Home Muamalah Pembagian “Prasangka” Manusia

Pembagian “Prasangka” Manusia

Prasangka, atau yang biasa diungkapkan dengan kata “dzan” yang apabila ditambahkan kata “Husnu” maka menjadi Husnudzan yang berarti berbaik sangka. Sementara apabila ditambahkan kata “su’u” maka menjadi su’udzan yang berarti berburuk sangka.

Prasangka secara istilah bermakna anggapan yang terlintas dihati terhadap sesuatu yang belum jelas kebenaran atau kesalahannya. Terkadang dengan dzan ini seseorang menghukumi saudaranya dengan tanpa bukti yang bisa menguatkan anggapannya, inilah suudzon (berburuk sangka) yang dilarang oleh rasulullah salam sabdanya,

إيَّاكُمْ وَالظَّنَّ؛ فإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ

Berhati-hatilah kalian terhadap prasangka, karena sesungguhnya prasangka adalah sebohong-bohongnya perkataan (Muttafaqun ‘alaihi)

Disebut dengan sebohong-bohong perkataan karena prasangka adalah praduga yang tidak disandarkan dengan bukti apapun, sehingga mungkin benar dan mungkin salah.

Di dalam Al-Qur’an, Allah juga sudah mewanti-wanti hamba-hambanya tentang bahayanya prasangka, Allah ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

Wahai orang-orang yang beriman, Jauhilah oleh kalian berprasangka, karena sebagian prasangka itu dosa” (Al-Hujuraat : 12)

Dalam ayat ini Allah mewanti-wanti hambanya agar menjauhi sifat mudah berprasangka, karna prasangka hanya lahir dari dugaan-dugaan yang berbukti, yang justru bisa-bisa menjatuhkan seseorang kedalam lembah fitnah terhadap saudanya.

Namun dalam ayat tesebut juga terdapat isyarat bahwa tidak semua prasangka itu berakibat dosa, karena Allah hanya mengatakan bahwa sebagian prasangka itu dosa. Imam Al-Qurtubi dalam tafsirnya berkata,

ولم يقل: الظن كله، إذ كان قد أذن للمؤمنين أن يظن بعضهم ببعض الخير

“Adapun Allah tidak mengatakan bahwa semua prasangka itu buruk, itu karena Allah mengizinkan bagi kaum mu’minin untuk saling berprasangka baik dengan satu sama lainnya”. (22/305)

Dari sini, Imam Az-Zamakhsari membagi Dzan (Prasangka) menjadi 4 macam.

  1. Prasangka Haram

Yakni berburuk sangka dengan Allah, kemudian berburuk sangka dengan orang-orang mu’min yang terlihat dari mereka sifat adil dan baik.

  1. Prasangka Wajib

Kebalikan dari sebelumnya, yakni dengan berbaik sangka kepada Allah dan orang-orang mu’min.

  1. Prasangka Yang Dianjurkan

Berbaik sangka terhadap orang-orang yang terlihat darinya sifat adil dan kebaikan dari kaum mu’minin

  1. Prasangka Yang Dibolehkan

Berprasangka terhadap orang-orang yang terlihat darinya sifat-sifat orang-orang yang tidak beriman, seperti sering bermaksiat, khiyanat dan munafik.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...