Home Fiqih Corona, Azab Atau Rahmat?

Corona, Azab Atau Rahmat?

Corona merupakan senyawa kecil dari bangsa virus yang menyerang manusia. Diantara jenis virus yang tergabung dalam kelompok virus ini adalah virus covid-19 yang saat ini sudah menjangkiti ratusan ribu manusia diseluruh penjuru dunia. Virus ini tergolong virus yang mematikan, selain karena penyebarannya begitu cepat, virus ini juga sudah menjatuhkan banyak korban jiwa. Maka tidak heran jika penyakit yang disebabkan oleh virus ini sudah ditetapkan sebagai pandemi Global oleh badan kesehatan dunia (WHO)

Dalam islam, virus ini dikenal dengan istilah “Tha’un”  secara istilah bermakna penyakit mematikan yang mudah menyebar atau lebih dikenal dalam masyarakat sebagai wabah. Namun tha’un lebih spesifik daripada wabah, karena tha’aun adalah penyakit mematikan yang sudah menjatuhkan banyak korban jiwa, sementara wabah sendiri adalah penyakit menular namun tidak mematikan.

Sejarah Tha’un

Dalam sebuah hadist, rasulullah salallahu ‘alaihi wasalam pernah bersabda,

لطَّاعُونُ رِجْزٌ أَوْ عَذَابٌ أُرْسِلَ عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَوْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ

“Tha’un adalah hukuman atau azab yang dikirimkan kepada bani israil atau kepada umat-umat sebelum kalian.” (HR. Bukhari Muslim)

Tha’un adalah “rijsun” yakni hukuman atau azab yang Allah turunkan pada suatu kaum karena dosa yang mereka perbuat. Tatkala maksiat sudah merajalela disuatu tempat, maka Allah turunkan wabah ini sebagai pengingat agar mereka mau kembali, karena pada asalnya segala sesuatu yang terjadi dimuka bumi ini adalah sebab ulah tangan penghuninya. Dalam sebuah hadist rasulullah bersabda,

لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ، حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ، وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا

“Tidaklah nampak kemaksiatan pada suatu kaum sehingga mereka terang-terangan dalam melakukannya, kecuali tersebarlah ditengah mereka tha’aun dan penyakit-penyakit yang belum pernah ada di umat sebelumnya” (HR. Ibnu Majah)

Akan tetapi wabah ini tidaklah mutlak sebagai hukuman bagi setiap orang. Wabah ini merupakan hukuman dan azab bagi orang-orang kafir yang dzalim serta para pelaku maksiat. Sementara wabah ini merupakan hikmah dari Allah bagi hamba-hambanya yang beriman, karena dengan turunnya wabah ini banyak yang tersadar, banyak yang kembali kepada Allah kemudian wabah ini menjadi penghapus dosa-dosa bagi orang-orang beriman.

Imam Nawawi dalam syarah shohih muslim berkata,

أَنَّهُ أُرْسِلَ عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَوْ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ عَذَابًا لَهُمْ هَذَا الْوَصْفُ بكونه عَذَابًا مُخْتَصٌّ بِمَنْ كَانَ قَبْلنَا وَأَمَّا هَذِهِ الأمة فهولها رَحْمَةٌ وَشَهَادَةٌ

“Sesungguhnya ia (tha’un) dikirimkan kepada bani israil atau kaum-kaum sebelumnya sebagai azab bagi mereka, adapun penyandaran azab ini dikhususkan untuk kaum-kaum sebelum kita, adapaun umat ini (islam) maka ia adalah rahmat dan kesyahidan bagi yang meninggal karenanya. (Syarh Shahih Muslim 14/204)

Dikatakan sebagai rahmat karena terkadang manusia harus ditimpakan sesuatu yang menakutkan terlenih dahulu baru kemudian ia tersadar. Dengan hadirnya tha’un ditengah-tengah mereka akan membuat mereka ditimpa rasa takut, sehingga perlahan-lahan mereka menyadari kesalahan yang diperbuat dan kembali kepada Allah untuk meminta pertolongan dan bertawakkal hanya kepadanya. Terbukti dengan apa yang terjadi hari ini ketika penyakit covid-19 tersebar diseluruh penjuru dunia, banyak orang-orang yang terhenti dari perbuatan yang sia-sia, mereka mulai tersadar dan memperbaiki diri dan inilah yang diinginkan oleh Allah Ta’ala.

Adapun orang yang mati karena terjangkit penyakit ini maka mereka termasuk orang yang mati dalam keadaan syahid, sebagaimana sabda rasulullah salallahu a’laihi wasalam,

الطاعون شهادة لكل مسلم

“Tha’un adalah kesyahidan bagi setiap muslim” (HR. Bukhari Muslim)

Dalam hadist lain,

المبطون شهيد والمطعون شهيد

“Orang yang mati karena sakit perut maka ia syahid, dan orang yang mati karena tha’un maka ia syahid (HR. Bukhari)

Lalu bagaimana dengan orang yang dihantui dengan ketakutan karena tinggal di wilayah yang terjangkit penyakit mematikan ini,?

Imam Bukhari dalam kitab shahihnya membuat bab khusus yang diberi judul “ Bab pahala bagi orang yang bersabar atas wabah tha’un” kemudian beliau menyebutkan satu hadist dari ummul mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha,

أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا، يَعْلَمُ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ

“Sesungguhnya tha’un adalah azab yang Allah kirimkan pada siapa saja yang ia kehendaki, maka Allah jadikan ia sebagai rahmat bagi orang-orang yang beriman. Maka tidak ada seorangpun yang terserang oleh penyakit ini kemudian ia menetap di negerinya dalam keadaan bersabar, karena ia mengetahui bahwa tidak akan ada sesuatu yang memudharatkannya kecuali apa yang telah Allah tuliskan untuknya, maka baginya pahala seperti pahalanya orang yang syahid (HR. Bukhari)

Para ulama menjelaskan beberapa faidah penting yang bisa diambil dari hadist diatas:

  1. Orang yang terjangkit penyakit tha’un kemudian ia mati maka ia mati dalam keadaan syahid
  2. Orang yang terjangkit penyakit tha’un akan tetapi ia sembuh dan bersabar terhadapnya maka ia mendapatkan pahala orang yang mati syahid meskipun ia tidak mati.
  3. Orang yang hidup diwilayah yang terjangkit penyakit tha’un kemudian ia menetap ditempat tersebut dalam keadaan sabar maka ia juga mendapatkan pahala syahid meskipun ia tidak terjangkit ataupun mati karena tha’un.
Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...