Home Khazanah Islam Menulis Adalah Tradisi Para Ulama

Menulis Adalah Tradisi Para Ulama

Salah satu kewajiban seorang muslim adalah menuntut ilmu. Ilmu yaitu pemahaman dari sebuah pengalaman yang diserap oleh hati dan diolah oleh pikiran sebagai modal utama untuk beribadah, berperilaku, dan berhadapan dengan kehidupan.⁣

Seorang bisa mendapatkan ilmu dari mana saja, dari sumber yang tidak terbatas. Selama napas masih berderu, dan raga masih mengandung ruh, ilmu itu akan terus ada, terkadang kita yang mencari, terkadang pula datang dari orang-orang yang menyemai inspirasi.⁣

Betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan manusia, hingga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mewasiatkan pada umatnya untuk mengikat ilmu-ilmu dan tidak melupakannya. Beliau bersabda, “Ikatlah ilmu dengan tulisan.” (HR. Thabrani dan Hakim)⁣

Berangkat dari hadits tersebut, para Ulama pun berlomba-lomba mengikat ilmu mereka dengan tulisan, menyimpan hafalan dan pemahaman bukan hanya dalam “sudur” (dada), melainkan juga dalam “sutur” (coretan-coretan).⁣

Mereka melahirkan karya-karya tulis menakjubkan, dipersembahkan sebagai warisan abadi, yang kebermanfaatannya bisa selalu kita rasakan dan nikmati hingga detik ini.⁣

Ulama adalah pewaris para Nabi, Nabi tidak mewariskan harta atau pangkat. Namun, Beliau meninggalkan warisan istimewa berupa ilmu yang bermanfaat, ilmu yang akan memberi cahaya untuk umat agar hidup di bawah naungan rida Allah, dan kelak sebagai penyelamat di negeri akhirat.⁣

Maka, jadilah pewaris selanjutnya dengan melestarikan tradisi menulis para “Waratsatul Anbiyaa” yang kini sudah mulai banyak orang-orang tinggalkan.⁣

Mengapa harus dengan cara menulis?

1. Manusia adalah makhluk pelupa. Bisa jadi sudah tak terhingga pengetahuan yang dia serap semenjak lahir sampai dewasa, tapi tidak ada yang bersisa dalam ingatannya kecuali hanya sedikit saja.

Maka, menulis adalah cara terbaik menjaga ilmu dan pengetahuan, karena dengan menulis seorang bisa mengembalikan lagi apa-apa yang hilang, dan menghidupkan kembali apa-apa yang mati suri dalam ingatan.

2. Tidak semua orang berilmu pandai menuangkan gagasannya melalui lisan, bahkan beberapa dari mereka lebih sering bungkam. Bukan berarti mereka tidak paham, hanya saja, berbicara di depan mimbar mungkin bagi sebagian dari mereka (terlebih perempuan) menjadi suatu kelemahan, dan sebuah ketidakberdayaan.

Maka, menulis menjadi cara yang paling tepat untuk menyampaikan. Mereka tetap bisa menebar manfaat, dan mengajarkan pada manusia banyak hakikat tanpa harus memaksakan keahlian.

3. Menulis adalah menabung pahala sebanyak-banyaknya, apalagi jika tulisan itu berdasar pada firman Allah dan sabda Rasul-Nya.

Maka, menulislah! Andai kita tidak memiliki cukup usia untuk menebar kebermanfaatan dalam dunia dakwah, tulisan bisa mewakilinya. Ilmu dan hikmah terlalu berharga untuk kita simpan sendiri saja. Berbagilah!

Dia bisa menjadi amal jariyah yang akan senantiasa mentransfer pahala, bahkan meskipun jasad sudah tertimbun tanah, segala kebaikan sudah dilupakan manusia, dan riwayat hidup sudah habis ditelan masa. Namun, amalan yang kita tuai selama di dunia, kelak akan menjelma sebagai teman sejati di alam barzakh, di kehidupan selanjutnya.

4. Menulis adalah tradisi dan kebiasaan para Ulama, para “Waratsatul Anbiyaa” (pewaris para Nabi). Lestarikanlah tradisi tersebut, dan jadilah pewaris selanjutnya dengan membiasakan menulis. Siap?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...