Home Muamalah Dilarang Berbisik-Bisik Berduaan, Mengapa?

Dilarang Berbisik-Bisik Berduaan, Mengapa?

Dalam bermu’amalah dengan sesama, kita sebagai muslim diajarkan untuk menghormati sesama, menjaga hak-hak antara satu dengan yang lainnya, juga dihimabu agar menghormati perasaan sesama manusia. Termasuk menjaga perasaan yang disebabkan sal-hal yang sering sekali dianggap sepele oleh muslim padahal itu terlarang karena menyakiti perasaan sesama.

karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam diutus untuk menyempurnakan kesempurnaan akhlak, agar setiap gerak-gerik, perbuatan, perktaan, baik tingkah laku kita jangan sampai menyakiti sesama muslim juga manusia seluruhnya.

Lalu tahukah kita bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang kita dari berbisik-bisik berdua saja?

Dalam sebuah hadis yang dibawakan oleh Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘anh bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda :

إذا كنتم ثلاثة، فلا يتناجى اثنان دون الآخر، حتى تختلطوا بالناس من أجل أن ذلك يحزنه

”Apabila kamu sekalian dalam keadaan bertiga, maka jangankalah orang yang berdua berbisik-bisik tanpa menyertai yang lain (orang yang ketiga) sampai kalian bercampur baur dengan masyarakat ramai. Karena yang demikian itu menyakitinya (orang yang ketiga). (HR.Bukhory Muslim)

Dari hadis diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kita dilarang berbisik-bisik ketika dalam keadaan berdua tanpa menyertai yang ketiga, atau berempat tanpa menyertai yang kelima, da seterusya. Karena perbuatan yang demikian menimbulkan perasaan tidak enak dalam hati yang tidak ikut serta, mnyakitiya, dan membuat hatinya terasa sempit.

Selain itu orang yang tidak diajak berbisik-bisik akan merasa bahwa kawan yang berbisik-bisik tentangnya, atau merencanakan keburukan untuknya, atau merasa kalau keberadaannya tidak diinginkan disana, dan dia tidak berhak tahu percakpan apa yang sedang dibicarakan. Dan tentu, sikap yang demikian adalah sikap yang merendahkan kehormatannya.

Dalam hal ini, termasuk dilarang pula bila yang berdua atau lebih berbiacara menggunakan bahasa yang tidak difahami oleh orang yang lain. Karena yang menyakii perasaan sebenarnya adalah bukan berbisik-bisiknya, melainkan ketida ikut sertaan dalam pembicaraan itu sendiri.

Lalu bagaimana jika kita ingin membicarakan persoalan yang privat, tidak semua orang boleh tahu? Maka dalam hal ini kita diaruskan menunggu agar orang yang ketiga berbaur dengan halayak ramai hingga ia mempunyai teman bicara dengan orang lain, atau kita bisa menunggunya sampai pergi.

Akan tetapi apabila dalam keadaan berempat orang atau lebih , lalu yang berdua berbisik-bisik, maka dala, hal ini diperbolehkan. Karena yang tidak diajak bicara bukan hanya satu orang yang bisa menjadi teman berbicara. Dan tentunya yang dibisikkan adalah perkara yang dibolehkan, apabila perkara yang diarang seperti menggunjing, dan sebagainya jelas islam melarangnya dalam keadaan apapun, baik berbisik-bisik berdua, juga ramai-ramai.

Dan dari perbuatan sepele inilah salah satu sebab yang bisa menimbulkan permusuhan dan kebencian. Sedangkan Islam menganjurkan persatuan, kasih sayang dan memerangi permusuhan juga kebecian antar sesama pemelukya. Kalaulah menyakiti perasaan sesama saja yang sifatnya samar tidak dobolehkan apalagi menyakiti fisik seperti memukul, berkata kasar, menghina, apalagi mefitnah yang tentu menyakiti secara spontan.

inilah bentuk penjagaan islam terhadap seluruh pemeluknya agar selalu hidup rukun dan damai. Saling menolong, menghormati, dan menjaga perasaan sesama. Agama yang mengajarkan pemeluknya agar bermoral dan berakhlak baik sebagaimana yang dibawa oleh utusan-Nya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Allahu a’lam

Ismi Khoiriyah
Mahasiswi LIPIA JAKARTA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...