Home Fiqih Wanita Melamar Duluan, Bolehkah?

Wanita Melamar Duluan, Bolehkah?

Pada umumnya perempuan menunggu, sementara laki-lakilah yang memulai terlebih dulu. Ini karena kebanyakan perempuan malu untuk mengutarakan perasaannya terlebih dahulu karena fitrah mereka memang diperjuangkan bukan memperjuangkan, sehingga mereka lebih memilih diam dan menunggu. Adapun laki-laki adalah seorang pemimpin, tentu sudah selayaknya dia yang memulai terlebih dahulu, dan karena memang fitrah laki-laki adalah berjuang dan bukan diperjuangkan.

Islam sendiri tidak membatasi bahwa lamaran hanya boleh diajukan oleh laki-laki saja. Dalam hal ini perempuan juga boleh mengajukan lamaran atau menyampaikan rasa ketertarikan terlebih dahulu kepada seorang laki-laki yang dianggapnya sebagai orang yang soleh, serta dianggap mampu membimbingnya dan menjadi sosok panutan bagi keluarga kecilnya nanti.

Disebutkan dalam riwayat lain dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu, ada seorang wanita menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menawarkan dirinya,

يَا رَسُولَ اللَّهِ جِئْتُ لأَهَبَ لَكَ نَفْسِى

“Ya Rasulullah, saya datang untuk menawarkan diri saya agar anda nikahi.”

Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikannya, beliau tidak ada keinginan untuk menikahinya. Hingga wanita ini duduk menunggu. Kemudian datang seorang sahabat,

‘Ya Rasulullah, jika anda tidak berkehendak untuk menikahinya, maka nikahkan aku dengannya.’ (HR. Bukhari)

Hadist diatas menunjukan kebolehan bagi wanita untuk menawarkan dirinya terlebih dahulu. Adapun penolakan rasulullah untuk menikahinya bukan karena beliau tidak menyukai perbuatan ini, akan tetapi karena rasulullah tidak punya niat untuk menikahinya, sehingga pada akhirnyapun rasulullah menikahkan wanita tersebut dengan salah seorang sahabatnya.

Cara Syar’i Wanita Melamar Pria

Melamar Secara Langsung

Sebenarnya tidak ada bedanya antara proses wanita melamar pria atau sebaliknya. Seorang perempuan boleh saja langsung berterus terang menyampaikan hasratnya untuk menjadi istri dari laki-laki yang disukainya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh wanita yang tersebut pada hadist diatas, tentunya ini bukan aib.

Dalam kitab Fathul Bari,  wanita yang minta dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak haya satu. Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani menyebutkan beberapa riwayat yang menceritakan para wanita lainnya yang menawarkan dirinya untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya Khaulah binti Hakim, Ummu Syuraik, Fatimah bin Syuraih, Laila binti Hatim, Zaenab binti Khuzaemah, dan Maemunah binti Al-Harits.

Namun sejatinya tidak semua wanita percaya diri untuk mengungkapkan secara langsung rasa ketertarikannya kepada seseorang. Sehingga mungkin di era sekarang ia bisa langsung mengungkapkannya melalui pesan singkat di sosial media, tentunya ini sedikit lebih ringan karena tidak langsung bertatap muka.

Melalui Perantara Orang Lain

Cara ini sepertinya lebih aman, ia bisa meminta bantuan pihak ketiga untuk membantu menyampaikan hajatnya, seperti meminta bantuan kepada teman dekat dari lelaki tersebut, atau saudaranya, atau kerabatnya.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh istri pertama rasulullah, Khadijah radhiyallahu ‘anha. Dulu ia menyukai rasulullah secara diam-diam karena akhlak dan pribadi yang baik yang beliau tunjukan semasa bekerja dengan khadijah. Namun khadijah malu untuk mengutarakannya secara langsung, hingga akhirnya ia meminta bantuan sahabatnya Nafisah Binti Munabbih agar menemui nabi Muhammad guna menyampaikan rasa ketertarikan sahabatnya Khadijah, serta meyakinkan Muhammad muda agar berkenan untuk menjadi suami khadijah.

Singkat cerita nabi Muhammad pun menerima pinangan khadijah, kemudian mereka menikah dan kisah asmara mereka berdua tercatat dalam buku-buku sejarah islam.

Tidak mesti laki-laki yang memulai duluan. Perempuan yang memulai duluan tentu saja ini adalah hal yang sangat baik. Apalagi kebanyakan laki-laki di zaman ini penakut, atau terkadang mereka merasa kurang percaya diri dan ragu apakah lamarannya akan diterima jutsru akan ditolak.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...