Home Aqidah Apakah Penghuni Kubur Dapat Mendengar Dan Mengetahui Orang Yang Mengunjunginya?

Apakah Penghuni Kubur Dapat Mendengar Dan Mengetahui Orang Yang Mengunjunginya?

Ziayarah kubur atau mengunjungi ahli kubur adalah amalan yang dianjurkan dalam islam. Hal itu karena ziyarah kubur akan mendatangkan banyak manfaat, diantaranya Ziyarah kubur akan mengingatkan manusia kepada kematian. Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda,

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرً

“Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah),” (HR. Hakim).

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya’ ulum ad-Din berkata,

زيارة القبور مستحبة على الجملة للتذكر والاعتبار

“Ziarah kubur disunnahkan secara umum dengan tujuan untuk mengingat (kematian) dan mengambil pelajaran, ( 4/521).

Orang yang berziarah kubur akan mengingatkan manusia pada kematian, mengingatkan manusia pada masa depannya, mengingatkan manusia bahwa ia tercipta dari tanah dan akan kembali ketanah, dan akan membuatnya lebih bersemangat dalam mengumpulkan pundi-pundi amal kebaikan sebagai bekalnya dimasa depan nanti.

Adapun apakah penghuni kubur mengetahui dan dapat mendengar orang-orang yang menziarahinya?

Maka menurut pendapat yang paling kuat, para penghuni kubur mengetahui dan mendengar perkataan dari orang-orang yang menziarahinya. Adapun dalil dalil yang menunjukan hal ini diantaranya,

1. Anjuran Untuk Memberikan Salam Kepada Ahli kubur

Rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُرُّ بِقَبْرِ رَجُلٍ كَانَ يَعْرِفُهُ فِي الدُّنْيَا، فَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ، إِلَّا عَرَفَهُ وَرَدَّ عَلَيْهِ

Tidaklah seseorang melewati kuburan seseorang lainnya yang ia kenal di dunia, lalu ia mengucapkan salam padanya, kecuali ia (yang ada di dalam kuburan) mengetahuinya dan membalas salam kepadanya. (HR. Al-Baihaqi)

Dalam hadist lain, Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anhu pernah bertanay kepada rasulullah tentang apa yang harus ia baca ketika berziayarah kubur, kemudian rasulullah bersabda,

قُولِى السَّلاَمُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَلاَحِقُونَ

Ucapkanlah, “Assalamu alaikum wahai penghuni kubur, dari kalangan mukmini dan muslimin. Semoga Allah merahmati orang yang telah meninggal dan yang masih hidup. Dan insyaaAllah kami akan menyusul kalian.” (HR. Muslim 2301)

Hadist diatas menunjukan bahwa penghuni kubur benar-benar mengetahui dan mendengar orang-orang yang menziarahinya, karna jika ahli kubur tidak mendengar salam dari orang-orang yang menziarahinya maka tidaklah mungkin rasulullah memerintahkan Aisyah untuk mengucapkan salam kepada ahli kubur.

Ibnu Qayiim dalam kitabnya Ar-Ruh berkata,

وَالسَّلَف مجمعون على هَذَا وَقد تَوَاتَرَتْ الْآثَار عَنْهُم بِأَن الْمَيِّت يعرف زِيَارَة الْحَيّ لَهُ ويستبشر بِهِ

Adapun para salaf telah berijma’ (sepakat) dan sudah banyak keterangan-keterangan dari mereka bahwa mayyit mengetahui ziyarahnya orang-orang yang masih hidup dan ia (mayyit) berbahagia dengan ziyarah ini. (ar-Ruh hal. 5)

2. Kisah Mayat-mayat Di Perang Badar

Ketika perang badar telah usai, rasulullah memerintahkan para sahabat untuk menggeret dan meletakkan korban-korban dari kaum musyrikin pada satu lubang, kemudian rasulullah berdiri ditepi lubang tersebut dan kemudian memanggil mayit-mayit tersebut satu persatu dan berkata,

هَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا؟ فَإنَّي وَجَدت ما وعدني ربي حقًّا

“Apakah kamu mendapatkan janji Tuhanmu benar?”  “Maka sungguh telah aku dapati bahwa janji Tuhanku adalah benar.”

Ketika mendengar hal ini maka sahabat Umar bin Khattab kaget dan sontak berkata, “Wahai rasulullah, apakah engkau benar-benar berbicara dengan mayat yang akan menjadi bangkai yang membusuk”?

Kemudian Rasulullah berkata,

والَّذِي بَعَثَنِي بِالحَقِّ مَا أَنتُمْ بِأَسْمَع لِمَا أَقُولُ مِنهُم، وَلَكِنَّهُم لَا يَستَطِيعُونَ جَوابًا

“Demi Zat yang mengutus aku sebagai rasul dengan kebenaran. Tidaklah kalian lebih mendengar apa yang aku bicarakan dari mereka ini. Tetapi mereka tidak mampu menjawabnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Hadist ini menunjukan bahwa mayat-mayat yang sudah wafat dapat mendengar perkataan orang-orang disekitarnya, Jika tidak, maka tidak mungkin rasulullah mengajak mereka berbicara. Mereka mendengar, namun mereka diam dan tidak bisa menjawabnya.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Fase Pensucian Sebelum Masuk Syurga.

Diantara nikmat terbesar yang Allah janjikan kepada hamba-hambanya yang taat adalah nikmat syurga, dimana syurga merupakan pembalasan yang setimpal bagi mereka yang sabar melawan...

Belajar Husnudzan Dari Semut

Husnu “Dzan’’ berasal dari dua kata, pertama “Husnu” yang berarti baik, dan kata “Dzan yang berarti "Prasangka”. Jika keduanya digabungkan, maka memberikan makna prasangka...

Belajar Bahasa Arab Wujud Dari Kesempurnaan Iman Kepada Allah

Berbahasa merupakan salah satu dari sekian banyaknya pilihan manusia untuk mewujudkan keharmonisan di dalam kehidupan mereka. Tentu tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa adalah sarana paling...

Mengingat Nasehat Buya Hamka Bagi Para Pendakwah

Dakwah merupakan metode yang terbaik untuk mengajak hambaNya menuju jalan yang diridai oleh Allah Y. Hal ini salah satu wujud dari jawaban kita terhadap...