Home Khazanah Islam Perut Adalah Seburuk-Buruk Wadah

Perut Adalah Seburuk-Buruk Wadah

Diantara penyebab utama penyakit adalah faktor lingkungan dan makanan. Lingkungan yang buruk akan menghasilkan bakteri dan senyawa-senyawa lainnya yang pada akhirnya akan menjadi sarang penyakit lalu menjangkiti orang-orang yang hidup didalamnya.

Faktor makanan juga merupakan sebab paling dominan dari munculnya berbagai macam penyakit. Pola makan tidak baik, mengkonsumsi makanan tidak sehat dan makan terlalu berlebihan adalah contoh dari perilaku buruk yang mengundang penyakit.

Dalam sebuh hadist Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

“مَا مَلأَ ابْنُ آدَمَ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ”

“Tidaklah seorang anak adam memenuhi wadah yang lebih buruk kecuali dari perutnya sendiri” (HR Tirmidzi)

Perut merupakan wadah bagi makanan-makanan, Jika perut diisi dengan porsi yang cukup, maka akan menghasilkan efek yang positif bagi tubuh, sementara jika perut diisi dengan porsi yang berlebihan, maka itu hanya akan menghasilkan penyakit.

Tubuh manusia punya ukuran, dan tubuh manusia tidak bisa menerima terlalu banyak asupan, sehingga yang berlebihan itu akan bermutasi menjadi penyakit. Seperti halnya tubuh manusia membutuhkan asupan gula sebagai sumber energi, namun jika terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung gula, maka tubuh tidak sanggup menampungnya dan akhirnya itu akan merusak tubuh sendiri.

Imam Ibnu rajab menukil perkataan dari seorang pakar kesehatan dizamannya setelah mendengar hadist diatas dan berkata,

“لو استعمل النَّاس هذه الكلمات، لسلموا من الأمراض والأسقام، ولتعطلت دكاكين الصيادلة”

“Kalau seandainya orang-orang mau mengamalkan kata-kata ini, maka pasti mereka akan selamat dari berbagai macam penyakit dan akan banyak klinik-klinik yang tutup”

Kemudian ia melanjutkan,

وإنَّما قال هذا؛ لأنَّ أصل كل داء التخم

“Sesungguhnya ia mengatakan hal demikian karna asal dari segala macam penyakit adalah kekenyangan”

Terlalu berlebihan dalam mengonsumsi makanan adalah sumber penyakit. Bahkan pakar medis selalu mewanti-wanti pasiennya dari “Kekenyangan”, makan secukupnya akan lebih baik bagi kesehatan tubuh. Selain mendatangkan penyakit, kekenyangan juga memiliki dampak buruk lainnya.

1. Membuat Hati Keras

Imam Hasan Al-Khusni berkata,

من أراد أن تغزر دموعه، ويرق قلبه، فليأكل وليشرب في نصف بطنه

“Barang siapa yang ingin air matanya deras mengalir dan lembut hatinya, hendaknya ia hanya makan dan minum untuk memenuhi setengah perutnya saja” (Taudihul Ahkam fi Bulughil Maram)

Hal ini sesuai dengan anjuran rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam,

حسب ابن آدم لقيمات يُقِمْنَ صُلْبَه

“Maka cukuplah bagi anak adam beberapa suap saja untuk meluruskan tulangnya” (HR Tirmidzi)

Perut yang kekenyangan akan membuat pemiliknya sulit berfikir, maka hilanglah kecerdasannya  dan perutnya akan memaksanya untuk lebih banyak berbaring dan tertidur, sehingga berkuranglah waktu untuk melakukan hal yang bermanfaat, dan itu adalah sebab-sebab hati akan menjadi keras.

2. Syahwat Yang Bergejolak

Dalam kitab Taudhihul Ahkam fi Bulughil maram dikatakan,

فإنَّ معصية الله تعالى بعيدةٌ من الجائع، قريبةٌ من الشبعان

“Karena sesungguhnya maksiat kepada Allah lebih jauh dari orang yang lapar dan lebih dekat kepada orang yang kekenyangan”

Asal dari segala maksiat adalah syahwat, maka barang siapa yang ingin syawhatnya berkurang maka hendaknya ia tidak berlebih-lebihan dalam memenuhi isi perutnya. Kemudian didalam kitab yang sama juga dikatakan,

ومن فوائد التخفيف من الطعام؛ كسر شهوة المعاصي كلها، والاستيلاء على النَّفس الأمَّارة بالسوء؛ فإنَّ منشأ المعاصي كلها الشهوات

“Diantara faidah dari sedikit makan adalah untuk menghancurkan syahwat untuk bermaksiat, dan juga untuk meredam nafsu yang selalu memerintahkan pemiliknya untuk berbuat keburukan, karena asal dari segala maksiat dalah syahwat.”

Ini menunjukan bahwa memperbanyak makanan hanya akan membuat nafsu semakin bergejolak, sebeliknya sedikit makan akan membuat nafsunya berkurang dan itu akan memudahkannya dalam menjaga dirinya.

Kekenyangan memberikan dampak yang beragam, bukan hanya berdampak pada tubuh, ia juga akan berdampak pada kondisi hati dan keimanan seseorang. Hendaknya setiap orang memperhatikan hal ini dan tidak mengacuhkannya.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...