Home Muamalah Menolak Seseorang Karena Fisik, Bolehkah?

Menolak Seseorang Karena Fisik, Bolehkah?

Memilih untuk hidup dengan siapa bukanlah pilihan yang mudah dan sederhana, karena nantinya pilihan itu akan menjadi pilihan abadi, otomatis pilihan kita hari ini memiliki andil untuk menentukan kebahagian kita di kemudian hari.

Dulu ada sahabat sangat soleh, beliau bernama Tsabit bin Qais bin Syammas. Beliau menikah dengan Jamilah bintu Abdillah. Suatu ketika istrinya pernah melihat suaminya Tsabit bin Qais berjalan bersama bersama para sahabat, lalu iia terheran, tidak ada lelaki yang lebih jelek, hitam, pendek, dekil dari pada suaminya. Hingga kemudian dia merasa gundah dan tidak tahan untuk terus hidup bersama Tsabit, karena takut tidak bisa menunaikan hak suaminya.

Lalu ia mendatangi rasulullah sallalahu ‘alaihi wa salam dan berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ أَمَا إِنِّى مَا أَعِيبُ عَلَيْهِ فِى خُلُقٍ وَلاَ دِينٍ وَلَكِنِّى أَكْرَهُ الْكُفْرَ فِى الإِسْلاَمِ

“Ya Rasulullah, Tsabit bin Qais, saya sama sekali tidak keindahan akhlak dan agamanya yang bagus. Namun saya khawatir kkufur dalam islam.” (HR. Bukhari)

Dan dalam riwayat lain :

وَاللَّهِ لَوْلَا مَخَافَةُ اللَّهِ إِذَا دَخَلَ عَلَيَّ لَبَصَقْتُ فِي وَجْهِهِ

“Demi Allah, kalau bukan karena takut kepada Allah, ketika dia mendatangiku (menggauliku) aku ingin meludahi wajahnya.” (HR. Ibnu Majah)

Ibnu Hajr al-Asqalany dalam kitabnya Fathu al-Bary menenrangkan:

أَكْرَهُ الْكُفْرَ فِي الْإِسْلَامِ أَيْ أَكْرَهُ إِنْ أَقَمْتُ عِنْدَهُ أَنْ أَقَعَ فِيمَا يَقْتَضِي الْكُفْرَ

“Aku khawatir terhadap kufur dalam islam” maksudnya adalah aku khawatir jika aku terus hidup bersamanya aku akan terjatuh pada perbuatan kufur.

Setelah mendengar penuturan dari Jamilah bintu Abdillah kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh istrinya untuk mengembalikan maharnya. Lalu Tsabit diminta menjatuhkan talak untuk istrinya tersebut.

Fitrah Manusia Menyukai Yang Indah

Fitrah manusia memang demikian, menyukai yang indah dan cantik. Laki-laki menyukai wanita yang jelita sementara wanita menyukai laki-laki yang gagah perkasa. Oleh karena sifat ini adalah bawaan sejak lahir, maka seseorang yang cenderung memilih yang indah maka dia tidak berdosa.

Bahkan dalam islam sendiri sebelum kita memutuskan untuk meminang atau menerima pinangan seseorang kita di anjurkan untuk “Nadhor” yalni melihat pasangan masing-masing atau lebih dikenal di masyarakat indonesia dengan istilah taaruf.

Tujuan dari adanya ta’aruf ini supaya kedua belah pihak sama-sama bisa melihat kelebihan dan kekurangan secara fisik. Kemudian dari proses ini akan lahir ketertarikan yang mendorongnya untuk menikah, atau justru tidak ada rasa ketertarikan sehingga tidak berlanjut.

Syaikh Sholeh Fauzan, Ulama besar dari Arab saudi beliau pernah ditanya, bolehkah menolak pinangan lelaki soleh, karena tidak ada rasa ketertarikan?Jawaban beliau:

إذا كنت لا ترغبين الزواج من شخص؛ فلا إثم عليك، ولو كان صالحًا؛ لأن الزواج مبناه على اختيار الزوج الصالح مع الارتياح النفسي إليه ؛ إلا إذا كنت تكرهينه من أجل دينه؛ فإنك تأثمين في ذلك من ناحية كراهة المؤمن، والمؤمن تجب محبته لله ، ولكن لا يلزمك مع محبتك له دينًا أن تتزوجي منه مادمت لا تميلين إليه نفسيًا . والله أعلم

“Menolak menikah dengan seseorang, tidak berdosa. Meskipun dia orang soleh; Karena menikah prinsipnya adalah memilih pasangan yang soleh dan adanya rasa cinta dari hati. Kecuali jika anda tidak suka dengannnya karena agamanya. Maka anda berdosa dalam hal ini, karena anda membenci orang mukmin. Sementara orang mukmin wajib dicintai karena Allah. Akan tetapi, anda tidak harus menikah dengannya, selama anda tidak ada rasa cinta. Allahu a’lam.” (al-Muntaqa min Fatawa Dr. Sholeh al-Fauzan)

Intinya menolak laki-laki, sekalipun dia adalah ahli ibadah karena tidak adanya rasa ketertarikan adalah boleh-boleh saja secara hukum. Akan tetapi ketika anda memprioritaskan agamanya, berarti anda sedang memprioritaskan sesuatu yang Allah cintai.

Memilih Karena Agama Adalah Kebaikan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan memilih laki-laki karena agamanya:

ﺇﺫﺍ ﺟﺎﺀﻛﻢ ﻣﻦ ﺗﺮﺿﻮﻥ ﺩﻳﻨﻪ ﻭﺧﻠﻘﻪ ﻓﺰﻭﺟﻮﻩ ﺇﻻ ﺗﻔﻌﻠﻮﻩ ﺗﻜﻦ ﻓﺘﻨﺔ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻭﻓﺴﺎﺩ ﻛﺒﻴﺮ

Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menganjurkan memilih wanita karena agamanya:

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Imam Nawawi Menerangkan :

وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ الْحَثُّ عَلَى مُصَاحَبَةِ أَهْلِ الدِّينِ فِي كُلِّ شَيْءٍ لِأَنَّ صَاحِبَهُمْ يَسْتَفِيدُ مِنْ أَخِلَاقِهِمْ وَبَرَكَتِهِمْ وَحُسْنِ طَرَائِقِهِمْ وَيَأْمَنُ الْمَفْسَدَةَ من جهتهم

“Dalam hadist ini terdapat anjuran untuk membersamai orang-orang yang baik agamanya dalam segala hal, karena dengan bersama mereka ia akan bisa mengambil banyak manfaat dari akhlak, keberkahan dan kebaikan jiwa mereka serta ia akan terhindar dari keburukan mereka.” (Fathul al-Bari)

Kebahagian tidak selalu di peroleh dari ketika anda bersama dengan orang yang berparas jelita, Karena cantik dan tampan bukan sesuatu yang abadi. Hari ini cantik, mungkin satu atau dua tahun anda mulai bosan karena kecantikannya sudah memudar, maka yang tertinggal adalah agamanya.

Agama yang baik adalah sesuatu yang mahal, tidak bisa dimiliki semua orang dan kesholehan adalah sebaik-baik perbekalan. Ketika paras memudar, agama semakin memekar dan pada saait itu agamanyalah yang akan membuatmu jatuh cinta berkali-kali dan menetap dengan ketenangan serta dan bersyukur atas nikmat yang luar biasa.

Menolak seseorang karena fisik adalah kebolehan, sementara mencintai seseorang karena agamanya adalah kewajiban. Ketika kamu sudah mencintainya, cintamu akan membuatnya cantik dan indah, dan ketika kamu membencinya, cantiknya akan hilang. Berhentilah mencari yang sempurna dan mulailah mencari seseorang yang membuatmu berhrnti untuk mencari.

Irsyad Hidayat Lc.
Alumni Universitas Islam Muhammad Bin sa'ud Jakarta (LIPIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Menghindari Kematian?

Dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman كُلُّ نَفْسٍ ذائِقَةُ الْمَوْتِ "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian".  (Q.S. Ali Imran : 85) Salah satu hal yang paling ditakuti...

3 Jenis Api Dalam Islam

Api menurut sains adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu panas, oksigen dan bahan mudah terbakar yang menGhasilkan panas...

Orang Pertama Yang Masuk Syurga?

Sebelum memasuki syurga, para Ahli syurga akan terlebih dahulu melewati fase pensucian hati, Allah akan cabut dari hati mereka sifat dendam, iri dan penyakit-penyakit...

Apakah Jin Masuk Syurga?

Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa Hal yang harus diketahui 1. Ada Golongan Jin Yang Beriman. Di dalam Al-Qur’an Allah ta’ala berfirman, وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ...