Home Fiqih Hukum Menyolatkan Orang Yang Mati Karena Bunuh Diri,

Hukum Menyolatkan Orang Yang Mati Karena Bunuh Diri,

Dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata,

“أُتِيَ النَّبِيُّ -صلى الله عليه وسلم- بِرَجُلٍ قَتَلَ نَفْسَهُ بِمَشَاقِصَ، فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ”

“Rasulullah pernah dihadapkan kepadanya seorang laki-laki yang mati karena bunuh diri, maka Beliau tidak mau untuk menyolatkannya.” (HR. Muslim)

Hadist diatas  secara dhahirnya menunjukan bahwa orang yang mati karena bunuh diri maka ia tidak dishalatkan, hal ini terlihat ketika nabi salallahu ‘alaihi wasalam menolak untuk menyolatinya. Dan ini adalah pendapat yang dikuatkan oleh Umar Bin Abdil Aziz dan Imam Al-Auza’i.

Akan tetapi Mayoritas ulama berpendapat bolehnya menyolatkan orang yang mati karena bunuh diri, hal ini karena beberapa alasan.

Pertama, Penolakan rasulullah untuk menyolati orang yang mati karena bunuh diri bukan berarti haram untuk menyolatinya, akan tetapi penolakan ini sebagai bentuk teguran bagi yang lain agar tidak melakukan hal yang sama.

Imam an-Nawawi ketika mengomentari hadist ini berkata,

لَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ بِنَفْسِهِ زَجْرًا لِلنَّاسِ عَنْ مِثْلِ فِعْلِهِ وَصَلَّتْ عَلَيْهِ الصَّحَابَةُ وَهَذَا كَمَا تَرَكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ فِي أَوَّلِ الْأَمْرِ عَلَى مَنْ عَلَيْهِ دَيْنٌ زَجْرًا لَهُمْ عَنِ التَّسَاهُلِ فِي الِاسْتِدَانَةِ وَعَنْ إِهْمَالِ وَفَائِهِ وَأَمَرَ أَصْحَابَهُ بِالصَّلَاةِ عَلَيْهِ

“Adapun Nabi salallahu ‘alaihi wasalam tidak menyolatkannya itu sebagai bentuk teguran bagi orang lain dari melakukan perbuatan yang serupa, adapun para sahabat tetap menyolatkannya. Ini sebagaimana Nabi meninggalkan shalat terhadap orang yang mati dalam keadaan meninggalkan hutang sebagai teguran bagi mereka dari bermudah-mudahan ketika berhutang dan menyepelekan untuk melunasinya, namun rasulullah tetap memerintahkan sahabatnya untuk menyolatinya.” (Syarh Shahih Muslim 7/47)

Kedua, Mati bunuh diri tidak menyebabkan seseorang keluar dari agamanya.

Bunuh diri memang tergolong dalam dosa besar, akan tetapi itu tidak membuatnya keluar dari agama, sehingga ia masih berhak mendapatkan perlakuan sama seperti muslim lainnya dalam pengurusan jenazahnya dari dimandikan, dikafani, dishalatkan dan dikuburkan.

Imam Nawawi berkata,

مَذْهَبُ الْعُلَمَاءِ كَافَّةً الصَّلَاةُ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمَحْدُودٍ وَمَرْجُومٍ وَقَاتِلِ نَفْسِهِ وولد الزنى

Madzhab para ulama bolehnya shalat terhadap setiap orang islam meskipun ia mati karena hadd, dan karena dirajam atau karena bunuh dari atau anak hasil zina. (Syarh Shahih Muslim 7/47)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,

من كان مظهراً للإسلام، فإنَّه يجري عليه أحكام الإسلام الظاهرة: من تغسيله، والصلاة عليه، ودفنه في مقابر المسلمين، ونحو ذلك

“Barang siapa yang nampak darinya tanda-tanda keislaman maka ia harus diperlakukan sesuai islam, dari dimandikan, dishalatkan, dikuburkan di kuburan kaum muslimin dan sebagainya”. ( Taudhihul Ahkam fi Bulughil Maram 3/185)

Para ulama tidak memandang bunuh diri mengeluarkan seseorang dari agamanya, meskipun bunuh diri termasuk dalam “Al-Kabair” (Dosa-Dosa besar). Sehingga ia tetap dishalatkan seperti yang lain. Hanya saja Para pemuka agama dianjurkan untuk tidak ikut menyolatkannya sebegaimana sikap rasulullah, hal ini sebagai teguran bagi yang lainnya agar tidak melakukan hal yang sama.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...