Home Fiqih Minum Sambil Berdiri, Haramkah?

Minum Sambil Berdiri, Haramkah?

Diantara tanda sempurnanya islam adalah ketika islam memperhatikan segala aktivitas umatnya dari hal paling sederhana hingga hal-hal penting. Diantara hal sederhana yang diperhatikan islam adalah tata cara makan dan minum.

Dalam sebuah hadist dari Ali bin Abi Thalib bahwa rasulullah bersabda,

لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدُكُمْ قَائِمًا

“Janganlah salah seorang dari kalian minum dalam keadaan berdiri”. (HR. Muslim)

Hadist diatas menunjukan larangan minum dalam keadaan berdiri, namun larangan tersebut bersifat keharaman atau hanya dimakruhkan untuk minum sambil berdiri?

Kaum dhahiriyah menganggap larangan itu bersifat haram, mereka berkata bahwa asal dari segala larangan adalah keharaman. Akan tetapi pendapat ini menyelisih mayoritas ulama, mereka berpendapat bahwa larangan di hadist ini bersifat makruh tanzih (tidak dianjurkan). Artinya, minum sambil berdiri tidaklah haram, akan tetapi afdhalnya adalah tidak melakukannya dan memilih unuk minum dalam keadaan duduk.

Dalam hadist lain terdapat keterangan bahwa Nabi salallahu ‘alaihi wasalam minum sambil berdiri, diantaranya hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ

“Aku memberi minum Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam air zam-zam maka beliau meminumnya dalam keadaan berdiri”. (HR. Muslim)

Dalam hadist lain dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu minum dalam keadaan berdiri kemudian beliau berkata,

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ كَمَا رَأَيْتُمُونِي فعلت

“Aku melihat rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam melakukan hal yang sama (minum sambil berdiri) seperti apa yang kalian lihat dariku” (HR. Bukhari)

Dua hadist diatas menunjukan bahwa rasulullah pernah minum dalam keadaan berdiri dihadapan sahabat-sahabatnya. Imam Nawawi ketika mengomentari hadist-hadist diatas yang saling kontradiksi beliau berkata,

أَنَّ النَّهْيَ فِيهَا مَحْمُولٌ عَلَى كَرَاهَةِ التَّنْزِيهِ وَأَمَّا شُرْبُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا فَبَيَانٌ للجواز

Sesungguhnya larangan (minum sambil berdiri) dalam hadist tersebut dibawa kepada “Makruh Tanzih” (meninggalkannya lebih utama) adapun perilaku Nabi ketika minum sambil berdiri itu menunjukan kebolehan hal tersebut (Syarah Shahih Muslim, 13/195)

Dari sini jelaslah sudah hukum minum dan makan dalam keadaan berdiri dibolehkan akan tetapi afdhalnya adalah makan dan minum dalam keadaan duduk. Hal ini karena lebih dekat ke sunnah rasulullah dan dalam dunia medis juga menganjurkan hal yang sama.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca surat al Kahfi di hari jumat salah, Benarkah ?

Perlu diketahui bahwa secara umum ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang dianjurkan membaca surat-surat tertentu pada hari jumat, seperti surat Yasin, al Kahfi, dan...

Apa itu Hatibul Layl ?

  حاطب ليل Pencari kayu bakar di malam hari. Sebenarnya gelar ini digagas oleh para kritikus riwayat terhadap sekian banyak ulama dan perawi ketidak mampuannya dalam membedakan...

Istri-istri Nabi Muhammad

Bahwa sudah diketahui bersama, sebagaimana manusia biasa, Nabi juga bisa menikah. Dan perlu diketahui juga, bahwa fitrah dari makhluk adalah Allah jadikan mereka berpasang-pasangan....

Al Hafiz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuthi

Nama beliau Abdurrahman bin al Kamal. Kuniyah beliau Abu al Fadhl, adapun laqob beliau Jalaluddin. Lahir pada malam ahad awal bulan Rajab tahun 849 H...