Home Aqidah Bertemu Dengan Orang Yang Sudah Meninggal Dalam Mimpi, Mungkinkah?

Bertemu Dengan Orang Yang Sudah Meninggal Dalam Mimpi, Mungkinkah?

Setiap yang bernyawa pasti akan bertemu dengan kematian, dan kematian itulah akhir dari kebersamaan dengan oran-orang yang dicintainya selama didunia. Jasadnya akan terkubur dan membusuk termakan zaman didalam kubur, sehingga ia tidak mungkin lagi bangkit dan bertemu serta berinteraksi dengan orang yang masih hidup, kemudian ruhnya akan berpindah ke alam lain.

Jika ruh tersebut berpindah dan hidup di alam lain, apakah mungkin ruh tersebut bertemu dengan orang-orang yang masih hidup?

Dalam menjawab pertanyaan ini, ada dua hal yang harus diketahui,

Pertama, Ruh orang yang mati tidak mungkin bertemu dengan orang yang masih hidup dalam keadaan sadar atau terjaga.

Kedua, Ruh orang yang mati bisa bertemu dengan orang yang masih hidup dalam mimpi. Hal ini sebagaimana sabda rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam,

من رآني في المنام فقد رآني فإن الشيطان لا يتخيل بي

“Siapa yang melihatku dalam mimpi, dia benar-benar melihatku. Karena setan tidak mampu meniru rupa diriku.” (HR. Bukahri dan Muslim)

Dalam hadist ini rasulullah membenarkan bahwa setiap orang yang masih hidup bisa benar-benar bertemu dengannya di dalam mimpi, padahal rasulullah sudah wafat. Ini menunjukan bahwa ruh orang yang sudah mati bisa bertemu dengan orang yang masih hidup didalam mimpi.

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman,

الله يتوفى الْأَنْفس حِين مَوتهَا وَالَّتِي لم تمت فِي منامها فَيمسك الَّتِي قضى عَلَيْهَا الْمَوْت وَيُرْسل الْأُخْرَى إِلَى أجل مُسَمّى إِن فِي ذَلِك لآيَات لقوم يتفكرون

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS: Az-zumar: 42). 

Imam at-Thabari dalam ketika menafsirkan ayat ini berkata,

ذكر أن أرواح الأحياء والأموات تلتقي في المنام، فيتعارف ما شاء الله منها، فإذا أراد جميعها الرجوع إلى أجسادها أمسك الله أرواح الأموات عنده وحبسها، وأرسل أرواح الأحياء حتى ترجع إلى أجسادها إلى أجل مسمى وذلك إلى انقضاء مدة حياتها

“Allah menyebutkan bahwa ruh-ruh orang yang hidup dan mati bisa saling bertemu didalam mimpi, maka mereka saling mengenal satu sama lain dengan izin Allah, dan ketika ruh-ruh tersebut ingin kembali ke jasadnya maka Allah memegang ruh-ruh orang yang sudah mati dan menahannya, dan Allah membiarkan ruh-ruh orang yang masih hidup untuk kembali ke jasadnya sampai waktu yang ditentukan yakni sampai habis umurnya.”

Ibnu Abbas berkata,

أَن أَرْوَاح الْأَحْيَاء والأموات تلتقي فِي الْمَنَام فيتسألون بَينهم فَيمسك الله أَرْوَاح الْمَوْتَى وَيُرْسل أَرْوَاح الْأَحْيَاء إِلَى أجسادها

Sesungguhnya ruh-ruhnya orang yang masih hidup dan orang yang sudah mati bertemu di dalam mimpi dan kemudian mereka saling menyapa, maka Allah tahan ruhnya orang yang sudah meninggal dan membiarkan arwahnya orang hidup untuk kembali ke jasadnya.

Dari penjelasan diatas, kita bisa mengambil beberapa kesimpulan penting diantaranya,

  1. Ruh orang yang sudah meninggal bisa bertemu dengan ruh orang yang masih hidup didalam mimpi.
  2. Tidur adalah mati kecil, Ketika seseorang sedang tidur maka ruhnya berada di tempat lain, kemudian ketika ajalnya sudah tiba maka Allah akan menahan ruhnya untuk kembali kejasadnya, dan jika ternyata ajalnya belum tiba maka Allah akan kembalikan ruh tersebut kejasadnya sampai ajalnya tiba.
  3. Setan tidak bisa menyerupai rupa rasulullah, tapi ia bisa datang dengan rupa orang lain kemudian mengaku sebagai rasulullah dengan tujuan untuk menyesatkan manusia.
  4. Tidak semua yang hadir didalam mimpi benar-benar ruh orang yang kita kenal, karena terkadang itu jelmaan syaithan yang ingin menyesatkan manusia. Setan tersebut meniru rupa orang-orang yang kita kenal seperti meniru rupa orang tua atau kerabat, kemudian memberikan wasiyat atau perintah untuk melakukan sesuatu yang terlarang.
  5. Bolehnya melaksanakan wasiyat atau pesan dari ruh orang yang kita temui dalam mimpi selama wasiyat atau pesan tersebut bernilai positif, seperti mengingatkan agar rajin beribadah, belajar dan selalu menjadi orang baik. Namun jika wasiyat tersebut bernilai negatif seperti memerintahkan untukhal-hal yang bertentangan dengan syariat, maka tidak boleh untuk dilaksanakan, karena itu adalah jebakan setan.

 

 

Sumber:

Kitab ar-Ruh, Ibnu Qayyim

Tafsir at-Thabari

Shahih Bukhari dan Muslim

 

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...