Home Fiqih Haruskah Ijab Qabul Dengan Bahasa Arab?

Haruskah Ijab Qabul Dengan Bahasa Arab?

Salah satu rukun pernikahan adalah adanya lafal ijab dan qabul. Lafal Ijab kabul adalah ucapan dari orang tua atau wali mempelai wanita untuk menikahkan putrinya kepada  calon mempelai pria. Sementara itu Qabul adalah ucapan dari mempelai pria bahwa ia menerima sang mempelai wanita untuk dijadikan istrinya.

Lalu apakah ucapan ijab-qabul dalam pernikahan harus berbahasa arab? Atau boleh menggunakan bahasa lain karena tidak semua orang bisa berbahasa arab?

Dalam masalah ini  mayoritas ulama membolehkan untuk melafalkan ijab-qabul dengan selain bahasa arab, meskipun afdhalnya adalah menggunakan bahasa arab bagi yang bisa berbahasa arab.

Ibnul Humam seorang ulama bermadzhab Hanafi  di dalam kitabnya Syarah Fath Al-Qadir berkata,

وعرف من تعريف الإيجاب والقبول بأنهما اللفظان الصالحان لإفادة ذلك العقد عدم الاختصاص بالعربية

Dan telah diketahui bahwa makna  ijab dan qabul bahwa keduanya adalah  lafadz yang berfungsi untuk menyampaikan maksud dari akad tersebut tanpa harus menggunakan bahasa Arab

An-Nawawi  di dalam kitabnya Raudhatu At-Thalibin sebagai berkata,

وفي انعقاده بمعنى اللفظين بالعجمية من العاقدين أو أحدهما أوجه. أصحها: الانعقاد

Mengenai sahnya akad ijab dan qabul dengan bahasa ajamiyyah (selain bahasa arab) oleh dua orang yang melaksanakan akad terdapat beberapa pendapat, yang paling shahih adalah sah.

Abul Khatab Al-Kalwadzani seorang ulama bermadzhab hambali di dalam kitabnya Al-Hidayah berkata,

فأما الإيجاب فلا يصح إلا بلفظ التزويج والإنكاح لمن يحسنهما أو بمعناهما الخاص بكل لسان لمن لا يحسنهما

Adapun ijab maka tidak sah kecuali dengan lafadz at-tazwij ataupun al-inkah bagi orang yang bisa mengucapkannya. Sedangkan bagi yang tidak bisa mengucapkannya, maka boleh dengan lafadz khusus yang menunjukan makna at-tazwij dan al-inkah dengan segala bahasa.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Istri-istri Nabi Muhammad

Bahwa sudah diketahui bersama, sebagaimana manusia biasa, Nabi juga bisa menikah. Dan perlu diketahui juga, bahwa fitrah dari makhluk adalah Allah jadikan mereka berpasang-pasangan....

Al Hafiz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuthi

Nama beliau Abdurrahman bin al Kamal. Kuniyah beliau Abu al Fadhl, adapun laqob beliau Jalaluddin. Lahir pada malam ahad awal bulan Rajab tahun 849 H...

Menghayati Kandungan Surat Yusuf Ayat 86

by: Riza Ashfari Mizan Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالى berfirman, قَالَ إِنَّمَآ أَشْكُوا۟ بَثِّى وَحُزْنِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ Ya'qub menjawab: "Sesungguhnya hanyalah kepada Allah...

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...