Home Muamalah Kritik Pendidikan Masa Kini

Kritik Pendidikan Masa Kini

Dewasa kini Seringkali praktek pendidikan diorientasikan hanya dengan angka dan hal-hal yang arahnya hanya berkaitan dengan kehidupan duniawi, gak salah, cuma kalo hanya berhenti disana hasil dari proses pendidikan tentu akan sangat fatal.

Singkat kata DR. Majid Al-Kilani menyebutkan pandangan Ibnu Taimiyah mengenai tujuan pendidikan,

Pertama, untuk bertahan hidup (hajat dunia)

Kedua, al Irtiqo’ (kehidupan akhirat)

Tidak terelakkan bahwa bagian dari tujuan pendidikan adalah untuk memenuhi kebutuhan dzohir manusia, dan itu adalah hal yang sering dijadikan tolak ukur suksesnya pendidikan, mengapa Ibnu taimiyah menyebut hajat dunia diurutan pertama.?

Tentu agar kita sadar bahwa orientasi pendidikan itu tidak boleh berhenti disana, masih ada tujuan akhir yang utama dengan begitu banyak hajat dunia hanya sebagai wasilah atau media untuk mendapatkan tujuan yg sebenarnya.

Karena jika manusia berhenti di tujuan yang pertama, itulah yg diperingatkan Allah subhanahu wa ta’ala dalam Al Qur’an:

أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai.” [QS: Al A’raf: 179]

Orang-orang yang hanya memprioritaskan hajat dunia maka mereka layaknya binatang bahkan lebih buruk. Binatang hanya mengikuti insting tanpa akal, hidup keluar dari sarang hanya mencari makan lalu kawin lalu tidur dan begitu seterusnya. Sedangkan manusia yang diberi akal dibimbing dengan wahyu kemudian hanya berhenti pada hal yang membuatnya kenyang dan puas di dunia saja? lalu apa bedanya dengan binatang.?

Dalam kitab Al fikrut tarbawi inda Ibn Taimiyah DR Majid Al Killani menyebutkan bahwa “Asas dari filsafat pendidikan menurut Ibnu Taimiyah adalah ilmu bermanfaat yang dapat membimbing kehidupan menjadi terarah, dan praktek dari ilmu tersebut merupakan hal yang membentuk karakter dan memberi kehidupan abadi (kebahagiaan akhirat).

Berangkat dari sini, kebahagiaan hanya akan didapat apabila manusia menkolaborasikan antara ilmu dan amal, karena dengan itu akan terjadi perubahan perilaku, gak cukup hanya dengan ilmu saja, karena betapa banyak orang yang berilmu namun berperilaku buruk, gelar yang panjang tak menjamin perilaku yang matang.

Hal ini telah dijelaskan ratusan tahun yg lalu oleh imam Ghazali dalam kitab Minhajul Amal beliau berkata,

“Seorang ahli fiqih saja, walaupun telah mengusai ilmu fiqih tetapi dengan ilmu itu tidak menjadikan akhlaknya baik, maka dia tidak akan bahagia di akhirat”.

Jadi kesimpulannya proses pendidikan yang benar itu akan menghasilkan perubahan akhlak yang baik dan sesuai dengan syariat.

Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa menuntut ilmu (proses pendidikan) adalah ibadah, mengetahuinya adalah penambah rasa takut kepada Alloh subhanahu wa ta’ala, mempelajarinya adalah jihad, mengajarkannya bagi yang belum mengetahui adalah sedekah, mengulang ulangnya adalah tasbih, dan dengan itu kita tahu hakekat dari Allah dan hanya Dia yang berhak untuk disembah.

Jadi bapak dan ibu guru, tujuan dari pelajaran akidah akhlak adalah berakidah yang benar dan berakhlak yang baik, atau nilai yang besar dan juara terbaik?

Ahmad Hudzaifah Lc.
Alumni Imam Muhammad Bin Saud Islamic University (LIPIA Jakarta) Fakultas Syariah Jurusan Perbandingan Madzhab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca surat al Kahfi di hari jumat salah, Benarkah ?

Perlu diketahui bahwa secara umum ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang dianjurkan membaca surat-surat tertentu pada hari jumat, seperti surat Yasin, al Kahfi, dan...

Apa itu Hatibul Layl ?

  حاطب ليل Pencari kayu bakar di malam hari. Sebenarnya gelar ini digagas oleh para kritikus riwayat terhadap sekian banyak ulama dan perawi ketidak mampuannya dalam membedakan...

Istri-istri Nabi Muhammad

Bahwa sudah diketahui bersama, sebagaimana manusia biasa, Nabi juga bisa menikah. Dan perlu diketahui juga, bahwa fitrah dari makhluk adalah Allah jadikan mereka berpasang-pasangan....

Al Hafiz Jalaluddin Abdurrahman As Suyuthi

Nama beliau Abdurrahman bin al Kamal. Kuniyah beliau Abu al Fadhl, adapun laqob beliau Jalaluddin. Lahir pada malam ahad awal bulan Rajab tahun 849 H...