Home Muamalah Bertemu dengan sesama muslim dijalan, haruskah mengucapkan salam?

Bertemu dengan sesama muslim dijalan, haruskah mengucapkan salam?

Sebagai muslim kita tentu sudah tidak asing dengan ucapan salam, terlebih lagi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama islam. Ucapan salam menggema disetiap pertemuan-pertemuan umum, begitupun saat memulai pidato, juga saat hendak masuk kedalam rumah. Kita bahkan tidak perlu lagi menghafal kata-kata salam, karena terlalu sering didengar dan diucapkan.

Kata-kata dalam salam juga bukan karang-karangan rasulullah, apalagi orang sembarangan. Melainkan wahyu dari Allah yang isinya mengandung do’a kesejahteraan dan keselamatan dari segala keburukan dan do’a agar diberikan rahmat-Nya berupa syurga atau dijaukan dari siksa-Nya.

Lalu bagaimana nabi mengajarkan kita bagaimana baiknya dalam memberikan salam? Mari bacalah hadis dari Imran bin Hushain berikut ini :

 عن عِمْرَانَ بن حُصيْنٍ – رضي الله عنه -: أنَّ رَجُلًا جَاءَ إلى النَّبيِّ – صلى الله عليه وسلم – فقالَ: السَّلامُ عَلَيْكُم، فردَّ عليه ثُمَّ جَلَسَ، فقال النَّبيُّ – صلى الله عليه وسلم -: “عشْرٌ”، ثُمَّ جاءَ آخَرُ فقال: السَّلامُ عَلَيْكُم ورَحْمَةُ الله، فردَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ، فقال: “عِشْرُون”، ثُمَّ جاء آخرُ فقال: السَّلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ الله وبَرَكَاتُه، فردَّ عَلَيْه فَجَلَسَ، فَقَال: “ثلاثون”.

 Dari imron bin hushain Radhiallahu ‘anhu bahwasannya seorang laki-laki datang kepada nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam lantas mengucapkan salam “Assalaamualaikum” Lalu beliau menjawab salamnya, kemudian orang itupun duduk. Lalu nabi bersabda “(engaku mendapatkan) sepuluh (kebaikan)”. Kemudian datanglah orang lain lalu mengucap “assalamualaikum warahmatullah” mala beliau menjawab salamnya lalu orang itupun duduk, kemudian beliau bersabda “engkau mendapatkan duapuluh (kebaikan)”. Kemudian datanglah orang lain lagi mengucap “Assalaamualaikum warahmatullahi wabarokatuh”, Rasulullah menjawab salamnya lalu orang itupun duduk,kemudian beliau bersabda “engkau mendapatkan tiga puluh (kebaikan). (HR. Nasa’i)

Dari hadis tersebut mengajarkan bahwa lebih baik mengucapkan salam dengan lengkap meskipun ucapan “assalamu’alaikum” juga sudah cukup.

Mengenai bagaimana etika menjawab salam, disebutkan dalam ayat Alquran bahwa kita disunnahkan untuk menjawab salam dengan jawaban yang lebih baik, yang artinya membalas dengan do’a yang lebih baik. Atau paling tidak membalas salam dengan yang serupa. Sebagiamana Allah Subhaabahu wata’ala berfirman ;

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

“Dan apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa), sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu” (An-Nisaa : 86)

Selain itu kita juga disunnahkan saling mengucap salam saat berjumpa dimanapun, bukan hanya diucapkan saat dalam pertemuan resmi, permulaan pidato, khutbah, kajian, sambutan, atau saat hendak memasuki rumah. Melainkan saat bertemu dengan sesama dijalan, atau dimanapun itu, karena mengucapkan salam kepada saudara sesama merupakan salah satu hak seorang muslim terhdap muslim lainya, baik dalam keadaan sendirian ataupun beramai-ramai dengan adab yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadis berikut.

 عن أَبي هريرة – رضي الله عنه: أنَّ رسول الله – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «يُسَلِّمُ الرَّاكِبُ عَلَى المَاشِي، وَالمَاشِي عَلَى القَاعِدِ، وَالقَليلُ عَلَى الكَثِيرِ». متفقٌ عَلَيْهِ.

 Dari Abu Hurairah Radiallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan, dan orang yang berjalan (memberi salam) kepada orang yang duduk, dan orang yang sedikit (memberi salam) kepada orang yang banyak.” (HR. Bukhory Muslim)

وفي رواية للبخاري: والصغيرُ عَلَى الكَبيرِ

Dan dalam riwayat Bukhory “ (hendaknya memberi salam) yang muda kepada yang tua”

Dari hadits diatas dapat kita kita ketahui adab-adab bersalam. Yaitu :

Apabila orang yang sedang berkendaraan bertemu dengan orang yang berjalan atau duduk,maka yang berkendaraanlah yang lebih dianjurkan untuk lebih dulu mengucapkan salam.

Dan apabila yang berjalan berjumpa dengan yang duduk, maka yang sedang berjalanlah yang lebih dianjurkan untuk memulai memberi salam kepada yang sedang duduk

Lalu apa bila ada sekelompok orang yang banyak bertemu dengn sekelompok orang yang sedikit, maka sekelompok orang yang sedikitlah yang lebih dianjurkan mengucap salam lebih dulu kepada kelompok yang banyak.

Kemudian yang terakhir, apabila seseorang yang lebih muda bertemu dengan yang lebih tua, hendaknya yag lebh muda yang dahulu mengucapkan salam kepada yang lebih tua.

Dalam sebuah hadis disebutkan bawha orang yang memulai salam itulah yang lebih utama :

عن أَبي أُمَامَة – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم: «إنَّ أوْلى النَّاسِ باللهِ مَنْ بَدَأَهُمْ بالسَّلاَمِ».

Dari Abu Umamah-Radhiallahu ‘anhu- berkata ; Rasulullah Shallallahualaihi wasallam bersabda “ Sesungguhnya manusia yang paling utama disisi Allah ialah orang yang memulai mengucap salam” (HR.Abu Dawud & Nasa’i)

Inilah agama kita yang amat indah, dengan dianjurkannya kita saling tegur sapa saat berjumpa dengan ucapan salam yang mengandung do’a keselamatan, kasih sayang, dan keberkahan. Dengan saling mengucapkan salam, maka hubungan persaudaraan antara seorang musim dengan muslim aliinnya semakin kuat. Apalagi jika diiringi dengan berjabat tangan dan Tanya kabar (bila diperlukan). Adakah agama yang lebih indah dan sempurna dari islam? Maka agar islam ini tetap sempurna dan indah didalam jiwa pemeluknya, maka kita ikutilah jejak teladan kita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam baik perbuatannya, perintahnya, dan apa yang dianjurkan olehnya, termasuk mengucapkan salam ketika sesama muslim saling berjumpa dan menjawab salam dengan tambahan yang lebi baik sesuai yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam atau minimal menjawab dengan salam yang mengandung do’a yang serupa. Alhamdulillah atas nikmat Islam yang penuh kepedulian dan kasih sayang antar sesama.

 

Allahu a’lam

Ismi Khoiriyah
Mahasiswi LIPIA JAKARTA

2 COMMENTS

  1. Lalu bagaimana ketika seorang akhwat berjalan lalu melewati segerombolan ikhwan (lebih tua/muda), tetapi tidak mengucapkan salam dikarenakan ada beberapa hal yang d khawatir kan terjadi nya fitnah? Mohon penjelasannya🙏😁

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Fase Pensucian Sebelum Masuk Syurga.

Diantara nikmat terbesar yang Allah janjikan kepada hamba-hambanya yang taat adalah nikmat syurga, dimana syurga merupakan pembalasan yang setimpal bagi mereka yang sabar melawan...

Belajar Husnudzan Dari Semut

Husnu “Dzan’’ berasal dari dua kata, pertama “Husnu” yang berarti baik, dan kata “Dzan yang berarti "Prasangka”. Jika keduanya digabungkan, maka memberikan makna prasangka...

Belajar Bahasa Arab Wujud Dari Kesempurnaan Iman Kepada Allah

Berbahasa merupakan salah satu dari sekian banyaknya pilihan manusia untuk mewujudkan keharmonisan di dalam kehidupan mereka. Tentu tidak bisa dipungkiri bahwa bahasa adalah sarana paling...

Mengingat Nasehat Buya Hamka Bagi Para Pendakwah

Dakwah merupakan metode yang terbaik untuk mengajak hambaNya menuju jalan yang diridai oleh Allah Y. Hal ini salah satu wujud dari jawaban kita terhadap...