Home Muamalah Nabi memerintahkan agar kita menolong orang yang zalim, benarkah?

Nabi memerintahkan agar kita menolong orang yang zalim, benarkah?

Islam adalah agama yang adil dan penuh kasih sayang. Kita diperintahkan untuk memuliakan tamu dengan menjamunya, kemudian menghormati dan menyayangi tetangga, menyantuni anak yatim, fakir dan miskin, serta orang-orang yang terdzalimi.

Bukan hanya itu, bahkan kita juga diperintahkan untuk menolong orang yang zalim. Jikalau menolong orang yang yang terdzalimi tentu kita semua sudah tahu, lalu bagaimana dengan menolong orang yang dzalim?

Dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu berkata bahwa rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُوْمًا

“Tolonglah saudaramu baik zalim maupun terzolimi”

Lalu seseorang berkata :

 يَا رَسُوْلَ اللَّه، أَنْصُرُهُ إِذَا كَانَ مَظْلُوْمًا، أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ ؟

“ Wahai Rasulullah, aku akan menolongnya jika dia terdzolimi, lalu bagaimana jika dia adalah seorang yang dzalim, bagaimana aku menolongnya?”

Lalu rasulullah menjawab menjawab :

تَحْجُزُهُ – أَوْ تَمْنَعُهُ – فَإِنَّ ذالِكَ نَصْرُهُ

“Kamu cegah dia dari berbuat zalim, maka sesungguhnya engkau telah menolongnya.” (HR Bukhari)

Dari hadis tersebut dapat diketahui bahwa cara menolong orang yang zalim adalah dengan mencegahnya dari berbuat zalim kepada yang lain, karena jika kita membiarkan saudara kita berbuat zalim, sama saja kita membiarkan saudara kita menzolimi dirinya sendiri dengan menjatuhkan dirinya pada perbuatan maksiat. Yang dengan kemaksiatan itulah Allah akan menghukumnya kelak dihari pembalasan.

Maka dengan mecegahnya dari berbuat zalim, sama saja mencegahnya dari berbuat maksiat kepada Allah, juga mencegahnya agar terhindar dari mustajab (terkabul)nya do’a orang yang didzalimi itu sendiri apabila ia berdo’a keburukan untuk si dzalim.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallamtentang do’a orang yang terdzalimi

واتق دعوة المظلوم، فإنه ليس بينها وبين الله حجاب

“Dan berhati-hatilah kamu dari doa orang yang terdzalimi karena sesungguhnya dia (yang terdzolimi) itu tidak ada pembatas antara do’anya dengan Allah” (HR. Bukhory dan Muslim)

Selain itu Rasulullah juga memerintahkan untuk mencegah segala bentuk kemungkaran sesuai kemampuan kita, termasuk kedzaliman tentunya. Bila kita tidak mampu mencegah kemungkaran dengan tangan (kekuasaan), maka kita cegah dengan lisan, namun bila kita masih merasa tidak mampu, maka dengan do’a. Namun mencegah kemungkaran dengan do’a adalah selemah-lemahnya iman.

Oleh sebab itu, wajiblah bagi kita mengingatkan saudara kita yang akan terjerjerumus kedalam dosa ataupun kemaksiatan apapun bentuknya sebagai bentuk kasih sayang kita pada saudara-saudara kita. Sebagaimana di dalam islam ada ungkapan hablum minallah wa habum minannaas, atau kita mengenalnya dengan hubungan manusia dengan Allah, juga hubungan manusia dengan manusia.

Dalam hal ini, jika manusia melanggar aturan Allah , seperti tidak melaksanakan shalat, puasa, riya, dan lain sebagainya, yang berkaitan dengan pelangggaran yang bersifat ibadah, maka kita bisa langsung memohon ampun kepada Zat yang Maha pengampun. Namun dosa yang berkaitan dengan manusia, seperti,bohong, curang, fitnah, ghibah, juga bullyng, dan semua jenis maksiat yang bersifat mendzolimi manusia, kita harus memohon ampun kepada Allah dan juga memohon maaf kepada orang yang bersangkutan secara langsung.

Ini adalah bukti indahnya islam, agama yang menjunjung tinggi keadilan. Kita diwajibkan (bagi yang mampu) untuk melindungi saudara kita yang lemah dari kedzaliman, dan melindungi saudara kita yang akan berbuat dzalim dari kemaksiatan, yang mana kedua sikap ini sama-sama menunjukkan rasa kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.

Ismi Khoiriyah
Mahasiswi LIPIA JAKARTA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...