Home Muamalah Jangan Cuci Tanganmu Sebelum Menjilatnya, Ini Alasannya

Jangan Cuci Tanganmu Sebelum Menjilatnya, Ini Alasannya

Diantara tanda kesempurnaan akal dan sempurnanya agama seseorang adalah ketika ia bisa memuliakan setiap nikmat yang Allah berikan. Diantara nikmat itu adalah nikmat makanan dan minuman yang Allah turunkan untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hambanya.

Diantara bentuk memuliakan dan mensyukuri nikmat makanan adalah dengan tidak menyia-nyiakannya atau membuangnya atau dengan tidak menyisakannya. Dalam sebuah hadist, rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

“إِذَا أَكَلَ أَحَدُكمْ طَعَامًا، فَلاَ يَمْسَحْ يَدَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا، أَوْ يُلْعِقَهَا”

Jika salah seorang dari kalian memakan makanan, maka janganlah ia mencuci tangannya sampai ia menjilati tangannya atau menjilatkannya kepada orang lain (HR Bukhari Muslim)

Diantara adab yang harus diperhatikan dan sering dilupakan oleh kebanyakan orang adalah menjilat sisa-sisa makanan yang menempel ditangan seusai digunakan untuk makan. Para ulama mewanti-wanti umat islam agar memperhatikan hal ini karena beberapa hal luar biasa yang terkandung didalamnya.

Pertama, Mengikuti Sunnah Rasulullah

Dizaman ini banyak orang lebih suka untuk menghilangkan sisa-sisa makanan di tangan dengan menggunakan tisu. Kebanyakan mereka malu untuk menjilat tangannya dan menganggapnya itu sesuatu yang menjijikkan. Padahal itu adalah sunnah nabi, jika dengan melakukan amalan sesederhana itu kita akan mendapatkan kemuliaan dari sunnah Nabi lantas kenapa harus ditinggalkan.

Kedua, Menjauhkan Diri Dari Sifat Mubadzir

Diantara kebiasaan buruk kebanyakan orang dizaman ini adalah kebiasaan menyia-nyiakan makanan. Jangankan menjilat tangan, piring-piring merekapun masih tersisa didalamnya banyak makanan.

Kebiasaan buruk ini adalah warisan dari orang-orang non muslim, mereka gemar menyia-nyiakan makanan dan tidak menghabiskannya. Layaknya muslim yang baik maka warisan itu tidak boleh diikuti oleh kita serta keturunan-keturunan kita, hendaklah setiap orang mengarahkan keluarga serta kerabatnya untuk melestarikan warisan Nabi salallahu ‘alaihi wasalam.

Ketiga, Memuliakan Makanan.

Mencuci tangan sebelum menjilatnya akan membuat sisa-sisa makanan yang ada ditangan kita akan jatuh dan mengalir bersama kotoran lain. Bahkan bisa jadi sisa-sisa makanan itu mengalir dan berkumpul di tempat pembuangan bersama air kencing, bangkai dan kotoran-kotoran lain.

Tentunya ini merupakan bentuk kufur terhadap nikmat serta penghinaan terhadapnya. Maka yang paling baik adalah dengan menjilatinya terlebih dahulu sampai bersih baru kemudian mencuci tangan agar tidak ada sisa-sisa makanan yang jatuh dan larut bersama kotoran-kotoran lain.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Mengenal Kitab Tafsir Jalalail

Tafsir Jalalain termasuk tafsir yang ringkas, tapi ia tergolong di dalam kelas menengah. Tafsir Jalalail memiliki kesamaan dengan tafsir Ibnu Katsir dalam tingkat memahaminya....

Kenapa Hujan Menjadi Berkah ?

  Pertama, Allah menyebutkan dalam surat Qaf ayat 9 yang berbunyi: وَنَزَّلنَا مِنَ ٱلسَّمَاۤءِ مَاۤء مُّبَـٰرَكا فَأَنبَتنَا بِهِ جَنَّـٰت وَحَبَّ ٱلحَصِیدِ "Dan Kami telah turunkan dari langit...

Bahaya Namimah

Islam menyariatkan kepada pemeluknya agar melakukan hubungan baik antara sesama muslim yang lainnya. Ini merupakan salah satu tujuan adanya maqosid asy syariah al khomsah....

Baca surat al Kahfi di hari jumat salah, Benarkah ?

Perlu diketahui bahwa secara umum ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang dianjurkan membaca surat-surat tertentu pada hari jumat, seperti surat Yasin, al Kahfi, dan...