Membaca Do’a sebelum masuk ke tempat buang hajat.

Dalam sebuah hadist, dari Anas bin Malik berkata bahwa rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam ketika masuk kedalam tempat buang hajat beliau membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dari godaan setan laki-laki dan setan perempuan” (HR Abu Dawud)

Tempat buang hajat termasuk tempat kotor, dan tempat kotor merupakan sarang jin dan setan. Maka sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk meminta perlindungan dari golongan Jin dan setan.

Ketiga, Tidak buang hajat disembarang tempat.

Dalam sebuah hadist, rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

“اتَّقُوا اللَّاعِنِيْنَ: الَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ النَّاسِ, أَوْ ظِلِّهِمْ”

Berhati-hatilah terhadap dua hal yang dapat mendatangkan laknat manusia, yakni orang yang buang hajat di jalan umum, atau di tempat berteduh orang-orang. (HR Muslim)

Dalam beberapa hadist, ada tempat-tempat lain yang tidak boleh bagi seseorang untuk buang hajat didalamnya, diantaranya: dibawah pohon berbuah, atau disumber mata air yang digunakan oleh banyak orang, dan dipinggiran sungai.

Tempat-tempat diatas merupakan tempat lalu-lalang banyak orang, sehingga dengan mengotori tempat itu maka akan membuat orang marah dan kesal, sehingga berpotensi untuk mengundang laknat dari orang-orang.

Keempat, Mencari tempat yang tidak terlihat oleh orang lain dan tidak berbicara ketika sedang buang hajat.

Dalam sebuah hadist, rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda

“إِذَا تَغَوَّطَ الرَّجُلَانِ، فَلْيَتَوَارَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَنْ صَاحِبِهِ وَلَا يَتَحَدَّثَا؛ فَإِنَّ اللَّهَ يَمْقُتُ عَلَى ذَلِكَ

“Jika ada dua orang sedang buang hajat bersamaan, maka hendaklah keduanya saling membelakangi dan tidak saling berbicara, karena Allah marah dengan yang demikian. (HR Ahmad)

Ada 2 Kesimpulan penting dari hadist ini.

  1. Perintah untuk saling membelakangi maksudnya adalah supaya keduanya tidak saling melihat satu sama lain. Oleh karena itu hendaknya orang yang buang hajat mencari tempat yang aman dari pandangan mata orang lain.
  2. Tidak boleh berbicara ketika sedang buang hajat. Karena hal ini akan mengurangi marwah seseorang serta menghilangkan sifat malu. Hal ini sebagaimana riwayat dari Ibnu Umar bahwa ada seorang laki-laki yang melewati Nabi yang sedang buang hajat kemudian laki-laki itu mengucapkan salam, maka rasulullah diam dan tidak menjawab salamnya.

 

Kelima, Tidak membersihkan kotoran dengan tangan kanan.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

“لَا يُمْسَّنَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ وَهُوَ يَبُولُ, وَلَا يَتَمَسَّحْ مِنَ الْخَلَاءِ بِيَمِينِهِ

“Janganlah salah seorang dari kalian menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan ketika kencing, dan jangan pula membersihkan kotoran hajatnya dengan tangan kanannya” (Muttafaqun ‘alaihi)

Hadist diatas memberikan pelajaran bahwa tangan kanan lebih mulia dari tangan kiri. Tangan kanan hendaknya digunakan untuk menyentuh sesuatu yang suci dan baik, adapun tangan kiri untuk sebaliknya. Hal ini sebagaimana hadist yang terdapat dalam sahih Bukhari,

“كان يعجبه التيمن في تنعله وطهوره وفي شأنه كله”

Adapun rasulullah menyukai mendahulukan sebelah kanan ketika memakai sandal dan ketika bersuci dan disemua amalan lainnya (HR Bukhari Muslim)

Keenam, Tidak menghadap Kiblat

Dalam sebuah hadist, dari sahabat Salman ia berkata,

لَقَدْ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ

“Rasulullah telah melarang kami untuk menghadap kiblat ketika buang hajat atau ketika kencing”. (HR Muslim)

Kiblat merupakan tempat suci, arah dimana kaum muslimin menghadap ketika melaksanakan shalat dan ibadah lainnya. Maka tidak layak tentunya buang hajat sambil mengarah ke kiblat, hendaknya ia memilih arah lainnya.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...