Home Fiqih Bolehkah Wanita Menjadi Imam Bagi Jama'ah Wanita?

Bolehkah Wanita Menjadi Imam Bagi Jama’ah Wanita?

Shalat berjama’ah adalah shalat yang dikerjakan oleh beberapa orang dan salah satu diantara mereka menjadi imam shalat bagi yang lainnya. Pada umumnya yang menjadi imam shalat adalah laki-laki. Lalu bagaimana jika hanya terdapat jamaah wanita saja, apakah boleh salah seorang dari mereka menjadi Imam shalat bagi lainnya atau dengan kata lain, bolehkah wanita menjadi imam bagi jamaah wanita?

Pertama, seluruh ulama sepakat bahwa wanita tidak boleh mengimami laki-laki.

Kedua, Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum wanita menjadi imam bagi jamaah wanita lainnya, dalam hal ini ada 3 pendapat dikalangan para ulama,

1. Tidak Sah Wanita Menjadi Imam

Pendapat pertama datang dari kalangan ulama madzhab maliki, mereka berpendapat bahwa wanita tidak sah menjadi Imam baik bagi jamaah laki-laki atau perempuan sekalipun.

Ibnu Basyir Al-Mahdawi di dalam kitabnya At-Tanbih ‘ala Mabadi Taujih berkata:

وهل تصح إمامتها للنساء؟ قولان: المشهور عدم الصحة طرداً للحكم الكلي

Apakah sah shalat jama’ah wanita yang diimami wanita? Dalam masalah ini ada dua pendapat (dalam madzhab maliki). Pendapat yang terkenal adalah tidak sah secara umum.( jilid 1 hal. 441)

Muhammad bin Abdullah al-Khurasyi di dalam kitabnya Syarh Mukhtashar Khalil berkata,

أنه لا تصح إمامة المرأة سواء أمت رجالا أو نساء في فريضة أو نافلة

Seorang wanita tidak sah menjadi imam, baik jika makmumnya laki-laki ataupun perempuan, baik dalam shalat fardhu ataupun shalat sunnah (Syarh Mukhtashar Khalil, jilid 2 hal. 22)

2. Makruh Wanita Menjadi Imam

Makruhnya wanita menjadi imam bagi jamaah wanita laiinya merupakan pendapat dalam Madzhab Hanafi. Namun apabila terpaksa melakukannya maka shalatnya tetap sah hanya tidak dianjurkan.

Ibnu Abidin di dalam kitabnya Raddu Al-Mukhtar ala Durr Al-Mukhtar berkata :

ولا تؤم الرجل، وتكره جماعتهن ويقف الإمام وسطهن

“Tidaklah  boleh seorang wanita mengimami laki-laki, dan dimakruhkan jika ia menjadi imam bagi jama’ah wanita, kalaupun saja ia menjadi imam, maka posisinya berada ditengah shaf jamaah wanita.” (Jilid 1 hal. 504)

Az-Zailai di dalam kitabnya Tabyin Al-Haqaiq Syarah Kanzu Ad-Daqaiq berkata :

ولا تؤم الرجال وتكره جماعتهن

“Seorang wanita tidaklah menjadi imam bagi laki-laki, dan dimakruhkan pula shalat berjama’ah bagi para wanita.” (Jilid 1 hal. 118)

3. Bolehnya Wanita Menjadi Imam

Bolehnya wanita menjadi Imam bagi jamaah wanita lainnya merupakan pendapat mayoritas ulama. Dan ini adalah pendapat yang dikuatkan dalam Madzhab Syafi’i dan Hambali.

Al-Mawardi di dalam kitabnya Al-Hawi Al-Kabir berkata :

فمذهب الشافعي أنه يستحب لها أن تؤم النساء فرضا ونفلا

“Dalam Madzhab Asy-Syafi’i, bahwasanya di sunnahkan bagi wanita mengimami jama’ah wanita dalam shalat wajib ataupun shalat sunnah” ( jilid 1 hal. 356)

Al-Mardawi di dalam kitabnya Al-Inshaf fi Marifati Ar-Rajih min Al-Khilaf berkata:

إن إمامة المرأة بالمرأة صحيحة

“Sesungguhnya wanita yang mengimami wanita lainnya hukumnya sah (boleh)”  (jilid 2 hal. 265)

Adapun pendapat terkuat dalam masalah ini adalah pendapat yang membolehkan wanita menjadi imam bagi wanita lainnya karena tidak ada dalil yang melarangnya hal ini.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...