Home Khazanah Islam Permintaan Penduduk Neraka Kepada Penduduk Surga

Permintaan Penduduk Neraka Kepada Penduduk Surga

Permintaan penduduk neraka kepada penduduk surga

Neraka merupakan puncak balasan yang Allah berikan kepada orang-orang yang ingkar dan mendustai perintahNya. Di dalam Al-Qur’an dan Hadist Allah dan rasulNya sudah mewanti-wanti umatnya tentang siksa dan azab neraka yang pedih, tentunya agar manusia lari darinya menuju ketaatan yang akan menghindarkan mereka dari pedihnya siksa neraka.

Diantara siksa yang Allah berikan kepada penduduk neraka adalah lapar dan haus yang menyiksa mereka. Padahal Allah sudah menyiapkan makanan khusus bagi mereka, akan tetapi makanan dan minuman yang mereka telan tidak mengenyangkan dan tidak pula menghilangkan dahaga, justru mereka semakin haus dan lapar. Allah ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an,

لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِنْ ضَرِيعٍ . لَا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِنْ جُوعٍ

“Mereka tidak memiliki makanan kecuali dari dhari’, yang tidak menggemukkan juga tidak menghilangkan lapar.” (Al-Ghasiyah: 7-8)

Ibnu Abbas ketika menjelaskan makna dhari’ berkata,

نبت ذو شوك لاطئ بالأرض

“Dhari’ adalah pohon berduri yang tumbuh tanpa cabang”

Dhari’ merupakan tumbuhan yang tumbuh di arab, pohon ini merupakan pohon yang berduri tajam, dan tumbuhan inilah yang menjadi makanan bagi penduduk neraka, maka sangat wajar jika makanan ini tidak membuat mereka kenyang, namun justru makanan ini semakin menyiksa mereka.

Kondisi ini kemudian membuat mereka berteriak meminta pertolongan dari penduduk syurga agar mereka mau memberikan sedikit rezeki yang telah Allah limpahkan kepada penduduk syurga. Kisah ini Allah abadikan di dalam Al-Qur’an surat al-A’raf, Allah berfirman,

 وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ

“Dan penghuni neraka menyeru kepada penghuni syurga “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah Allah berikan kepada Kalian”

Para penghuni neraka memanggil-manggil penduduk syurga agar mereka mau membagi sedikit minuman atau makanan untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga yang mereka rasakan. Ibnu Abbas ketika menjelaskan ayat ini berkata,

“ينادي الرجل أخاه أو أباه فيقول:”قد احترقت، أفض علي من الماء

Maka seseorang akan memanggil saudaranya atau ayahnya kemudian ia berkata “Aku telah terbakar, berikan aku sedikit Air.”

Kemudian di ayat yang sama Allah mengabadikan jawaban penduduk syurga dan berkata,

قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ

“Mereka (penduduk syurga berkata): Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya atas orang-orang kafir” (Al-A’raf: 50)

Inilah jawaban dari penduduk syurga yang membuat penduduk neraka semakin menderita, bukan sedikit air yang mereka terima justru penolakan yang akan membuat mereka tidak akan mencicipi sedikit saja nikmat yang Allah limpahkan kepada penduduk syurga.

Ini adalah sebagian kecil dari siksaan yang Allah berikan kepada orang-orang yang mendustakan perintah-perintahnya, tentunya masih ada sejuta siksa lain yang menunggu mereka serta menemani mereka didalam neraka yang tak berpenghujung.

 

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Mengenal Kitab Tafsir Jalalail

Tafsir Jalalain termasuk tafsir yang ringkas, tapi ia tergolong di dalam kelas menengah. Tafsir Jalalail memiliki kesamaan dengan tafsir Ibnu Katsir dalam tingkat memahaminya....

Kenapa Hujan Menjadi Berkah ?

  Pertama, Allah menyebutkan dalam surat Qaf ayat 9 yang berbunyi: وَنَزَّلنَا مِنَ ٱلسَّمَاۤءِ مَاۤء مُّبَـٰرَكا فَأَنبَتنَا بِهِ جَنَّـٰت وَحَبَّ ٱلحَصِیدِ "Dan Kami telah turunkan dari langit...

Bahaya Namimah

Islam menyariatkan kepada pemeluknya agar melakukan hubungan baik antara sesama muslim yang lainnya. Ini merupakan salah satu tujuan adanya maqosid asy syariah al khomsah....

Baca surat al Kahfi di hari jumat salah, Benarkah ?

Perlu diketahui bahwa secara umum ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang dianjurkan membaca surat-surat tertentu pada hari jumat, seperti surat Yasin, al Kahfi, dan...