Home Fiqih Shalat Istikharah Sekali Saja Atau Boleh Diulang-Ulang?

Shalat Istikharah Sekali Saja Atau Boleh Diulang-Ulang?

Shalat istikharah adalah shalat yang dilakukan oleh seseorang ketika ia mendapati kebimbangan pada dirinya dalam menentukan pilihan diantara pilihan-pilihan yang ada di hadapannya. Shalat istikharah pada umumnya sama seperti shalat-shalat sunnah lainnya.

Shalat istikharah dikerjakan dengan 2 rakaat, adapun waktu pelaksanaannya bisa dilakukan kapan saja, akan tetapi afdhalnya dilakukan pada sepertiga malam karna bertepatan dengan waktu mustajab untuk bermunajat kepada Allah ta’ala.

Jawaban dari shalat istikharah adalah kecondongan hati terhadap satu pilihan, serta kemudahan yang diperoleh dalam mewujudkannya. Namun, apakah shalat istikharah cukup dilaksanakan satu kali, atau boleh diulang-ulang sampai ia benar-benar mendapat jawaban yang cukup menenangkan hatinya?

Dalam masalah ini ada dua pendapat dikalangan para ulama,

Pendapat pertama : Tidak disyariatkan untuk mengulang-ulang shalat istikharah.

Dari hadist Jabir bin Abdillah, rasulullah bersabda:

اذاهَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ

Apabila salah seorang diantara kalian hendak melakukan sesuatu (yang membingungkan), maka lakukanlah shalat (sunnah) dua roka’at -selain sholat wajib-, kemudian bacalah :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي قَالَ وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu dan aku memohon kekuatan kepada-Mu dengan Kemahakuasaan-Mu. Aku memohon kepada-Mu kebaikan dari karunia-Mu yang agung, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui, sedang aku tidak mengetahui dan hanya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini lebih baik bagiku dalam urusan agamaku, penghidupanku, dan akibatnya bagi akhiratku atau -Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: duniaku dan akhiratku-, maka takdirkanlah untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berilah berkah untukku. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui urusan ini berdampak buruk bagiku dalam urusan agamaku, penghidupanku, dan akibatnya bagi akheratku, atau -Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: duniaku atau akhiratku-, maka jauhkan urusan tersebut dariku, dan jauhkan aku darinya, takdirkan kebaikan untukku dimana saja kebaikan itu berada, kemudian jadikanlah aku ridho dengan takdir tersebut.” (HR Muslim)

Dalam hadist ini rasulullah hanya memerintahkan untuk mengerjakan shalat istikharah sebanyak 2 rakaat saja, tidak lebih. Kemudian setelah seseorang melaksanakannya maka hendaknya dia bertawakkal dan apa yang terjadi setelahnya adalah ketetapan yang Allah tulis untuknya, dan itulah jawaban dari istikharahnya.

Jadi, berdasarkan dhahir nash hadist tersebut, shalat istikharah hanya dilaksanakan sekali saja, dan tidak diulang-ulang.

Pendapat kedua: Bolehnya mengulang ulang-ulang shalat istikharah.

Adalah bolehnya mengulang-ulang shalat istikharah, hal ini karena ketika seseorang melaksanakan shalat istikharah maka ia tidak luput dari 2 hal:

  1. Ia langsung mendapati jawaban dari shalatnya, maka tidak disyariatkan untuk mengulanginya
  2. Ia masih belum mendapati jawaban yang menenangkan hatinya, masih dihinggapi rasa bimbang dan ragu untuk menetapkan pilihan, maka dalam keadaan ini ia boleh mengulang shalat istikharahnya sampai ia mendapati hatinya sudah yakin terhadap pilihannya.

Dan shalat istikharah adalah bagian dari do’a, dan do’a boleh diulang-ulang. Adapun perintah dua rakaat dalam hadist maksudnya adalah jumlah bilangan shalatnya hanya dua rakaat saja dan tidak lebih, namun boleh dikerjakan berulang-ulang.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...