Home Khazanah Islam Berbeda Pendapat Bukti Ketidakjelasan Syariat Islam? (Part 3)

Berbeda Pendapat Bukti Ketidakjelasan Syariat Islam? (Part 3)

Sejenak kalau kita perhatikan dari perkataan para ulama yang ada di dua part sebelumnya, mungkin kita akan dibuat bingung merasa tidak percaya dengan apa yang telah mereka katakan. Namun demikianlah hakikat dari perbedaan pendapat dalam syariat Islam.

Perbedaan pendapat di kalangan ulama itu hal biasa, bahkan tidak sedikit yang menganggap hal yang demikian sebagai suatu kelapangan. Jangankan yang lintas madzhab, yang semadzhab pun seringkali ada perdebatan di dalamnya.

Maka tidak salah ketika Imam Ahmad rahimahullah bertemu dengan salah seorang yang menulis sebuah kitab berjudul كتاب الاختلاف (kitab perbedaan), beliau menyuruh mengganti judul bukunya menjadi كتاب السعة (kitab kelapangan). Ini tidak lain karena lafadz الاختلاف mengandung perpecahan, sedangan lafadz السعة jelas menunjukkan kemudahan dan adanya keringanan. Dalam kitab Majmu’ Fatawa , Ibnu Taimiyah menyatakan :

ولهذا صنف رجل كتابا سماه ” كتاب الاختلاف ” فقال أحمد: سمه ” كتاب السعة ” وإن الحق في نفس الأمر واحد وقد يكون من رحمة الله ببعض الناس خفاؤه لما في ظهوره من الشدة عليه ويكون من باب قوله تعالى :لا تسألوا عن أشياء إن تبد لكم تسؤكم

Karena itu (ketika) ada seseorang yang menulis sebuah kitab berjudul “Kitab Al Ikhtilaf”, Imam Ahmad (menyuruhnya untuk mengganti nama kitabnya) dengan mengatakan : Beri judul kitabmu “Kitab as Sa’ah”. Karena sesungguhnya kebenaran pada saat itu cuma satu, dan terkadang termasuk rahmat Allah kepada beberapa orang adalah tersembunyinya hal yang (seandainya) diketahuinya akan menjadi penderitaan baginya. Dan hal ini termasuk daripada firman Allah SWT : “Janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu (justru) menyusahkan kamu.” (jilid 14 halaman 159)

Lantas jika ada yang mengatakan :

لو كان الاختلاف رحمة لكان الاتفاق عذاب

“Seandainya perbedaan pendapat adalah rahmat, maka seharusnya kesepakatan adalah adzab”

kira-kira siapa yang pertama kali mengatakan demikian dan bagaimana cara menjawabnya?

Shalahuddin Al-Ayyubi Lc.
ليس كل ما في خواطرنا يقال.. وليس كل ما يقال مقصود... وليس كل ما يكتب واقع نعيشه...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...