Home Khazanah Islam Tingakatan Sabar Dalam Islam

Tingakatan Sabar Dalam Islam

Sabar secara bahasa adalah menahan, yakni menahan diri dari segala sesuatu. Sabar merupakan sifat terpuji dan agung, karena sifat sabar adalah salah satu sifat yang paling menonjol yang dimiliki oleh para nabi dan rasul.

Sabar itu bertingkat-tingkat, Syaikh utsaimin dalam kitabnya Qaulul mufid menyebutkan bahwa sabar itu ada 3 tingkatan:

  1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah.

Allah ta’ala berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. (Thaha : 132)

Sabar dalam ketaatan kepada Allah merupakan tingkatan sabar paling tinggi. Bersabar dalam ketaatan kepada Allah bukanlah tugas yang ringan, buktinya masih banyak orang-orang yang  gemar bermaksiat, masih banyak orang yang enggan mengerjakan shalat, dan berapa banyak wanita-wanita yang enggan menutup aurat.

Apa yang terjadi disekitar kita membuktikan bahwa bersabar dalam ketaatan kepada Allah bukanlah hal yang ringan, oleh karena itu Allah sering mengulang-ulang kata sabar dalam Al-qur’an sebagai isyarat betapa agungnya sifat ini.

  1. Sabar terhadap Maksiat kepada Allah.

Kebalikan dari taat kepada Allah, menahan diri dari maksiat kepada Allah jauh sulit, karena memang jiwa manusia selalu mengarahkan tubuh yang ditinggali kepada keburukan. Allah ta’ala berfirman:

إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ

karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku (Yusuf :53)

Diantara kisah yang mencontohkan bagaimana beratnya bersabar terhadap kemaksiatan adalah sebagaimana yang dialami oleh Nabi Yusuf alaihisaalam. Ketika itu Nabi Yusuf di ajak berzina oleh istri raja, perempuan yang jelita dan terpandang. Namun nabi yusuf bersabar, menolak dan lari dari maksiat ini. Kemudian Allah abadikan perkataannya didalam Al-Qur’an,

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh. (Yusuf: 53)

  1. Bersabar terhadap Takdir Allah.

Allah ta’ala berfirman:

فَٱصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ

Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu. (Al-Qalam: 48)

Allah memerintahkan rasulnya untuk bersabar terhadap ketetapan Allah, dan tentunya perintah ini juga berlaku bagi semua umatnya. Terkadang memang ketetapan Allah tidak sesuai dengan yang diharapkan, tidak sejalan dengan apa yang didambakan. Karena memang Allah tidak selalu memberikan apa yang kita pinta, tapi Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan. Cobaan, ujian, musibah adalah bagian dari hidup, jangan pernah merasa aman dengan cobaan, karena kita hidup didunia memang untuk diuji.

Oleh karena itu, bersabar terhadap takdir Allah memang sulit, tapi dibalik setiap cobaan akan selalu ada jalan keluar. Sedih dan bahagia hanya soal waktu, semua silih berganti, kamu tidak akan sedih selamanya dan kamu juga tidak akan bahagia selamanya.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...