Home Muamalah 5 Langkah Membangun Pribadi Qur'ani

5 Langkah Membangun Pribadi Qur’ani

Setiap mukmin sejatinya menjelma cahaya yang menerangi sekelilingnya, sebab menjadi mukmin adalah nikmat teragung yang diberikan Allah azza wa jalla kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya, maka dari itu sepatutnya ia memahami identitasnya dan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, lalu bagaimanakah membangun pribadi yang Qur’ani ? Berikut uraiannya :

1.Membangun Rasa Cinta Terhadap Al-Qur’an

Rasa cinta berasal dari mengenal, lalu memahami. Begitu juga dengan Al-Qur’an, menumbuhkan rasa cinta padanya adalah dengan mengetahui keutamaan-keutamaannya baik didunia maupun diakhirat, membacanya secara konsisten setiap hari dengan target tertentu disertai pemahaman akan menambah rasa cinta kita pada Al-qur’an

2. Kewajiban Kita Terhadap Al-Qur’an

Al-Qur’an  adalah kitab Al-Haq (pasti benar), Allah subhaanahuu wa ta’ala berfirman dalam surat fushilat : 42

لَّا یَأۡتِیهِ ٱلۡبَـٰطِلُ مِنۢ بَیۡنِ یَدَیۡهِ وَلَا مِنۡ خَلۡفِهِۦۖ تَنزِیلࣱ مِّنۡ حَكِیمٍ حَمِیدࣲ

“(Al-Qur’an) yang tidak datang kepadanya kebathilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang maha bijaksana lagi maha terpuji.”

Kewajiban kita terhadap Al-Qur’an yakni dengan memperbanyak tilawah sebagai bentuk ibadah pendekatan diri kepada Allah, menjadikannya sebagai sumber hukum dan syari’ah,  juga menjadikannya sebagai pondasi dalam urusan hukum dunia,  karena ayat-ayatnya sangat akurat dan sangat realistis.

3. Memberikan Ruh Pada Setiap Interaksi Kita Dengan Al-Qur’an

Menjaga keikhlasan merupakan hal yang utama dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, dalam artian tidak berharap apapun selain dari Allah saat mempelajarinya, sehingga ia merasakan cinta dan rindu serta bahagia saat bersama allah subhaanahuu wa ta’ala ketika mendalami ayat-ayat-Nya.

Hendaklah memperbanyak berdoa, sebab Allahlah yang maha membolak-balikkan hati kita, maka banyaklah memohon kepada Allah agar senantiasa diberikan keistiqomahan bersama Al-Qur’an.

Teguh dan istiqomah dalam proses mempelajarinya dengan meyakini tujuan besarnya, dengan menghindari faktor-faktor yang menghentikannya seperti merasa sibuk tidak ada waktu, tidak ada biaya, dan lain sebagainya, yang pada hakikatnya semua halangan itu hanya untuk menguji diri kita teguh atau tidak.

4. Mengatasi Rasa Malas,  Jenuh Dan Futur.

Rasa malas, jenuh dan futur adalah sifat manusiawi, meski setiap dari kita mendambakan keistiqomahan dalam interaksi bersama Al-Qur’an pastilah kita sewaktu-waktu kita mengalami problem ini.

Penyebab futur bisa berasal dari lemahnya jiwa, yakni kurangnya kekuatan motivasi ruhiyah, bisa juga berasal dari aktifitas yang terlalu monoton , atau juga karena beban fikiran.

‌Mengatasi futur bisa dilakukan berdasarkan sebab-sebabnya, namun yang paling ampuh untuk mengatasi kondisi jiwa yang sedang tidak bersemangat dalam ketaatan adalah dengan mengingat kematian, dengan menyadari betapa ruginya jika kita dipanggil dalam keadaan tenggelam dalam kelalaian yang disebabkan futur, dengan begitu ada paksaan dalam jiwa kita untuk terus mengalahkan rasa futur tersebut sehingga tidak terlalu lama singgah di dalam jiwa kita.

5. Dakwah bil Qur’an

Jika kita telah istiqomah membacanya setiap hari, memtadabburinya agar menghiasi akhlak dan aktivitas kita sehari-hari, melaksanakan yang wajib dan menghidupkan sunnah-sunnah rasul, lalu menyibukkan diri dengan Al – Qur’an sebagai dzikir, hafalan, kajian dan lain lain, maka kita pantas disebut dengan pejuang dakwah yang komitmen dengan ayat-ayat-Nya.

Maka berusahalah untuk menyebarkan kembali semangat Al-Qur’an kepada orang lain, sebab menikmatinya sendirian bukanlah hakikat dari kenikmatan itu sendiri, jika kita berniat untuk melakukannya maka yakinlah langkah kita akan senantiasa ditolong dan dibimbing oleh Allah.

Semoga tulisan ini mampu memberikan motivasi agar kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang memiliki kepribadian Qur’ani. Selanjutnya kita bisa merasakan nikmatnya hidup bersama Al-Qur’an, seperti pada zaman Rasulullah dan para sahabat. Aamiin.

 

Referensi : tarbiyah syakhsiyah Qur’aniyah, karya ustadz Abdul Aziz Abdurrauf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca surat al Kahfi di hari jumat salah, Benarkah ?

Perlu diketahui bahwa secara umum ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang dianjurkan membaca surat-surat tertentu pada hari jumat, seperti surat Yasin, al Kahfi, dan...

Apa itu Hatibul Layl ?

  حاطب ليل Pencari kayu bakar di malam hari. Sebenarnya gelar ini digagas oleh para kritikus riwayat terhadap sekian banyak ulama dan perawi ketidak mampuannya dalam membedakan...

Istri-istri Nabi Muhammad

Bahwa sudah diketahui bersama, sebagaimana manusia biasa, Nabi juga bisa menikah. Dan perlu diketahui juga, bahwa fitrah dari makhluk adalah Allah jadikan mereka berpasang-pasangan....

Al Hafiz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuthi

Nama beliau Abdurrahman bin al Kamal. Kuniyah beliau Abu al Fadhl, adapun laqob beliau Jalaluddin. Lahir pada malam ahad awal bulan Rajab tahun 849 H...