Home Muamalah Apakah Kita Benar-Benar Bebas Memilih?

Apakah Kita Benar-Benar Bebas Memilih?

Ketika kita menyadari bahwa kita tidak mau dipaksa melakukan ini itu dalam hidup kita dengan dalih hidup ini adalah pilihan, apakah kita sudah faham konsekuensi dari ucapan kita?

Ya, memang hidup ini adalah pilihan. Kita bebas mau memilih apa, tapi sayangnya tidak bisa betul-betul bebas 100%, karena setiap pilihan memiliki resiko dan konsekuensinya tersendiri yang harus ikut dipertimbangkan.

Resiko dan konsekuensi duniawi mungkin masih lebih mudah untuk diatasi. Namanya juga dunia yang fana, maka otomatis apapun yang terjadi di dunia juga fana. Akan hilang. Tapi tidak dengan resiko dan konsekuensi akhirat, karena akhirat itu abadi, dan di sana tidak ada remedial dan pengulangan. Di akhirat itu pertanggungjawabannya langsung di hadapan Rabbul ‘aalamiin.

Allah Ta’ala berfirman:

 لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.

Kemudian Allah melanjutkan firmannya,

وَالَّذِينَ كَسَبُوا السَّيِّئَاتِ جَزَاءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ مَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ كَأَنَّمَا أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِنَ اللَّيْلِ مُظْلِمًا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan (akan mendapat) balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”[Surat Yunus: 26-27]

Jika kita sudah menyadari perkara ini, maka selayaknya kita juga menyadari bahwa sungguh di dunia ini manusia tidak bisa bebas memilih sesuai hawa nafsu belaka. Bebas memilih, tetapi harus dalam bingkai pertimbangan syariat Allah Ta’ala.

Maka ketika kita membuat suatu keputusan, sudah selayaknya kita meminta bantuan Allah dalam menunjuki kita. Sudah selayaknya kita memikirkan apa saja konsekuensi jangka panjang alias konsekuensi akhirat dari pilihan yang kita ambil. Apakah nanti di akhirat, ketika Allah bertanya kenapa kita dulu memilih ini itu, kita bisa menjawabnya dengan jawaban yang benar menurut Allah?

Karena Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” [Surat Al-Isra’ 36].

Semoga Allah selalu menunjuki kita pada keputusan yang tepat menurutNya dan selalu melimpahkan taufiqNya agar dalam hidup ini kita mampu memilih semua yang membawa manfaat untuk akhirat kita.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...